
"Tunggu di sini ya,sebentar,akang mau ngambil kitab!" kang Hatim berlari keluar kamar,saat nau turun tangga.
"Kalau di tinggal takut kenapa napa lagi!" kang Hatim lari kembali ke dalam kamar.
Kang Hatim membisikan syahadat di telinga Hana.Dan Hana malah semakin berteriak seperti orang kesurupan.
Kang Hatim membisikan syahadat di telinga Hana.Dan Hana malah semakin berteriak seperti orang kesurupan.
"Hana kenapa Tim?" tanya teh Dawa yang tiba tiba nongol.
"Gak tahu teh!" jawab kang Hatim.
"Kasian!" teh Dawa menghampiri Hana,menyentuh jidatnya dan Hana menjerit kesakitan.
"Eh!" teh Dawa kaget.
"Teh aku titip Hana,aku mau sholat dulu sebentar!" kata kang Hatim.
"Ya sudah,pergi sana!" kang Hatim dengan buru buru keluar kamar.Kang Hatim juga menggunakan kesempatan itu untuk membuka dan membaca kitab kitab yang pernah dia pelajari yang berhubungan dengan ilmu hikmah.
"Aku tahu!" dengan yakin kang Hatim berlari menaiki tangga membawa kitab yang baru dia baca di tangannya dan langsung masuk ke dalam kamar.
Hana masih merintih kesakitan.Teh Dawa juga tidak berani memegang Hana.Karena setiap di pegang Hana akan menjerit lebih kesakitan.
"Katanya sebentar!" kata teh Dawa membentak karena cemas.
"Maaf teh,aku...."
"Cepat obatin!" teh Dawa memotong kalimat kang Hatim.
"Iya,aku coba ya,semoga doa ku dapat langsung di kabulkan!" kata kang Hatim.
Kang Hatim duduk di samping Hana yang sudah berantakan.Dia memegang jidat Hana walaupun Hana kesakitan,tapi ini cara kang Hatim.
Langsung kang Hatim membacakan ayat ayat qur'an beserta ayat lainnya.Hana semakin memberontak.
"Hubbi?" panggil kang Hatim berhenti sejenak dari membacakan ayat ayat itu.
"Sakit kang!" kata Hana.
"Kirain!" kang Hatim
"Iya iya!" kang Hatim melanjutkan membacakan kalimat kalimat yang dapat menyembuhkan Hana.
Secara tidak di sadari,Hana tertidur dengan tenang.Teh Dawa yang melihat itu juga langsung merasa tenang.
"Alhamduliah!" kata kang Hatim mengakhiri doanya.
" Hana kenapa tim?" Tanya teh Dawa.
"Aku juga tidak tahu teh, tadi dia tiba-tiba sakit perut,katanya seperti ditusuk-tusuk!" jawab Kang Hatim.
"eh teh aku mau tanya!" kata Kang Hatim.
"mau nanya apa?" Tanya teh Dawa.
"apa Teteh yang matiin lampu rumah ini?" tanya Kang Hatim.
"Nggak,masa ke rumah orang gak ijin dulu!" jawab teh Dawa.
"Teteh ada keperluan apa datang ke sini?" tanya kang Hatim.
"Kita ngobrol di bawah aja,di sini takut Hana keganggu!" kata teh Dawa.
"Ya sudah ayo!"
Kang Hatim dan teh Dawa duduk di ruang keluarga.
"Teteh datang ke sini mau denger klarifikasi tentang Zulfi,tadi teteh ketuk pintu beberapa kali gak ada yang jawab! teteh langsung masuk dan terdengar Hana jerit jerit,teteh takut kamu siksa dia! buru buru naik ke atas! eh ternyata malah membuat teteh lebih khawatir!"
"Aku juga bingung Hana kenapa teh,dia seperti orang kesurupan,tapi pas di panggil dia nyaut!" kata kang Hatim.
"Kamu gak pernah nemu gitu dalam kitab yang seperti itu kenapa?" tanya teh Dawa.
"Sebelumnya Hana gak pernah seperti ini kan?" tanya balik kang Hatim.
"Nggak!"
"Tuh,kalau emang dalam dirinya ada penyakit,pasti dari dulu dia suka begitu!" kata kang Hatim.