
Benar saja, sampainya di kamar, adzan isya langsung berkumandang sehingga kompak membuat pasangan pengantin baru itu mengucap alhamdulillah.
"Kamu udah wudhu?" tanya Royyan.
"Belum!"
"Ya sudah,kamu wudhu duluan!"
"Iya!"
Royyan menunggu Nadhiirah wudhu dia menyiapkan sajadah untuk mereka sholat berdua.
Gak mimpi gak ngebayangin bisa sholat berjamaah berdua dengan perempuan yang sudah sah menjadi istriku! kata hati Royyan sambil memandang dua sajadah yang sudah dia gelar.
"Kang? kang Royyan!" Nadhiirah melambai lambaikan tangannya di depan wajah Royyan karena Royyan bengong mendang dua sajadah.
"MasyaAllah!" Royyan melirik Nadhiirah yang sudah ada di depannya dengan wajah terekspos tanpa cadar memperlihatkan wajah cantiknya.Tambah indah karena wajahnya basah karena air wudhu.
"Jangan gitu ngeliatin nya kang!" kata Nadhiirah sambil menunduk malu.
"Lah? Kenapa? Emangnya gak boleh mandang wajah indah istri sendiri?"
Nadhiirah mengangkat kembali wajahnya sambil tersenyum manis lebih dari madu dan membalas menatap wajah Royyan.
"Aku boleh gak mandang wajah indah dan tampan suamiku?" tanya Nadhiirah.
Kalimat itu berhasil membuat Royyan jatuh kepayang,rasanya lemes setelah mendengar kalimat indah itu.
Royyan mendekatkan wajahnya sehingga bibirnya menempel di kening Nadhiirah dengan lembutnya tanpa sadar bahwa perbuatannya itu akan membuat Nadhiirah harus kembali berwudhu.
"Kang!"
"Hm?" Royyan menjauhkan wajahnya lagi karena di panggil Nadhiirah.
"Aku jadi harus wudhu lagi!" kata Nadhiirah dengan wajah sedikit kesal.
"Lah? Hheh maaf lupa!" sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ih akang mah!"
"Ih males ah akang mah!" sambil pergi kembali ke kamar mandi untuk mengulangi wudhu nya.
"Ah ya Allah! Terimakasih! Ngkau telah menitipkan salah satu bidadari mu padaku!" kata kang Hatim setelah menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
Tidak lama kemudian, Nadhiirah keluar dari kamari mandi setelah selesai berwudhu.Tanpa banyak drama lagi,Royyan hanya tersenyum pada Nadhiirah dan lanjut giliran dia mengambil wudhu.
Setelah Royyan selesai wudhu,mereka langsung melaksanakan sholat isya berjamaah berdua untuk yang pertama kalinya.
Setelah sholat isya,mereka lanjut berdzikir bersama dengan setelahnya Royyan memimpin berdoa.
"Nadhiirah! Imam Nawawi al-Jawi,yang wafatnya tahun seribu tiga ratus empat belas hijriah,menjelaskan dalam kitabnya Nihayatuz Zain, bahwa di antara amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh pasangan pengantin baru pada malam pertama adalah shalat sunnah dua rakaat. Shalat ini disebut dengan shalat sunnah zifaf atau malam pengantin! Mau?"
"Boleh!" jawab Nadhiirah.
"Hmm,ya sudah,ayo kita laksanakan! Setelah itu kita sholat witir juga ya?!"
"Siap!" jawab Nadhiirah.Royyan berdiri lagi untuk melaksanakan sholat sunnah itu diikuti oleh Nadhiirah.
Hanya membutuhkan waktu 7 menit untuk melaksanakan dua macam sholat sunah itu.Nadhiirah mencium tangan Royyan dan Royyan mencium kening Nadhiirah setelah selesai mereka sholat.
"Kita kebawah yu? Biasanya umma sama ama suka ngobrol ngobrol di bawah! Sambil menunggu kantuk!" ajak Royyan.
"Emm,aku ikut aja kang!" jawab Nadhiirah.
"Ya sudah ayo!"
"Aku pakai dulu cadar!"
"Ooh iya!"
"Ayo kang!" kata Nadhiirah setelah selesai memakai cadarnya.
"Ayo!" jawab Royyan dan kini dia berani memegang tangan istrinya.
Nadhiirah tersenyum dengan tindakan suaminya sambil menatap wajah suaminya yang jika menatapnya,dia harus sedikit mendongak.Royyan juga membalas pandangan itu sambil tersenyum juga.