
Hana dan kang Hatim hanya berjalan jalan santai di pesisir pantai sambil bergandengan tangan.
"Kenapa cadarnya terus di pegang gitu?" tanya kang Hatim yang melihat Hana dari tadi memegang cadar bagian bawahnya.
"Tersikap angin tahu!" kata Hana.
"Ooh,coba ujung cadarnya di ikatkan ke batu,jadi berat gak bakal kesikap angin!"
"Lucu!"
"Eh,saya gak melawak!"
"Oooh,pantes garing!"
"Kan banyak air laut,tinggal di basahi lagi aja!"
"Ih,sudahlah akang ini bukan kang sule,gak bakal bisa melawak!"
"Yeh,sudah saya katakan saya bukan melawak!"
"Terserah!"
Kang Hatim tertawa melihat istrinya kesal.Mereka terus berjalan menyusuri pasir coklat yang indah.
Drrrt drrt hand phone di tangan kang Hatim bergetar.Kang Hatim menyalakan hand phone nya.Ada notifikasi chat WhatsAppa.Kang Hatim membukanya dan ternyata itu dari teh Alvi.
Kamu di mana? kenapa belum pulang? tanya teh Alvi dalam chat tersebut.
Kang Hatim melepaskan genggamannya pada tangan Hana karena ingin membalas pesan dari teh Alvi.
Maaf teh,aku gak ijin dulu,aku lagi di laut sama Hana! balas kang Hatim.
"Siapa?" tanya Hana.
"Teh Alvi,menanyakan saya sedang di mana!"
"Terus,akang jawab apa?"
"Saya jawab saya sedang di laut sama Hana!"
"Yah,malu dong!"
"Nggak lah,justru teh Alvi akan senang jika kita berjalan jalan berdua!" kata kang Hatim.Dan dia merasakan getaran hand phone di tangannya.
Eh,Hana sudah tahu kamu suaminya? apa jangan jangan kamu menculiknya! isi pesan dari teh Alvi.
Iya,Hana sudah tahu semuanya,ayahnya yang memberitahunya! balas kang Hatim.
Baguslah!, balas teh Alvi cepat.
Aku akan pulang sebentar lagi dan akan sampai di sana sebelum maghrib! balas kang Hatim.
"Kang!"
"Apa?"
"Main air yu?"
"Gak mau,saya gak bawa baju ganti,kamu juga!"
"Ya sudah,beli saja dulu!"
"Mau beli di mana?"
"Di sana!" menunjuk pasar oleh oleh.
"Emangnya di sana bakal ada toko pakaian? kan itu pasar oleh oleh.
"Emangnya pakaian gak bisa di pakai oleh oleh?"
"Mungkin bisa!"
"Ih!"
"Ya sudah,ayo kita lihat saja dulu!"
Merekapun berjalan menuju pasar oleh oleh itu,yang di lihat dari luar hanya ada makanan berupa ikan asin bermacam macam asin,dan terasi juga makanan makanan lainnya.
Ternyata pasar itu tak sesuai yang di lihat dari luar.Yang seperti yang di lihat dari luar.Pasar itu sangat luas layaknya pasar sungguhan.
Di sana ada berbagai toko.Mulai dari toko makanan,minuman,baju anak,baju dewasa dan lain lain.
"Tuh kan banyak baju!" kata Hana.
"Iya!"
"Kang,di sana banyak kaos kayanya,ayo beli dulu buat akang!"
"Beli baju kamu dulu aja,baju saya gampang!"
"iiiiih,mumpung ada,nanti susah lagi nyarinya!"
"Gampang,tukang kaos seperti itu banyak!"
"Ah ya sudah,terserah akang saja!"
"Ayo cari baju buat kamu dulu!"
"Iya!"
Mereka berjalan jalan melewati toko toko mencari yang berjualan baju yang di sukai Hana.Beberapa toko ada yang menjual baju yang seperti suka Hana pakai,tapi entah apa yang Hana inginkan.