
Bismillahir rahmaanir rohiim,Allahummaj 'alnii mahbuuban fii quluubil mu'miniin,wabassirnii wabilghoniyyi ilaa si ati wa'isriina sanatan wallahu khobiiroo haafidzon wahuwa arhamar rohimiin.Allahummajma' allahummajma' allahummajma' baini baina qulubil ingsaani mingjihaatil arba'i mingdzikri wa ungtsa fi yaumi walailati qoriiban waba'iidan innalloha alaa kulli syai'in qodiirun saalakal mulku haadiron abadan adriknii adriknii adriknii dalam hati kang Hatim membaca doa untuk tausiyah lalu kang Hatim mengambil mic yang ada di atas meja di depannya.Mengetuk mic itu dengan jari telunjuknya dan kemudian melirik istrinya yang kebetulan Hana juga menatap dia hingga mereka kontak mata.Sekitar lima detik kang Hatim kontak mata dan kemudian mengangguk karena dia merasa tatapan Hana mengatakan 'Ayo,akang pasti bisa'
"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh!" kata kang Hatim setelah menarik nafas terlebih dahulu untuk menetralkan jantungnya.
"Waalaikum salam!" jawab sebagian jamaah.
"Daun salam,daun sereh! Nu ngajawab salam ngan sawareh!" kata kang Hatim dan membuat jamaah tertawa dengan pantun isengnya.
"Sekali lagi boleh?'" tanya kang Hatim.
"Boleeeeeeh!" jawab jamaah.
"Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarokaatuh!" kang Hatim menaikan nadanya lebih tinggi lebih keras.
"Waalaikum salaaaaaaam!" jawab jamaah.
"Bagus,keras,kompak! Tapi ada rasa marah gitu sama saya!" canda kang Hatim lagi lagi membuat sebagian jamaah tertawa.Termasuk umi Nurul dan kakak kakaknya mereka juga tersenyum.Begitu juga dengan orang yang kantakhoyyaru walinuthfikum fainnal 'g Hatim terus perhatikan.Hana juga tersenyum.
"Alhamdulillahil ladzii 'alaa ni'matil kaamilah.Washolaatu wassalaamu 'alaa sayyidinaa muhammadin dzil aushoofil kaamilah.Wa 'alaa aalihi washohbihil ladzid darojaatil 'ulyaa bissabqi fii nashrotil millah! Qoolallahu ta'alaa fil qur'aanil kariim,Auudzu billahi minasyaithoonir rojiim,bismillah hirahmaan nirohiim,Wamin aayaatihii an kholaqolakum min angfusakum azwaajal litaskunuu ilaihaa waja'ala bainakum mawadatan warohmah! Qolla nabi alaihis sholatu wassalaam,takhoyyaru walinuthfikum fainnal 'irqo dasaasun!" pembukaan kang Hatim.
"Saya tidak akan terlalu banyak pembukaan! untuk pembukaan sayaa turut saja pada yang sudah dulu! Disini rata rata pakai bahasa sunda benar?" tanya kang Hatim.
"Benaaaar!" jawab jamaah.
"Leureussss!" jemaah.
"Kalau bahasa jawanya,sugeng dalu! bener?'' jemaah tidak ada yang menjawab karena mungkin mereka tidak tahu.
"Oh tidak tahu ya,ya sudah tidak papa! Saya juga bisa macam macam bahasa! Inggris,thailand,korea,jepang,china,arab apalagi! sok ibu ibu semuanya mau saya ngomong pake bahasa apa?" tanya kang Hatim.
"Sundaaaaa!" jawab jemaah.
"Emmm,sunda ya? Tapi gini bu! Ada banyak orang yang tahu banget cerita saya dari awal saya mau nikah sampai sekarang! Mereka selalu membaca kisah saya bu,pak! Intinya Hatim ini,yang tadi di panggil Ustadz Muhammad Hatim Husni Abdurahman ini punya fans! Jadi kalau saya ngomong pake bahasa sunda,nu ngartina ngan sawareh! Banyaknya yang tidak ngerti!" kata kang Hatim.
"Tadi saat saya datang ke sini saya langsung GR! Dalam hati berkata,wah ternyata nama ini terkenal ya,sampai pembawa acara disini tahu nama lengkap saya! Eh pas saya turun! Ternyata kakak saya yang jadi pembawa acaranya!"
"Saya juga disini bukan mau cermah! Cermah kan udah tadi sama Ustadzah Mumpuni tentang hukum nikah! Terus sama abah Asep tentang kewajiban kewajiban istri ke suami dan sebaliknya! Jadi saya kehabisan tema buat kasih cermah ke penganten!" kata kang Hatim.
"Tapi kalau saya ceramah buat yang belum nikah aja gimana? boleh gak?" tanya kang Hatim.
"Boleeeeh!" jawab jamaah.
*Satu bab lagi khusus kang Hatim ceramah.Suka,silahkan like,vote komentar positif! Kalau gak suka,tetep harus like,dan vote! Mau komentar juga boleh tapi yang positif....! Happy Reading