Ustadz Muda

Ustadz Muda
#171


"Kamu gak papa Bi?" tanya kang Hatim.


"Nggak!" jawab Hana.


"Ya sudah,kamu masak ya,akang mau nyuruh Ustadz Fahmi dan yang lain makan!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab Hana.


"Akang ke depan dulu!" kata kang Hatim.


....


"Gimana istrimu?" tanya Ustadz Fahmi.


"Baik Fah,makasih ya!" jawab kang Hatim.


"Baguslah!"


"Siapa sih yang melakukan hal seperti itu?" tanya kang Hatim.


"Dukun! tapi dukunnya ada yang nyuruh!" jawab Ustadz Fahmi.


"Astaghfirullah iya juga sih,tapi siapa yang nyuruh dukunnya?" tanya kang Hatim lagi.


"Sepertinya masih orang sini!" jawab Ustadz Fahmi.


"Siapa?"


"Gak tahu! dia cemburu sama istri lu!" jawab Ustadz Fahmi.


"Ya Allah,tapi di kampung sini gak ada anak gadis,ada sih tapi masih kecil kecil!" kata kang Hatim.


"Yaaa,gw gak tahu!" kata Ustadz Fahmi.


Apa jangan jangan si Indri ya? kan dia yang ngepet pengen di nikahin! kata hati kang Hatim.


"Ada salah satu santri di sini Fah,yang ingin di nikahin! sampai dia blak blakkan lamar gw,orang tuanya juga!" kata kang Hatim.


"Aku gak tahu Tim,tapi hati hati siapa tahu dia akan mencoba cara lain agar bisa mendapatkan yang dia inginkan! jika sudah cinta Tim,dia akan menghalalkan segala cara agar orang yang dia cinta menjadi miliknya dan mencintainya juga! tapi gw yakin! kalau ke lu,santet,pelet,atau apapun itu gak akan mempan! si dukunnya juga tahu itu! makanya dia nyerang istri lu!" jelas Ustadz Fahmi.


"Kalau ada yang kaya gitu lagi,lu siap dong ke sini lagi?"


"InsyaAllah deh,tapi kalau sekiranya lu bisa nanganin,kenapa harus gw? lu aja!" kata Ustadz Fahmi.


"Gw gak bisa Fah!"


"Gw percaya ama lu!" kata Ustadz Fahmi.


"Gw belum dapat ijin buat ngegunain ilmu itu!" kata kang Hatim.


"Iya gitu?" tanya Ustadz Fahmi.


"Iyaa!"


"Kenapa?" Ustadz Fahmi.


"Gw belum bisa mengontrol emosi dengan baik! gampang naik darah!" kata kang Hatim.


"Ooouh gitu,tapi lu bisa kan?" tanya Ustadz Fahmi.


"Kenapa lu gak datang aja ke syekh,minta ijin!" Ustadz Fahmi.


"Belum sempet!"


"So sibuk lu!" kata Ustadz Fahmi..


"Bukan gitu,tapi gitu sih kayaknya!" sambil cengengesan.


"Gw yakin,kalau lu minta ijin sama syekh,pasti ngijinin! lu juga bakal di beri ijazahan!" kata Ustadz Fahmi.


"Ya sudah,nanti gw nyempetin deh ke sana!" kata kang Hatim.


"Ustadz,setelah ini ada jadwal ke Tanggerang!" kata asistem Ustadz Fahmi mengingatkan jadwal.


"Mau apa?" tanya Ustadz Fahmi.


"Ada undangan meruqyah!" kata asisten itu.


"Oooh,ya sudah kita berangkat sekarang aja!" kata Ustadz Fahmi.


"Eh jangan!" cegah kang Hatim.


"Kenapa?" tanya Ustadz Fahmi.


"Sebentar lagi dzuhur!" jawab kang Hatim.


"Emang kenapa kalau dzuhur?" tanya Ustadz Fahmi.


"Sholat dulu aja!" kata kang Hatim.


"Sholat di jalan aja nanti!" kata Ustadz Fahmi.


"Eh,masa sholat di jalan! dimana mana sholat itu di mesjid! bukan di jalan!"


"Terserah lu lah!"


"Sholat di sini lah,habis sholat lanjut makan! nah kalau sudah makan boleh pulang!" kata kang Hatim.


"Gak usah lah,tadi juga udah makan!" Ustadz Fahmi.


"Kapan?"


"Tadi di rumah!"


"Rumah siapa?"


"Rumah gw lah,masa rumah orang!"


"Emangnya lu bukan orang?"


"Astaghfirullah,ayo pulang lah! pusing!"


........


Selamat hari raya idul fitri semuanya......


Author meminta maaf yang sebesar besarnya kepada semua pembaca,maaf author jarang up,maaf bila ada cerita yang garing,maaf bila ada kata kata dalam novel/pengumuman yang menyinggung,sekali lagi,Author minta maaf yang sebesar besarnya....🙏🙏🙏🙏🙏🙏