Ustadz Muda

Ustadz Muda
#141


Grup hadroh pimpinan Al-Habib Ali Zainal Abidin yaitu Az-Zahir istirahat sejenak karena sebentar lagi akan adzan dzuhur.


Tamu tamu laki laki sudah di arahkan agar segera berwudhu untuk melaksanakan sholat fzuhur.Begitu juga tamu tamu undangan perempuan juga ikut berwudhu untuk melaksanakan sholat dzuhur kecuali yang sedang di haramkan untuk sholat.


"Bi,kamu balik ke rumah umi dulu ya!" kata kang Hatim.


"Akang mau ke mana?" tanya Hana.


"Saya mau ke rumah! kalau kamu ikut ke rumah kita,di sana laki laki semua,anak anak hadroh juga di sana!" jawab kang Hatim.


"Ya sudah!" kata Hana.


"Maya!" panggil kang Hatim sambil melambaikan tangannya.


Maya dengan buru buru menghampiri kang Hatim yang memanggilnya sambil menunduk sopan.


"Ada yang bisa saya bantu kang,teh?" tanya Maya.


"Tolong bawa Hana ke rumah umi dulu!" kata kang Hatim.


"Baik kang,ayo teh!" kata Maya.


"Ya sudah,aku pergi dulu ya!" Hana mencium tangan kang Hatim.


"Permisi kang!" kata Maya sambil menuntun Hana turun dari pelaminan diikuti juga oleh bu Nur,ayah Bima dan umi Nurul yang di gandeng oleh Asnawi.


"Hati hati Wi!" kata kang Hatim saat Asnawi sedang turun dari atas pelaminan sambil menggandeng Umi Nurul.


"Iya Man!" jawab Asnawi.


Kang Hatim juga langsung turun dari pelaminan mengikuti yang lain.


Maklum banyak teman,kang Hatim turun langsung pada nyambut.Ada yang bersalaman dengan kang Hatim,ada yang berpelukan.


"Apa kabar semuanya?" tanya kang Hatim.


"Alhamdulillah kita semua baik Ni,bagaimana denganmu?" jawab dan tanya balik Galih salah satu teman kang Hatim.


"Seperti yang kalian lihat!" jawab kang Hatim.


"Alhamdulillah,dah lama gak main ke pesantren!" kata Yogi.


"Maklum mau nikah Gi,pasti sibuk lah!" kata Sakti.


"Hahahah,gak juga! cuman belum sempat aja!" jawab kang Hatim.


"Sempetin dong!" kata Yogi.


"Iya iya,insyaAllah nanti di jadwalkan!" kata kang Hatim.


"Wih,orang sibuk! sombong!" kata Galih.


"Secepatnya ya,Aceng juga pernah nanyain kamu!" kata Sakti.Aceng adalah panggilan Ustadz di garut (kalau gak salah).


"Wah,masa?" tanya kang Hatim.


"Iya,pernah tapi,bukan sering! secara kan kamu santri kesayangan Aceng!" jawab Sakti.


"Kenapa dia gak ikut kalian ke sini?" tanya kang Hatim.


"Aceng lagi di luar kota,jadwal biasa!" jawab Galih.


"Rutinan?" tanya kang Hatim.


"Iyaa!" jawab Galih.


"Ya sudah,sebentar lagi dzuhur nih,mau ke rumah dulu?" tanya kang Hatim.


"Ah gak usah gak usah,kita langsung ke mesjid aja!" jawab Sakti mewakili semua temannya.


"Ya sudah kalau gitu,aku permisi dulu ya,gerah pakai baju begini!" kata kang Hatim.


"Yeh,udah cakep tuh,udah kaya ulama salaf!" kata Sakti.


"Bisa aja!" kata kang Hatim diikuti tertawaan.


"Eh,di cukur Ni?" tanya Yogi yang melihat kang Hatim rapih.Waktu di pesantren yang di garut,kang Hatim memanjangkan rambutnya yang sedikit beruntung sampai ke punggung.Teman temannya yang ada di sana sekarang juga berambut panjang semua.


"Di suruh umi!" jawab kang Hatim.


"Bukan di suruh istri?" goda Galih.


"Gak,di cukur sebelum nikah dan sebelum balik ke rumah!!" jawab kang Hatim.


"Oouh,kirain!" kata Galih.


"Sudah makan kalian?" tanya kang Hatim.


"Sudah sudah!" jawab Sakti dan diikuti yang lain.


"Ya sudah Ni,kami mau ambil wudhu dulu ya!" kata Galih.


"Iya iya,nanti lanjut ya!" kata kata kang Hatim.


"Siaap!" jawab Galih.


"Ayo!" kata Galih mengajak teman temannya.


Kang Hatim melanjutkan perjalan dan bertemu lagi di episode selanjutnya....