Ustadz Muda

Ustadz Muda
#260


Bayi yang baru dilahirkan,mempunyai berat sebesar dua koma lima ons dan panjang sekitar lima puluh satu centi meter.Berkulit putih ke merah merahan,bermata bulat hitam,beralis tebal mirip kang Hatim hidung mancung,rambut hitam tebal.


Si bayi di gendong oleh teh Alvi setelah selesai di mandikan dan di pakaikan kain biru.Sedangkan kang Hatim sedang menyuapi Hana dengan bubur ayam yang di bautkan langsung oleh para asisten bu bidan.


"Kang aku mau lihat wajahnya!" kata Hana.


"Makan dulu! Nanti abis makan,baru boleh!"


"Ih kok gitu sih!"


"Permisi!" bu bidan masuk."Mbak,sebaiknya dede bayinya di beri asi dulu untuk yang pertama kalinya!" kata bu bidan.


"Kata orang bagus ya bu,kalau asi pertama setelah melahirkan itu?" tanya teh Alvi.


"Iya benar mbak! Asi pertama dari seorang ibu yang baru melahirkan itu di sebut kolostrum! Yang merupakan cairan yang di keluarkan oleh kelenjar payudara pada hari pertama hingga hari kee tiga sampai hari ke tiga sampai ke lima setelah persalinan! Kolostrum nuga merupakan asupan yang mengandung protein dan vitamin A dalam jumlah tinggi! Komposisi ini baik untuk kesehatan pencernaah bayi yang baru di lahirkan! Kolostrus juga mengandung immunoglobulin yang juga membantu melindungi usus bayi yang baru saja di lahirkan!" jawab bu bidan dengan jelas.


"Ooh gitu ya!" teh Alvi mengangguk angguk mengerti diikuti oleh Hana dan dang Hatim juga.


"Maaf mbak,apa si payudara nya suka di bersihkan?" tanya bu bidan.


"Iya dok! Saya di suruh sama dokter!" kata Hana.


"Ooh iya bagus kalau gitu!" kata bu bidan.


"Nih Hana,coba kamu beri asi bayi mu!" teh Alvi memberikan bayi itu ke Hana dengan pelan pelan.Hana menggendong bayi itu dengan air mata kembali menetes.Dia sedih terharu karena walau sembila bulan kurang lamanya Hana selalu bersama dengan bayi itu,baru kali ini dia bisa melihat wajah bayinya dengan jelas.Seorang anak yang dia nanti natikan akhirnya dia bisa melihatnya secara langsung bahkan dia bisa mencium wajahnya.


"Malu teh!" kata Hana setelah tersenyum malu juga.


"eh kenapa malu? Itu resiku kamu punya anak! Rezeki si dede ada di kamu!" kata teh Alvi.


"Tapi..."


"Malu sama si Hatim? emangnya dia belum lihat apa?" teh Alvi.


"Kan teteh sama bu bidan yang belum lihat!" kata Hana.


"Oh gitu,ya sudah teteh tinggalkan kalian bertiga! Teteh tunggu di luar sambil mau mengabari orang rumah! Bu bidan,ayo kita keluar!" kata teh Alvi dengan terus berjalan ke luar ruangan.


"Saya harus memastikan posisinya benar mbak!" kata bu bidan.


"Ya sudah deh!" kata Hana.Setelah itu bu bidan mengajarkan posisi posisi yang benar agar tidak pegal,agar si bayi nayaman juga.Setelah itu kalian bayangkan aja sendiri authornya gak ngerti.


.....


Dikira Hana dan bayinya bisa di bawa pulang langsung setelah lahiran,ternyata tidak.Mereka terpaksa harus nginap di rumah bu bidan.Kang Hatim dan Hana di temani oleh teh Dawa dan teh Zahra sedangkan teh Alvi dan teh Putri bertugas menjaga umi di rumahnya.Sedangkan laki laki,kang Ahmad di rumah umi mengasuh anaknya.Begitu juga dengan kang Rahmat dan kang Asep.Kang Roni juga begitu.Jadi di klinik hanya ada kang Hatim dan Yogi sebagai laki lakinya.


#Vote_Bestie...