Ustadz Muda

Ustadz Muda
#161


Kang Hatim,kang Rahmat,kang Roni,Taufiq,Zulfi serta Aang Kafi baru selesai sholat dzuhur berjamaah.


"Kamu yang betah di sini Zul!" kata kang Hatim.


"Pasti man!" jawab Zulfi.


"Terima kasih juga Tim!" kata Aang Kafi.


"Terima kasih untuk apa?" tanya kang Hatim.


"Sudah ceramah di depan anak anak tadi!" jawab Aang Kafi.


"Tadi Hatim ceramah?" tanya kang Rahmat.


"Hheh,iya kang,bukan ceramah sih,tapi jawab pertanyaan anak anak!" jawab aang Kafi.


"Oouh!" kang Rahmat mengangguk angguk.


"Sepertinya sudah waktunya kita pulang kang!" kata kang Hatim.


"Iya Tim!" jawab kang Rahmat.


"Ya sudah,ang kami titip Zulfi di sini,kami juga serahkan tanggung jawab kami terhadap Zulfi kepada Aang!" kata kang Hatim.


"Terima kasih sudah memberikan tanggung jawab yang besar itu,semoga Zulfi bisa betah dan bisa menghasilkan ilmu yang bermanfaat!" kata aang Kafi.


"Oh iya ang,jika nanti Zulfi nakal,Aang boleh menghukum dia seberat apapun!" kata kang Rahmat.k


"Ah iya kang,yakin aja Zulfi gak nakal kok!" kata aang Kafi.


"Ini ang,ada sedikit rezeki buat makannya Zulfi dan bayar listrik!" kata kang Rahmat.


"jazakallah khairan katsiran,saya terima dengan senang hati kang,semoga di balas dengan yang lebih lebih!" kata aang Kafi.


"Aamin aamin!" kata kang Rahmat.


"Ya sudah ayo kang!" kata Kang Hatim.


"Ayo ayo!"


"Kak,aku juga mau disini!" kata Taufiq.


"Jangan,nanti aja!" kata Zulfi.


"Emangnya mondok di mana?" tanya aang Kafi.


"Di Nurul Qur'an,sama seperti Zulfi sebelum ke sini,dia mondok dulu di sana!" jawab kang Rahmat.Jantung Zulfi dag dig dug jeder takut ketahuan apa yang dia rahasiakan.


"Oouh!" aang Kafi mengerti.


"Ang,ibu ibu di mana ya?" tanya kang Hatim.


"Aduh pengantin baru sepertinya sudah kangen!" canda aang Kafi.


"Harus dong!" kata kang Hatim.


"Sebentar ya,saya suruh santriawati manggil mereka!" kata aang Kafi dan langsung keluar rumah untuk mencari salah satu santri perempuannya agar bisa dia suruh supaya manggil Hana dan teh Alvi.


"Ya sudah ang,sekali lagi kami titip Zulfi di sini!" kata kang Rahmat.


"Iya Kang,dengan senang hati saya akan menjaga Zulfi!" kata aang Kafi.


Kang Rahmat,kang Roni,kang Hatim,Taufiq,Zulfi bersama Aang Kafi sudah berada di parkiran menunggu Hana dan teh Alvi datang.


Tidak lama kemudian,teh Alvi yang menuntun Alvin datang bersama Hana di temani seorang santriawati yang tadi di suruh oleh aang Kafi.


"Fi,paman tinggal kamu di sini ya,nurut sama Aang,patuhi aturan! jangan boros! jangan kabur kaburan! tekun belajar!" kata kang Hatim yang memang tidak bosa menasehati keponakannya itu.


"Iya man,makasih!" Zulfi dan kang Hatim berpelukan perpisahan dan setelah berpelukan Zulfi mencium tangan kang Hatim.Dan kang Hatim mengusap kepala Zulfi tanda memberi berkat.


"Dengarkan nasehat pamanmu!" kata kang Rahmat dan dia juga berpelukan dengan Zulfi.


"Yang sering main kesini Tim!" kata Aang Kafi.


"InsyaAllah ang!" kata kang Hatim dan mereka juga berpelukan.Kang Hatim mau mencium tangan aang Kafi namun tidak bisa,aang Kafi tidak mau tangannya di cium.


Setelah berpelukan bersama ayahanda tercinta yaitu kang Rahmat,dan sekarang berpelukan bersama kang Roni,dan Zulfi juga meminta doa dari kang Roni.


"Ang!" kang Rahmat dan aang Kafi berpelukan.Mereka bersalaman dan aang Kafi ingin mencium tangan kang Rahmat namun di tolak.


"Buat sesuatu!" kata kang Rahmat dan memasukan amplop pada saku baju aang Kafi.


"Aduh,gak usah kang gak usah!" aang Kafi berusaha menolak dan memberikan amplop itu kembali,tapi kang Rahmat menolaknya.


Zulfi berpelukan dengan adiknya Taufiq.


"Doakan kakak Fiq!" kata Zulfi.


"Iya kak,aku selalu doakan kakak,kakak juga doakan aku ya!" kata Taufiq.


"Pastinya!" kata Zulfi.


"Bibi,minta doanya bi!" Zulfi berpelukan bersama bibi nya yaitu teh Alvi.


"Iya Fi,bibi doakan semoga kamu sehat sehat di sini,mendapatkan ilmu yang banyak dan bermanfaat!" doa teh Alvi untuk Zulfi.


"Aamiiin,makasih bi!" kata Zulfi dan mencium tangan teh Alvi.


"Buat jajan!" teh Alvi memberi uang dua ratus ribu pada Zulfi.


"Terima kasih bi!" kata Zulfi dengan wajah senang.


"Bi,minta doanya bi!" kata Zulfi pada Hana tapi tidak sambil berpelukan.


"Iya nanti di doakan!" kata kang Hatim sinis.


"Terima kasih paman!" kata Zulfi.


"Di kasih berapa sama bi Alvi?" tanya kang Hatim.


"Dua ratus ribu!" jawab Zulfi.


"Nah,aku tambahin!" kata kang Hatim memberikan uang seratus ribu lembar.


"Masa cuma segini man?" tanya Zulfi setelah di beri uang seratus ribu oleh kang Hatim.


"Itu juga cukup untuk satu tahun Zul!" jawab kang Hatim.


"Alah mana cukup man,tiga ratus ribu buat sebulan aja gak cukup!" kata Zulfi.


"Seratus ribu itu buat tiga bulan,tanya aang kalau gak percaya!" kata kang Hatim.


"Lain dulu lain sekarang man!" kata Zulfi.


"Nah,cukup!" kang Hatim memberikan uang seratus ribu lagi.


"Nah,gitu dong,baik banget emang paman tampan ku ini!" kata Zulfi.


"Ya sudah,ang kami titip Zulfi ya!" kata kang Hatim...