
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarakaatuh!" Kata kang Hatim setelah semua siap dan duduk di kursi masing masing.
"Waalaikum salam warahmatullahi wabaratkaatuh!" jawab sebagian karyawan.
"Mungkin sebelumnya saya mohoh ijin untuk berbicara menggantikkan atau mewakilkan istri saya!''
"Yang pertama,perkenalkan! Nama saya Muhammad Hatim Husni Abdurahman! Mau pakai Al Habsy seperti pak Arjuna boleh,jadi Muhammad Hatim Husni Abdurahman Al Habsy! Tapi panggil Hatim saja tapi,biar gak ribet!" Perkenalan kang Hatim yang mungkin cukup ribet karena memang ada rasa gugup dalam hati kang Hatim harus berbicara di depan orang yang beda jurusan dengannya.Bahkan sebelumnya dia belum pernah ikut meeting atau rapat seserius dan setegang ini.
"Kemudian,seperti yang kita semua tahu,bahwa sanya pemilik dari perusahaan ini,yaitu ayah mertua saya ayah Bima dan bu Nuraeni sudah meninggal dunia! Kita doakan semoga mereka di terima di sisi Allah,di tempatkan di surganya Allah yang penuh dengan kenikmatan! Oleh karena itu,karena tidak ada lagi ahli waris dari ayah Bima,hanya ada putrinya yang mungkin kalian sudah tahu namanya tapi belum tahu orangnya apalagi wajahnya!'' kata kang Hatim yang lagi lagi dia bicara belibet.
"Maaf sebelumnya,sebaiknya perkanalkan kembali karena ada sebagian karyawan yang belum tahu!" kata Arjuna.
"Oh gitu? Ya sudah! Perkenalkan diri kamu bi!" kata kang Hatim.
"Nama aku Farhana Sri Cempaka Indah! Panggil aja Hana!" kata Hana.
"Saya dan istri saya juga belum tahu nama kalian semua! Saya dan istri saya hanya tau Sekretaris Arjuna yang masyaAllah sangat ganteng ini! Dan jika semua perkenalan satu satu akan butuh waktu banyak!" kata kang Hatim.
"Mungkin,langsung saja ke tujuan saya dan istri saya datang ke sini!'' kata kang Hatim yang merasa dari tadi dirinya ngoceh tapi tidak ada satu pun yang merespon membuat kang Hatim semakin gugup.
"Jadi,seperti yang tadi saya katakan,bahwa tidak ada lagi ahli waris dari ayah Bima selain istri saya,maka otomatis perusahaan ini akan menjadi milik istri saya! Namun karena saya dan istri saya tinggal di kampung,jadi saya dan istri saya tidak bisa setiap hari ke sini dan mengurus semuanya seperti yang dilakukan ayah Bima! Tapi semuanya akan saya serahkan kepada Pak Arjuna sebagai sekretaris ayah Bima yang mungkin sudah sangat ayah Bima percaya! Sedangkan istri saya dan saya tentunya akan datang kesini hanya dua hari dalam satu minggu! Ya bukannya istri saya dan saya tidak mau mengurus ini semua,namun karena saya juga punya kepentingan pribadi di pesantren,termasuk ngajar santri dan mengurus pekerjaan yang lain! Terus,kenapa gak di tinggalkan saja Farhana di sini? Wah gak mungkin dong! Kenapa gak sama saya aja sekalian tinggal di sini tinggalkan pesantren dan yang lain,kan ada orang lain? Saya punya ilmu,walau hanya seteteh air dari jarum,tapi tetap harus di amalkan! Kan di sini juga bisa mengamalkan ilmu,beda jurusannya! Memang saya juga di ajarkan cara berbisnis waktu di pesantren dulu,tapi saya tidak terlalu mendalaminya dan jadi kurang ahli! Dan mungkin saya ahlinya di bab agama!" kata kang Hatim.
"Silahkan!" jawab kang Hatim.
"Kan semua aset aset dan berkas berkas di perusahaan ini masih atas nama pak Bima,apa mau di alih nama kan? Tapi menurut saya memang harus di pindah namakan,karena biar gak susah nantinya!" kata Arjuna.
''Alih namakan saja! Atas nama suami saya tapi! Jangan atas nama saya!" kata Hana.
"Eh jangan jangan!'' kata kang Hatim.
"Disini jabatanku lebih tinggi dari akang! Akang harus nurut dulu sama aku!'' kata Hana membuat kang Hatim bungkam.
"Jadi gimana?" tanya Arjuna.
"Atas nama Muhammad Hatim Husni Abdurahman!" jawab Hana.
MasyaAllah tabarokallah Alhamdulillah tidak terasa sudah 200 episode Ustadz Muda semoga kedepannya semakin baik dan Authornya semakin rajin update...
Kenalkan,nama lengkap author Sandi Teguh Maulana....