
"Sore ini,kita hapalan dulu qur'an dulu ya,kitab kitan yang lain,biar nanti malam saja kita lanjutkan!" kata kang Hatim.
"Hana,sudah hapal berapa juz?" tanya kang Hatim.
"Ah baru enam kang!" jawab Hana dengan malu.
"Lanjutkan menghapal,jangan karena sudah menikah kamu jadi berhenti menghapal.Karena,oh maaf saya bahas sedikit pribadi ya! sejak kamu menikah,saya tidak pernah melihat kamu menghapal,mau itu menghapal Al-Qur'an,ataupun Al-Fiyyah!" kata kang Hatim yang membuat Hana malu.
"Iya kang!"
"Maya berapa juz?" tanya kang Hatim.
"Enam kang!" jawab Maya.
"Juz berapa saja?"
"Tiga puluh sampai dua puluh empat kang!" jawab Maya.
"Baca surat Al-Ahqaf ayat dua puluh enam!"
"Audzubillah himinas syaiton nirojim
Bismillaahir-rahmaanir-rohiim
wa laqod makkannaahum fiimaaa im makkannaakum fiihi wa ja'alnaa lahum sam'aw wa abshoorow wa af-idatang fa maaa aghnaa 'an-hum sam'uhum wa laaa abshooruhum wa laaa af-idatuhum ming syai-in iz kaanuu yaj-haduuna bi-aayaatillaahi wa haaqo bihim maa kaanuu bihii yastahzi-uun!" jawab Maya.
"Hana,bacakan artinya!"
"Dan sungguh, Kami telah meneguhkan kedudukan mereka (dengan kemakmuran dan kekuatan) yang belum pernah Kami berikan kepada kamu dan Kami telah memberikan kepada mereka pendengaran, penglihatan, dan hati; tetapi pendengaran, penglihatan, dan hati mereka itu tidak berguna sedikit pun bagi mereka, karena mereka (selalu) mengingkari ayat-ayat Allah, dan (ancaman) azab yang dahulu mereka olok-olokkan telah mengepung mereka." jawab Hana.
"Riska,berapa juz?
"Lima kang!" jawab Riska.
"Juz berapa saja?"
"Bacakan surat Al-Imran ayat seratus tiga!"
"Audzubillah himinas syaiton nirojim
Bismillaahir-rahmaanir-rohiim
wa'tashimuu bihablillaahi jamii'aw wa laa tafarroquu wazkuruu ni'matallohi 'alaikum iz kungtum a'daaa-ang fa allafa baina quluubikum fa ashbahtum bini'matihiii ikhwaanaa, wa kungtum 'alaa syafaa hufrotim minan-naari fa angqozakum min-haa, kazaalika yubayyinullohu lakum aayaatihii la'allakum tahtaduun"
"Bagus,Rika berapa juz?"
"Tujuh kang!" jawab Rika.
"Juz berapa saja?"
"Juz tiga puluh,juz satu sampai enam!" jawab Rika.
"Baca surat An-Nisa ayat seratus enam puluh dua!"
"Audzubillah himinas syaiton nirojim
Bismillaahir-rahmaanir-rohiim
laakinir-roosikhuuna fil-'ilmi min-hum wal-mu-minuuna yu-minuuna bimaaa ungzila ilaika wa maaa ungzila ming qoblika wal-muqiimiinash-sholaata wal-mu-tuunaz-zakaata wal-mu-minuuna billaahi wal-yaumil-aakhir, ulaaa-ika sanu-tiihim ajron 'azhiima!"
"shadaqallahul adzim,Teruskan menghapal ya,jangan berhenti menghapal,walaupun nanti kalian sudah nikah,sudah punya anak,sudah tua,teruskan menghapal.Jangan berhenti.Bahaya jika kita sudah hapal ayat ayat suci Al-Qur'an lalu lupa,nah itu bisa dosa.Lanjutkan menghapal itu pesan saya.Mengahapal Al-Fiyyah jangan berhenti,menghapal jurumiyyah jangan sampai lupa.Imrity,nadzom maqsud,jauhar maknun,dan yang lain lain,jangan sampai lupa.Saya juga tadinya saya ingin menikah dengan perempuan yang hapal tiga puluh juz,agar bisa sebanding dengan saya,maaf bukan sombong ya,hanya agar menjadi motifasi.Saya tadinya ingin menikah dengan perempuan yang hapal tiga puluh juz,namun ternyata cinta mengalahkan cita cita.Ya,karena saya cintanya sama Hana,jadi saya nikah sama Hana!" Para santri bersorak mendengar kalimat kang Hatim.
Teman teman Hana juga jadi menggoda Hana.Hana hanya tertunduk malu.
"Sekian yang bisa saya sampaikan,mohon maaf bila ada kesalahan,wassalamualaikum wr wb!"