Ustadz Muda

Ustadz Muda
#234


Seminggu kemduain,dari kang Hatim ke rumah teh alvi dan berlatih bersama anak anak santri di sana.Kang Hatim dan Hana sedang ikut berkumpul bersama kakak kakanya di rumah umi Nurul.


"Umi mau ikut?" tanya teh Alvi.


"Sepertinya tidak Alvi,kalian saja yang pergi!" jawab umi Nurul.


'''Tapi umi,kalau umi tidak ikut,teh Zahra juga gak akan ikut!" kata teh Dawa.


"Gak papa,Zahra ikut aja! Gak usah khawatirkan umi! Kan di sini juga banyak anak anak santri!" kata umi Nurul.


"Tetep umi,jika umi tidak ikut,Zahra juga gak bakal ikut!" kata teh Zahra.


"Gini aja,kan besok kalian kesananya siang aja! Nah sore harus sudah di sini lagi! Jadi pas saat kalian gak ada aku sama Hana yang temenin umi! Nah kalian pulang aku berangkat!" usul kang Hatim.


"Tapi Tim,kami semua juga ingin mendengarkan ceramahnya Ustadzah Mumpuni dan Abah Asep Mubarok!" kata teh Alvi.


"Bukan mau mendengarku ceramah?" tanya kang Hatim.


"Yaaa,sebenarnya itu juga! Lebih tepatnya mau ngetes ke ahlian kamu!" kata teh Alvi.


"Bilang aja ngefans gitu! Pake acara ngetes ngetes segala!" kata kang Hatim.


"Ngefens sama Ustadzah Mumpuni dan Abah Ustadz Asep! Masa ngefens sama kamu?!" kata teh Alvi.


"Buktinya,mau lihat aku ceramah!"


"Emangnya kamu mau ceramah di sana Husni?" tanya umi Nurul.


"Iya umi,InsyaAllah! Doanya aja umi,semoga lancar! Karena ini pertama kalinya Hatim ceramah di panggung!" jawab kang Hatim.


"Alhamdulillah kalau gitu,kamu sudah di percayakan untuk ceramah! Tapi kamu bisa?" tanya umi Nurul.


"Tuh kan,umi aja gak percaya kamu bisa ceramah!" ledek teh Alvi.


"Diam kau!" kata kang Hatim.


"Umi,kan jika aku ngajar santri,aku bicara di depan ibu ibu majlis ta'lim,itu juga sama seperti ceramah umi! Ya mungkin ceramah di panggung juga kurang lebih seperti itu!" kata kang Hatim.


"Terima kasih banyak umi!" kata kang Hatim.


"Umi juga ingin lihat si Hatim ini ceramah!" kata umi Nurul tiba tiba berubah jadi semangat.


"Jadi umi mau ikut?" tanya teh Alvi.


"Iya umi ikut aja! Tapi umi gak mau berangkat siang! Umi mau berangkat bareng hatim aja! Agar gak lama nunggu!" jaab umi Nurul.


"Ya sudah,semuanya aja berangkat bareng aku,gak malem sih,sore sore lah aku berangkat agar gak di tungguin! Jadi maghrib sudah di sana!" kata kang Hatim.


"Boleh juga begitu!" kata teh Dawa.


"Ya udah,gitu aja!" kata teh Zahra.


"Teh Putri gimana?" tanya teh Alvi.


"Emh,aku ikut aja!" jawab teh Putri.


"Tapi kan mas Roni akan berangkat pagi pagi sekali! Ngedamping anak anak!" kata teh Alvi.


"Ya sudah,teh Alvi tinggal milih,mau berangkat bareng siapa,mau bareng adik tampanmu,atau suami tampanmu?" kang Hatim.


"Yaa kalau aku berangkat bareng kamu,gak terlalu tampan sih,masih tampan mas Roni!" kata teh Alvi.


"Aku ngalah,lagi males debat!" kata kang Hatim mengangkat kedua tangannya seperti penjahat mau di tembak polisi.


"Kalau ikut mas Roni kepagian,di sana lama lama malah akan bosan! Kalau bareng kamu,kasian Mas Roni gak ada temannya!" kata teh Alvi.


"Nanti kamu tanya aja sama Roni,harus di temenin atau tidak! Kalau kata Roni harus di temenin,maka kamu nurut! Kalau kata Roni gak usah,kamu tinggal bareng aja sama kami! Gitu aja bingung!" ledek kang Hatim.


"Oh gitu ya,pintar juga kamu ya?!"


"Spd! es satu! lulusan UIN dan es cream! Makanya aku pintar!" kata kang Hatim.