
Mobil yang di kendarai kang Hatim dan Hana sudah memasuki area pesantren.Para Santri sedang sibuk beres beres membersihkan seluruh wilayah pesantren,namun ada saja yang menyempatkan diri untuk menyambut atau hanya sekedar menganggukkan kepala ke arah mobil kang Hatim.Walau mereka tidak yakin kang Hatim melihat mereka,tapi semoga saja kang Hatim melihatnya dari dalam mobil.
"Kang,aku mau turun di sini,aku mau bantu bantu!" kata Hana.
"Ke rumah dulu!" kata kang Hatim.
"Tapi...!"
"Hana.....!"
"Iya!" kata Hana.
Sesampainya di depan rumah kang Hatim,Hana turun setelah pintu mobi di bukakan oleh kang Hatim dan ternyata sudah ada Liza yang sedang duduk sendirian di teras rumah kang Hatim yang sudah berantakan karena mainan Liza di mana mana.
"Assalamualaikum!" kata Kang Hatim.
"Waalaikum salam!" jawab Liza berdiri menyambut pamannya dan mencium tangan kang Hatim dan tangan Hana.
"Kamu sedang apa?" tanya kang Hatim.
"Iza lagi nunggu paman dari tadi!" jawab Liza dengan wajah kesal.
"Nunggu paman? emangnya ada apa? kok tumben!"
"Kan paman sudah janji mau main sama iza sekarang!" kata Liza.
"Oh iya ya,aduh maaf ya paman lupa!" kata kang Hatim.
"Emangnya paman dari mana?" tanya Liza.
"Paman? euh paman habis jalan jalan!" jawab kang Hatim.
"Jalan jalan? kok gak ngajak Iza? Paman jadi lupa sama Iza gara gara sama bibi Hana terus!" kata Liza.
"Eh nggak,paman gak lupa sama kamu!"
"Iza juga mau jalan jalan!" kata Liza.
"Ya sudah,lain kali kita jalan jalan ya!"
"Kapan?"
"Nanti!"
"Nanti kapan?"
"Nanti kalau paman ada waktu!"
"Sama Iza gak ada waktu,tapi sama bibi Hana ada waktu!"
"Kamu dari tadi nunggu disini sendirian?" tanya kang Hatim mengalihkan pembicaraan karena bingung harus jawab apa.
"Nggak!"
"Terus,sama siapa?"
"Sama kang Zulfi!"
"Sama kang Zulfi? kang Zulfinya mana sekarang?"
"Lagi beli makanan,karena sudah terlalu pama kita nunggu paman sampai Iza dan kang Zulfi lapar!" kata Liza.
"Paman duluan saja masuk,nanti aku nyusul sama kang Zulfi!" kata Liza.
"Ya sudah,paman tunggu di dalam ya!"
"Iya!"
"Ayo!" kata kang Hatim sambil menggandeng tangan Hana.
"Paman!" panggil Liza.
"Apa?" tanya kang Hatim.
"Jangan berpegangan tangan! bukan muhrim!" kata Liza.
"Oh iya lupa!" kang Hatim melepaskan tangannya dari tangan Hana.
"Ayo!" kata Hana basa basi dan malah di jawab senyuman oleh Liza.
"Kang,aku mau bantu bersih bersih boleh ya?!" kata Hana.
"Boleh,tapi buatkan dulu saya kopi!" kata kang Hatim.
"Ya sudah,tunggu sebentar!" kata Hana dan langsung pergi ke dapur untuk melaksanakan perintah kang Hatim.
Kang Hatim duduk di kursi di ruang keluarga sambil memainkan hand phone.
"Ini kang kopinya,aku pergi dulu ya!" kata Hana setelah menyimpan kopi di meja di depan kang Hatim.
"Iyaa!"
"Assalamualaikum!" kata Hana setelah mencium tangan kang Hatim.
"Waalaikumusalam!" jawab kang Hatim.
Hana langsung ke luar rumah.Masih ada Liza di sana sedang memainkan boneka beruang sendirian.
"Kang Zulfi nya belum kembali?" tanya Hana.
"Belum!" jawab Liza.
"Ya sudah,tunggu di dalam saja sama paman Hatim!" kata Hana.
"Iza mau tunggu kang Zulfi di sini aja! bibi mau ke mana?"
"Bibi mau ke depan,mau bantu bersih bersih!" jawab Hana.
"Ooooh!" Liza mengangguk angguk.
"Bibi pergi dulu ya!" kata Hana.
"Iya bi!" Liza langsung mencium tangan Hana dan Hana mengusap kepalanya dengan lembut.
"Assalamualaikum!" kata Hana.
"Waalaikum salam!" jawab Liza.
Semangat guys.....