
"Bentar ya,Hatim nya di kamar mandi dulu!" kata teh Alvi setelah menemui Auni dan Arjuna kembali.Auni dan Arjuna juga sudah di beri air minum,juga makanan ringan.
"Gak enak mbak,kami jadi mengganggu!" kata Arjuna.
"Ah gak papa kok! Silahkan minum dulu!" kata teh Alvi.
Teh Alvi lanjut mengobrol ini itu ini dan itu segala sesuatu mereka omongin.Hingga tak lama kemudian,kang Hatim datang.
"Aduh,maaf ya menunggu lama!" kata kang Hatim yang baru datang menemui Arjuna dan Auni.Kang Hatim bersalaman dengan Arjuna dan mengatupkan tangannya ke Auni.
"Maaf mengganggu waktunya kang Ustadz!" kata Arjuna setelah duduk kembali setelah berdiri menyambut dan bersalaman dengan kang Hatim.
"Ah tidak kok! Cuman barusan ketiduran aja,lihat bayi tidur jadi ikut ikutan!" kata kang Hatim.
"Karena sudah ada Hatim nya,saya pamit dulu ya!" kata teh alvi.
"Kemana teh? Nanti aja!" kata kang Hatim.
"Takut Alvin nangis Tim!" jawab teh Alvi.
"Ooh iya kalau gitu!"
"Mari!" teh Alvi bersalaman dengan Auni.
"Terima kasih sudah di anter Ustadzah,maaf merepotkan!" kata Auni.
"Iya sama sama!" kata teh Alvi.Kemudian saling mengatupkan tangan dengan Arjuna.Kemudian kang Hatim mencium tangan teh Alvi.
"Assalamualaikum!" kata teh Alvi.
"Waalaikum salam!" jawab kang Hatim,arjuna juga Auni.
"Berangkat jam berapa dari Jakarta?" tanya kang Hatim.
"Jam tujuh kang!" jawab Arjuna.
"Ooh iya iya,nginep kan ya?"
"InsyaAllah kang!"
"Harus dong!" kata kang Hatim.
"Pantes kak Hana betah di sini! Ternyata emang di sini nyaman!" kata Auni.
"Alhamdulillah,mungkin karena di sini banyak tumbuhan juga! Di tambah di belakang kan ada sungai!" kata kang Hatim.
"Eh kang,Kak Hana nya ke mana?" tanya Auni.
"Kak Hana lagi tidur! Tunggu dia bangun aja ya,kasian kalau di bangunin! soalnya,semalam Hana gak tidur!" jawab kang Hatim.
"Ooh iya kang gak papa!" kata Auni.
"Akang!"
"Eh itu suara Hana,bentar ya,saya lihat dulu!" kata kang Hatim.
"Iya silahkan!" jawab Arjuna.
"Mas!" kata Auni.
"Apa?" tanya Arjuna cuek sambil menyalakan hand phone nya.
"Ih nyebelin!" kata Auni.
"Nyebelin apa?"
"Cuek banget! Gak di rumah gak di mana gitu aja!" kata Auni.
''Emang udah dasarnya gini! Suruh siapa mau sama saya!" kata Arjuna.
"Gampang!Selesaikan aja!" kata Arjuna.
"Eh jangan! Gak papa lah cuek juga!" kata Auni.
"Selesaikan hubungan ini,lanjutkan ke jenjang yang lebih serius!" kata Arjuna.
"Ahhhh,si mas Juna ternyata bisa gombal!" Kata Auni tersenyum malu.
"Serius sih,bukan gombal!" kata Arjuna dengan nada bicara datar.
"Ah udah ah! Jadi malu!"
"Jadi gimana?"
"Minta restu dulu sama kak Hana!"
"Gak berani ngomongnya!Apalagi di depan kang Ustadz!" kata Arjuna.
"Iyeh,kaya bukan laki laki aja!" kata Auni.
"Mending bicarain soal bisnis,soal kantor ke kang Ustadz! Dari pada ngomongin hal gini! Malu!" kata Arjuna.
"Ih gimana sih!"
"Lihat nanti aja!"
"Awas aja kalau nggak! Jauh jauh ke sini kan itu tujuannya! Selain mau lihat bayi kak Hana!"
"Iya lihat aja nanti! Bawel sih!"
"Maklum!"
"Aneh!"
"Nggak lah,perempuan itu banyaknya emang seperti itu!" kata Auni.
"Terserah!"
Di kamar...
"Ada apa bii?" tanya kang Hatim setelah masuk kamar.
"Si bayi basah! Bisa bawain popok sama kainnya?" Hana.
"Oooh,putra ama ini pipis ya!" kang Hatim mengelus gemas pipi putranya yang benar benar lembvutnya lebih dari kapas.
"Ih cepet ambilin! Kalau kelamaan gak di ganti,takut merah merah lecet nanti!" kata Hana.
"Iya sebentar!" kata kang Hatim."padahal cuman dua langkah buat ngambil ini,ko harus panggil panggil segala!" kata kang Hatim.
"Yeh katanya mau melayani istrinya! Mau jadi ayah yang baik buat putranya!"
"Iya iya!"
"Emangnya akang dari mana sih?" tanya Hana.
"Di depan! Ada Auni dan Arjuna!" jawab kang Hatim.
"Iya gitu?"
"Iya!"
"Beneran?"
"Iyaa!"
"Asyik,de ayo ganti baju! Kita nemuin si aunty dan uncle!" kata Hana.