Ustadz Muda

Ustadz Muda
#38


"Yah,sebenarnya Hana pulang itu bukan hanya karena rindu pada ayah dan ibu,tapi ada yang mau Hana tanyakan sama Ayah dan Ibu!" kata Hana setelah duduk di kursi ruang keluarga bersama ibu dan ayahnya.


"Hatim sudah pergi?" tanya ayah Bima.


"Sudah!" jawab Hana.


"Apa yang mau kamu tanyakan?" tanya ibu Nur.


"Gini bu,Yah,kemarin lusa Hana mimpi,Hana mimpi kang Hatim berkata kalau dia sudah menjadi suamiku!"


"Terus,pas di jalan tadi,kang Hatim juga mengatakan bahwa dia sudah bertemu dengan ayah dan melamarku.Apa maksud itu semua yah? apa benar aku sudah di lamar sama kang Hatim?"


Ayah Bima tersenyum,begitu juga dengan bu Nur.


"Mimpi kamu itu benar,dan sebenarnya,kang Hatim bukan hanya melamar mu,tapi dia juga sudah menikahi mu,kamu adalah istri syahnya kang Hatim!" jawab ayah Bima membuat Hana tercengang.


Astagfirullah ya Allah,ya Allah MasyaAllah,apa aku ini mimpi lagi ya Allah?...


"Hana!" panggil bu Nur.


"Ah iya bu?"


"Jadilah istri yang baik,surga seorang istri ada di telapak kaki suaminya.Kamu di pesantren,pasti kamu lebih tahu tentang itu!" kata bu Nur.


"Hana,maafkan ayah ya,ayah yakin kang Hatim itu pria yang baik,yang bisa membawamu lebih baik,bisa menuntun mu ke syurga.Semoga saja kamu ke syurga bersama suamimu dan ayah dan ibu juga!" kata ayah Bima.


"Syukuri kang Hatim memilihmu untuk menjadi istrinya,sayangi dia,cintai dia!" kata bu Nur.


Mata Hana mulai berkaca kaca mendengar jawaban dan semua pepatah yang ayah dan ibunya berikan.


Hana pindah duduk menjadi di lantai dan kepalanya dia tundukan di lutut ibunya dengan air mata sudah menetes.


"Kenapa ayah sama ibu gak nanya Hana dulu?" tanya Hana disertai isak tangis.


"Maafkan ibu sayang!" bu Nur tidak bisa berkata kata lagi.Tangannya mengusap usap kepala Hana yang tertutup hijab itu.


"Kamu harus menerimanya!"


Hana tidak berhenti menangis di pangkuan ibunya.Dia bingung harus bagaimana.Kang Hatim memang tampan,tapi Hana tidak ada rasa.Kang Hatim sholeh tapi Hana tidak berpikir ingin menjadi kang Hatim.Kang Hatim pintar,tapi Hana sama sekali tidak mengharapkan kang Hatim agar menjadi suaminya.


"Hana bingung bu!" kata Hana.


"Bingung kenapa? apa kamu sudah punya kekasih?"


"Tidak bu,Hana tidak punya kekasih!"


"Terus,kamu bingung kenapa?"


"Hana bingung dengan perasaan Hana,Hana tidak punya rasa sama sekali sama kang Hatim,Hana juga belum benar benar mengenalnya!"


"Kamu akan jauh mengenalnya,kamu akan jauh lebih mengenal kang Hatim dari pada kakak kakaknya sendiri.Ibu yakin kang Hatim tidak sembarang memilih perempuan untuk menjadi istrinya,dia memilihmu karena dia mencintaimu!"


"Tapi bagaimana bu?"


"Belajar mencintai,semakin sering kamu di perhatikan,sering bertemu,sering mengobrol,maka kamu akan mencintai kang Hatim!"


Hana malah diam merenungkan perkataan ibunya.


Pantas saja kang Hatim selalu mencari cela agar bisa bertemu dengan ku.Pantas saja dia selalu menyuruhku mencium tangannya.Pantas dia tidak takut dosa saat berduaan denganku...


Ya Allah tunjukan jalan kepadaku ya Allah,bagaimana mengatasi ini semua....


Bersambung....


Like,komen yang banyak,spam juga tidak apa,vote,dan beri hadian...


Follow ig/fb :AuthorSyiba