
Adzan subuh sudah berkumandang terdengar dari speaker mesjid sehingga membangunkan Nadhiirah dari tidurnya.
Karena dia tidur dengan posisi miring menghadap meja yang di tempati Royyan, jadi saat dia membuka mata, yang pertama dia lihat adalah bagian belakang suaminya yang ternyata masih stand by di tempat terakhir dia melihat Royyan.
Apa ini mimpi? Kenapa dia masih di sana? Nadhiirah bertanya pada diri sendiri dalam hatinya.
"Kang!" panggil Nadhiirah.
"Hm? Eh? Udah bangun?" Royyan memutar kursinya menghadap ke arah Nadhiirah.
"Belum tidur?" tanya Nadhiirah sambil memposisikan dirinya untuk duduk.
"Belum!"
"Ih kenapa?"
"Kan ini nya baru beres! Gak ngantuk juga!" jawab Royyan.
"Awas nanti sakit lah! Masuk angin juga!"
"Gak papa, kan ada kamu yang rawat!"
"Nye nye nye!"
"Durhaka kamu gak mau rawat suami!"
"Yeh, siapa kata gak mau?"
"Ooh mau berarti!"
"Yaa, lihat nanti saja!"
"Tuh kan!"
"Sholat sanah!"
"Iya mau ini juga!"
"Ya udah, cepetan sanah! Ketinggalan berjama'ah nanti!"
"Iya iya! Kaya umma, bawel!"
"Ya kalau gak mau di bawelin, harus sadar, gak perlu di ingetin!"
Royyan tidak menjawab lagi, dia langsung pergi ke kamar mandi untuk ngambil wudhu.
Disaat Royyan sedang di kamar mandi, Nadhiirah membereskan tempat tidur bekas dirinya sendiri.
"Rajin!" kata Royyan sambil membenarkan sarungnya memperhatikan Nadhiirah membereskan tempat tidur.
"Dari kemaren juga kan siapa yang beresin ini!" kata Nadhiirah.
"Oooh iya ya? Tapi emang biasanya sama umma sih, saya jarang beres beres tempat tidur! Gak pernah rapih!"
"Ah itumah alesan aja orang males!"
"Yaa itu salah satu nya sih!"
"Udah wudhu kang?" tanya Nadhiirah sambil menghampiri Royyan.
"Udah, dingin ih!" jawab Royyan.
"Astaghfirullah, apa apaan kamu?!" Royyan menaikan nada bicaranya.
"Hahahahah!"
"Ih nyebelin!"
"Kamu juga!"
"Kamu lebih!"
"Kamu lebih dari segalanya! Titik! Gak ada koma, apalagi tanda kutip atau pun tanda baca yang lain!"
"Terserah kamu lah!"
"Nah gitu dong, ngalah kali kali!"
"Yeh? Kan selalu ngalah!"
"Nye nye nye! Udah ah, sanah wudhu lagi! Kesiangan nanti!" kata Nadhiirah.
"Kamu sih ah!" Royyan kembali ke kamar mandi nya untuk mengulangi wudhu nya akibat kejahilan dia punya istri.
"Kerjain lagi ah!" Nadhiirah sengaja berdiri di depan pintu kamar mandi.
Tidak lama kemudian, Royyan keluar dan langsung Nadhiirah peluk dengan erat.
"Astaghfirullah! Ih!" Royyan marah namun dia tidak berani bertindak.
Yang lama aja Nadh, nyaman begini! Dalam hati Royyan berkata demikian.
"Hahahahah, maaf!" Nadhiirah melepaskan pelukannya sambil tertawa bahagia karena berhasil mengerjai suaminya.
"Kenapa di lepas?"
"Apanya?"
"Pelukannya!"
"Lah?"
"Au ah!" Royyan langsung masuk kembali ke dalam kamar mandi dengan kesal nya.
"Apa aku kelebihan ya? Ah sepertinya dia kesal! Ya Allah maafin aku!" Nadhiirah merasa bersalah atas kelakuannya.
"Gimana cara minta maaf nya ya? Kalau langsung ngomong mah gak ada seni nya!"
"Nanti deh, aku buatkan makanan khusus buat kang Royyan!"
"Awas aja kalau berani sekali lagi!" teriak Royyan dari dalam kamar mandi.
"Iya iya, gak kok!" jawab Nadhiirah dan baru Royyan keluar dari kamar mandi dengan wajah masamnya.
Tanpa melirik istrinya, Royyan datar lurus langsung keluar kamar.
"Ah fix ini mah marah! Ah kacau ah!"
"Sholat dulu deh!"