
Setelah beres membaca sholat kepada Nabi, kepada keluarga Nabi,Sohabat Nabi,dilanjut kepada wali wali Allah kekasih Allah di lanjutkan doa bersama yang utamanya di tujukan untuk calon bayi yang di kandung Hana.Untuk kesehatan yang di kandung yang mengandung.Ditambah doa untuk kesehatan kebaikan kesabaran kang Hatim.Terus tidak lupa juga mereka berdoa bersama agar umi Nurul selalu sehat dan di panjangkan umurnya.Juga berdoa agar anak anak dari kakak kakak kang Hatim yang di pesantren,agar bisa selalu sehat di pesantrennya,tekun dalam mencari ilmunya sehingga mendaptkan ilmu yang bermanfaat khusus untuk dirinya masing masing dan umumnya untuk orang lain.
Tidak lupa mereka juga berdoa untuk kemajuan pesantren mereka.Juga berdoa agar santriawan santriawati sehat sehat,dilancarkan dalam proses mencari ilmu dan meendaptkan ilmu yang manfaat sehingga di di pakai oleh diri sendiri dan di sampaikan ke orang lain.
Sekarang para santri di perintahkan agar mereka perasmanan makan nasi kuning dengan lauknya yang sederhana.Hanya goreng daging ayam,lalap lalapan seperti daun singkong yang di rebus dan sambal terasi.
Untuk santriawan ataau santri laki laki,perasmannya di tempatka n di dekatkan di dekat dapur umum.Sedangkan untuk perempuan,atau santriawati di dekat kobong atau di dekat asrama.
"Alhamdulillah! Acara sudah selesai ya!" kata umi Nurul saat sudah di rumahnya.Begitu anak,mantu dan cucu nya juga sekarang ada di rumah umi Nurul.
"Terima kasih umi,umi sudah mengadakan syukuran ini yang mungkin memang di khususkan oleh Hatim dan Hana!" kata kang Hatim.
"Iya sama sama Hatim! Memang tujuan utamanya syukuran ini di adakan untuk mensyukuri kehamilan istrimu! Tapi syukuran ini bukan hanya bertujuan untuk itu! tentunya untuk mensyukuri segala kenikmatan yang Allah berikan kepada kita semua! Dan semoga jangan hanya saat kita saat kumpul kita bisa syukuran! Jangan hanya saat bisa makan baru kita syukuran! Jangan hanya saat kita bahagia kita syukuran! Tapi bernafas juga patut kita syukuri! Itu salah satu nikmat yang tidak terasa ! Dan bahkan itu jarang kita syukuri dengan sengaja!" kata umi Nurul.
"Seharusnya umi tidak perlu lagi bicara seperti ini! Kalian sudah lebih paham!" kata umi.
"tidak umi,kami belum sampai ke sana!" kata teh Alvi.
"Jangan bohong kamu Alvi! Tentang syukur itu adalah bab pertama yang kalin pelajari! hal kecil!"
"Benar umi,namun terkadang kita suka melupakan hal kecil! Dan malah memikirkan hal besar yang sebenarnya itu jarang terjadi dalam kehidupan sehari hari! Malah bisa jadi hal yang di sebut besar itu tidak penting! Lebih penting bersyukur!" kata teh Alvi.
"Apa yang teh Alvi benar umi,walau umi percaya kami semua punya ilmu lebih tinggi dari umi,kami tetap anak umi,yang perlu diingatkan dinasehati! Karena jika tidak begitu,rasa sombong besar kepala percaya diri menganggap diri sendiri pintar tidak orang lain akan muncul! Tapi karena nasehat umi,karena kultum umi,karena cermat singkat umi,kami bisa mencegah itu sehingga semoga sampai kapanpun tidak terjadi!" kata kang Hatim.
Ya Allah,saat ini aku merasa tidak cocok berada di posisi ini! Aku malu harus berkumpul dengan keluarga suamiku yang semuanya penuh dengan ilmu! Sedangkan aku tidak bisa apa apa! Apa aku pantas ya Allah? batin Hana.