
"Ada apa dengan kalian? kenapa kalian bertengkar?"
"Indri membuat saya kesal teh,Indri meminta kang Hatim menikahinya di depan kami semua teh!" kata Maya.
"Saya cuman minta di nikahi kang Hatim,gak salah kan teh? kan kang Hatim ustadz,sudah memenuhi syarat bisa menikahi empat wanita!" kata Indri membuat semuanya kaget.
Teh Dawa juga tercengang mendengar kalimat yang di sampaikan Indri.Kang Hatim menepuk jidat bingung harus buat apa.
"Apa maksud kamu?" tanya teh Zahra.
"Iya teh,aku meminta dan menawarkan agar kang Hatim sebagai laki laki yang punya hak menikahi empat orang perempuan menikahi saya sebagai istri ke duanya! Saya ingin seperti perempuan perempuan yang baginda Nabi nikahi! saya ingin di angkat derajat dan di tolong!" kata Indri.
"Indri,laki laki itu masih banyak yang belum beristri! Coba kamu ada di posisi Hana,pasti kamu juga tidak mau kalau berbagi suami,walau perempuan yang rela untuk di poligami jaminannya surga!" kata teh Dawa.
"Kalau saya jadi Hana,saya mau saja di poligami teh,kan saya sholehah!" Kata Indri.
"Teh Hana lebih tua darimu bodoh! kau jangan berbicara tidak sopan padanya!" bentak Maya.
"Sudah sudah,diam dulu!" kata teh Zahra.
"Gak peduli! mau lebih tua,mau lebih muda orang dia gak pantas untuk di hargai!" kata Indri.
"Dasar abu jahal!" bentak Maya.
"Sudah sudah,diam dulu!" kata teh Zahra.
"Maya,Indri ikut saya! yang lain kembali ke kobong!" kata teh Dawa.
"Saya mau ikut teh,saya mau bela teh Hana!" kata Naya.
"Saya juga teh!" kata Ros.
"Saya juga!" kata Rika.
"Saya juga!" kata Riska.
"Ya sudah,Naya dan Maya saja! yang lain ke kobong,yang mau makan, makan!" kata teh Dawa.
"Iya teh!" jawab semua santri.
"Ayo ikut!" kata teh Dawa dan langsung pergi diikuti kang Hatim,teh Zahra,Maya,Naya,dan Indri yang bukannya takut tapi malah senyum senyum.
"Sepertinya dia memang gila!" bisik Naya pada Maya.
"Sudah tahu! dia gila!" kata Maya tidak berbisik hingga terdengar semua orang.
"Diam,berisik!" kata teh Dawa.
Teh Dawa membawa mereka ke rumah kang Hatim.Mereka masuk ke ruang tamu.
๐ฆ๐ฆ๐ฆDi rumah Umi
Hana hanya diam melamun.
"Hana anakku,sebenarnya tadi apa yang terjadi di atas tadi?" tanya Umi Nurul.
"Emh,saya gak tahu umi,tadi kang Hatim langsung nyuruh saya manggil teh Dawa!" jawab Hana berbohong karena sebenarnya dia tahu apa yang terjadi.
"Kamu harus sabar ya,pasti dalam rumah tangga itu banyak percobaan! minimal lima tahun,dalam rumah tangga itu terus perkenalan! bahkan sampai kapanpun akan terus perkenalan! setiap hari akan ada hal yang baru!" kata umi Nurul.
"Iya umi!" kata Hana.
๐ฆ๐ฆ๐ฆKembali ke persidangan di rumah kang Hatim...
"Indri,kenapa kamu ingin sekali di nikahi kang Hatim?" tanya teh Dawa.
"Aku sangat sangat sangaaat mencintai kang Hatim teh,sejak pertama bertemu aku langsung jatuh hati sama kang Hatim!" jawab Indri sambil menatap kagum dan genit pada kang Hatim.
Kang Hatim hanya memalingkan wajah saat di tatap oleh Indri.Dia menghindari zina mata.Apalagi Indri melepas cadarnya.
"Apa kamu tahu? kamu tidak bisa menikah dengan orang yang tidak mencintai kamu!" kata teh Dawa.
"Tapi kang Hatim mencintai aku teh!" kata Indri.
"Kang Hatim mencintai teh Hana,bukan mencintai wanita tak tahu malu sepertimu Fir'aun!" kata Maya.
"Eh sudah!" kata teh Zahra menenangkan Maya.
"Jangan so tahu!" bentak Indri.
"Kamu tahukan,kang Hatim sudah punya istri? kenapa kamu mau jadi yang kedua?" tanya teh Dawa.
"Cinta itu buta dan tuli,tak melihat tak mendengar,namun datangnya dari hati,tidak bisa di pungkiri!" Indri menjawab pertanyaan teh Dawa dengan nyanyian.
"Hatim,apa kamu mau menikahi Indri sebagai istri keduamu?" tanya Teh Dawa.
*Gabung di grup AuthorSyiba ya,jadi kalian bisa ngobrol sama Author,bisa mengkritik,bisa bertanya tanya masalah,bisa curhat,siapa tahu Author bisa bantu menyelesaikan masalah๐ ๐๐๐