
Melahirkan,bukan lah hal yang bisa di lakukan oleh semua orang.Bukan hanya laki laki yang tidak bisa melahirkan,melaikan perempuan juga banyak yang tidak di berikan kesempatan untuk menikmati perjuangan itu.Kenapa di sebut perjuangan? Ya karena memang melahirkan itu bukan hal yang mudah,memang butuh perjuangan.Mau itu perjuangan tenaga,pikiran termasuk biaya.
Hana adalah salah satu perempuan yang Allah beri kesempatan bisa melahirkan seorang anak dari rahim nya langsung dengan perjuangan maksimal hingga berhassil melahirkan seorang yang mana nantinya anak nya itu akan menjadi apa yang ibu dan ayahnya cita citakan.
Maklum semalaman tidak tidur,kini kang Hatim dan Hana dengan si bayi menjadi penengah di antara mereka,mereka tertidur dengan nyenyak.
Tok tok tok
Buru buru bi Asih untuk membuka pintu rumah kang hatim takutnya berisik dan mengganggu majikannya istirahat.
"Bi,Hatim sama Hana nya mana?" tanya teh Alvi setelah di bukakan pintu dan bi Asih melihat dua orang yang dia kenal di belakang teh Alvi.
"Ada non,lagi istirahat jawab bi Asih! Non kok bisa sama non Auni dan den Arjuna?"
"Ah iya bi,mereka datang ke sini sengaja mau lihat si baby!" jawab teh Alvi.
"Tapi non,kang Ustadz sama non Hana nya lagi istirahat!" kata bi Asih.
"Oh iya gak papa,ayo masuk dulu!" kata teh Alvi.
"Iya silahkan non,den!" kata bi Asih.Auni dan Arjuna pun masuk setelah di persilahkan oleh teh Alvi dan bi Asih.Auni dan Arjuna di bawa agar duduk di ruang tamu.
"Bi,buatkan dulu minuman sama makanan ya!" kata teh Alvi.
"Baik non!" jawab bi Asih.Dan teh Alvi langsung pergi.
"Non Auni,den Arjuna mau minum apa?" tanya bi Asih.
"Apa aja bi! Bibi sehat?" jawab Arjuna dan nanya balik.
"Alhamdulillah sehat den,non Auni mau minum apa?"
"Samakan saja sama mas Juna!" jawab Auni.
"Bi Ina mana bi?" tanya Arjuna.
"Ada di belakang! Nanti bibi suruh ke sini!" jawab bi Asih.
"Gak usah bi kalau lagi ada pekerjaan! Nanti aja!" kata Arjuna.
"Iya den,ya sudah,bibi tinggal dulu ya!" kata bi Asih.
"Iya bi silahkan!" jawab Arjuna.Bi Asih lanjut pergi ke dapur membuatkan minuman dan membawakan makanan.
Teh Alvi dengan hati hati pelan pelan membuka pintu kamar yang di tempati kang Hatim dan Hana yang kebetulan tidak di kunci.
Seketika teh Alvi tersenyum manis melihat kedua adiknya tertidur dengan nyaman dengan keduanya menghadap ke si baya dan keduanya juga memeluk si bayi anak pertama mereka.
Teh Alvi melanjutkan mengendap endap berjalan ke samping kang Hatim.Setelah sampai di samping kang Hatim,teh Alvi bernafas lega karena melihat Hana yang masih tetap tenang dengan tidurnya.
"Hatiim!" bisik teh Alvi sambil menepuk nepuk pelan pipi adiknya."Hatim! Bagun!" kata teh Alvi dengan berbisik namun karena terlalu cape kang Hatim tidak bangun juga.
"Yeh si Hatim kebiasaan kalau tidur susah di bangunin!" kata teh Alvi dengan pelan."Oh iya!" ide jahil teh Alvi muncul.Teh Alvi membuka paksa mata kang Hatim.
"Bangun kebo!" bisik teh alvi hingga kang Hatim terpaksa membuka matanya walau berat.
"Apeth" kang Hatim hendak bicara tapi mulutnya buru buru di tutup oleh tangan teh Alvi.
"Ayo bangun dulu! Jangan sampai istrimu terganggu sampai bangun!" kata teh Alvi.
Kang Hatim melirik ke arah Hana,kemudian ke arah si kasep dan mengangguk ke arah teh Alvi.Dia bangkit dari tidurnya dengan masih berusaha mengumpulkan memorynya.
"Ada apa sih?" tanya kang Hatim pelan dengan mata kembali tertutup.
"Ada adik angkat Hana sama sekretaris mu!" jawab teh Alvi.
"Siapa?" tanya kang Hatim.
"Auni sama Arjuna!" jawab teh Alvi.
"Ouh,ngapain mereka ke sini?"
"Ya mau lihat bayi lah!"
"Ooh,ya sudah tolong teteh temani mereka dulu! Aku mau ke kamar mandi cuci muka dulu!" kata kang Hatim.
"Iya! jangan bangunkan Hana!" kata teh Alvi.
"Iya!"
"Ya sudah,cepetan!" kata teh Alvi langsung pergi lagi namun tidak mengendap ngendap tapi tetep menuntup pintunya dengan pelan pelan.
Kang Hatim kembali melirik istri dan bayinya dan menatapnya.
"Gak nyangka banget sih,baru kemarin aku di suruh umi agar gak berangkat lagi mondok! Rasanya juga baru kamarin umi nyuruh aku nikah! Serasa baru kemarin juga aku bersalaman dengan ayah Bima ijab qobul! Dan sekarang aku sudah punya si bayi si tampan! Punya tanggung jawab lebih!" kata kang Hatim bicara sendiri.
Setelah merasa cukup memandang wajah sang istri dan putranya,kang Hatim lanjut ke kamar mandi dan sap siap menemui Auni dan Arjuna.
*Assalamualaikum bestie bestie,maaf ya Author baru update! Author kan juga punya urusan lain,khususnya di sekolah! Di rumah juga sama! Sekali lagi maaf ya...
*Oh iya,ternyata novel ini sudah setahun lebih novel ini bersama kita! Awal di buat tanggal 24 Juli 2021 dan sekarang tanggal 15 Agustus 2022... Tidak ada lain selain Alhamdulillah! Doanya,semoga author selalu di beri kesehatan,di beri kelancara segala urusan,dan semoga novel kita ini cepat tamat,cepat ending... Dan doakan juga semoga novel ini bisa jadi persi cetak...