
"Bagaimana kalau kita bawa ke rumah sakit atau dokter?" tanya teh Dawa.
"Sepertinya hal yang di alami Hana bukan hal yang biasa! dan tidak akan bisa di tangani oleh dokter!" jawab kang Hatim.
"Terus gimana Tim? kasihan Hana kalau gak di obati! nanti bisa jadi terus terusan seperti itu!" ujar teh Dawa.
"Besok aku akan panggil temanku yang sudah jago hikmah teh,semoga saja dengan bantuan dia,Allah menyembuhkan Hana!"
"Sekarang aja Tim,jadi besok dia sudah ke sini!" kata teh Dawa.
"Oh iya,aku minta maaf tentang Zulfi teh!" kata kang Hatim.
"Iya gak papa Tim,tadi teteh sudah dengar penjelasan kang Rahmat!" kata teh Dawa.
"Teh,tolong,tentang Hana jangan di bocorkan ke orang lain ya,apalagi umi!"
"Iya,teteh ngerti ko!" jawab teh Dawa.
"Ya sudah,teteh pulang dulu ya!"
"Iya teh silahkan,terima kasih!" kang Hatim mencium tangan teh Dawa.
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumussalam!"
Setelah teh Dawa pergi,kang Hatim kembali ke atas untuk melihat Hana.
Sesampainya di kamar,kang Hatim tersenyum lega karena Hana masih tertidur pulas.
Setelah melihat Hana baik baik saja,kang Hatim lanjut mandi.
Setelah mandi,kang Hatim sholat isya.Setelah itu dia menelepon temannya yang ahli hikmah itu.
Percakapan dalam telepon...
"Assalamualaikum!"
"Waalaikumussalam!"
"Masih ingat saya tuan?"
"Tuan tuan apaan lu Husen!"
"Hahah,lagi sibuk gak?"
"Ngga tuh,ada apa? tumben!"
"Ini Fah,istri gw gak tahu kenapa,tiba tiba dia kesakitan gitu! gak gw yakin,dia bukan sakit secara medis!"
"Aduh,terus gimana?"
"Iya,tadi gw baca baca dalam kitab,Alhamdulillah dia bisa sembuh! tapi gw gak tahu dia kenapa,dan gw takut dia kenapa napa lagi!"
"Kalau bisa sih,gw mau minta tolong! lu kesini besok!"
"Aduh,besok sih gw jadwal ke mana ya? kayanya gak ada jadwal deh! bentar ya,gw tanya dulu!"
"Besok gw jadwal ke Bangkalan! tapi lu tenang aja! ke Bangkalan biar di wakilin! gw insyaAllah besok ke sana!"
"Alhamdulillah,makasih ya!"
"Iya,tenang aja!"
"Eh,gimana pesantren?"
"Alhamdulillah baik baik saja!"
"Ya sudah,gw tunggu lu di sini ya! hati hati di jalan!"
"InsyaAllah!"
"Udah dulu ya,sampai jumpa besok! Assalamualaikum!"
"Waalaikumussalam!"
......
"Alhamdulillah,si Fahmi mau datang ke sini!" kata kang Hatim setelah nutup telepon.
Kang Hatim duduk di samping Hana sambil membuka cadarnya.Karena tadi dia tidak sempat membuka cadar.
"Sayang,semoga cepat sembuh ya! lebih baik akang saja yang sakit dari pada kamu yang sakit! karena saat kamu sakit akang lebih sakit!" kata kang Hatim sambil mengelus pipi putih mulus Hana.
"Kamu cantik bi,mau sedang tidur ataupun sedang bangun,kamu tetap cantik!" sambil senyum senyum sendiri.
Terakhir kang Hatim mencium pipi dan kening Hana menunjukkan rasa kasih sayang dan cintanya kepada sang istri.
Dirasa dirinya sudah lelah,akhirnya kang Hatim ikut berbaring dan tidur bersama sang istri.
"Hey Farhana! dasar cewe munafiq!" teriak seorang perempuan kepada Hana.
Teriakan wanita itu membuat Hana kaget dan terbangun dari tidurnya.
"Enak ya,bisa tidur sama laki laki yang dicintai temannya sendiri, tapi malah di rebut!" teriak wanita itu lagi.
"Kau tertawa di atas penderitaan orang lain Farhana!" bentaknya.
Hana hanya bisa diam dengan bingung.Dia tidak mengerti apa yang orang itu sampaikan.
"Gara gara kau menikah dengan laki laki yang gw cinta,gw gak bisa makan,gak bisa minun,gak bisa tidur! tapi lu malah bahagia!"
........Sorry baru up dan sekali up nya pendek........