Ustadz Muda

Ustadz Muda
#232


"Jadi begitu ibu,semua yang dilarang oleh Allah adalah perbuatan dosa!Seorang istri yang selingkuh,artinya menjalin hubungan cinta dengan laki laki yang bukan makhramnya.Jelas ini merupakan tindakan dosa! Mengapa? Karena seorang istri telah mengkhianati ketentuan Allah dan Rosulnya! Sekaligus mengkhianati kepercayaan suaminya! Dalam surat Al Anfal ayat dua puluh tujuh di jelaskan yang artinya,hai orang orang yang beriman,janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kamu mengkhianati amanat amanat yang di percayakan kepadamu,sedang kamu mengetahui!" jawab Hana denegan pandai sampai kang Hatim bertepuk tangan dengan bangga.


"Pertanyaan keduanya bi,cara menjadi istri sholehah!" kata kang Hatim.


"Dalam hadist riwayat imam Ahmad dikatakan,Dunia ini adalah perhiasan,dan sebaik baiknya perhiasan adalah wanita shalihah! Tentunya,istri sholehah itu harus melaksanakn perintah Allah dan rosulnya dalam seluruh aspek kehidupannya! Tetapi dalam kaitanyya dengan kewajiban terhadap suami,secara spesifik dijelaskan oleh Rosulullah didalam hadist beliau,yang di antaranya adalah,Maukah aku tunjukkan sesuatu yang lebih indah baik yang dimiliki oleh seseorang? Yaitu seorang istri yang shalilah,maka jika dilihat menyenangkan,jika diperintahkan dalam kebaikan oleh suaminya maka ia akan mentaatinya,jika ditinggal maka dia akan memelihara kehormatan dirinya!" kata Hana.


"Waw,hubbi! Akang tidak menyangka! Sepertinya akang gak jadi ngisi ceramah di si Indri deh!" kata kang Hatim.


''Lah,kenapa?" tanya Hana.


"Kamu aja yang gantikan bi! Kamu juga ternaya bisa cermah bagus gitu!" kata kang Hatim.


"Ish,gak mau lah!" kata Hana.


"Kenapa kamu bisa tahu seperti itu? Bisa hafal banget gitu kayanya isi uqudullijain?" tanya kang Hatim.


"Karena emang sengaja aku hafalin! Karena aku suka kitab itu! sampai aku hafalin agar emang pas aku menikah aku bisa mengamalkannya!" jawab Hana.


"Oouh,pantesan,saat waktu kamu akang tes,waktu kamu belum tahu akang ini suami kamu! Kan kamu di tes,apa saja kewajiban istri seorang istri ke suami,dan sebaliknya,kamu lancar!" kata kang Hatim.


"Hheheh! Emangnya kenapa sih musti di tes tes?" tanya Hana.


"Gak papa sih,cuman itu alesan aja! Agar bisa ketemu kamu!" jawab kang Hatim.


"Ih dasar! Kalau akang jadi aku,pasti akang bakal gak enak deh!" kata Hana.


''Bayangin! Akang punya guru yang mungkin bisa di bilang mesuk! Memanfaatkan jabatan akang sebagai guru! Kan akang nyuruh nyuruh aku buka cadar segala! Pake harsu cium tangan segala! Padahalkan kata keterangan juga lebih baik seorang laki laki atau perempuan bersentuhan dengan anjing,dari pada bersentuhan dengan yang bukan muhrimnya!"


"Maaf ya bi,sebenarnya,saat itu bukan akang gak mau ngasih tahu kamu,tapi akang gak berani! Gak percaya diri gitu,takutnya kamu nolak!" kata kang Hatim.


''Gimana mau nolak sih,orang yang nikahin aku ganteng banget! Ustadz lagi! Kan mancap!" kata Hana.


"Tapi kok kamu awalan kamu tahu akang suami kamu,seperti nolak!"


"sebenarnya bukan nolak sih,tapi lebih tepatnya masih syok gitu! Gak percaya,masa seorang Ustadz mau menikahi aku?!" kata Hana.


"Masa sih?!" kang Hatim.


"Iya,tapi aku saat itu aku bahagia karena aku saat itu lagi menstruasi!" kata Hana.


"Dasar! Padahal akang juga gak minta saat itu juga kan?!"


"Iya,kan namanya juga takut!"


"Kenapa takut?"


"Takut lah,malu lagi!"