
"Boleh saya memelukmu?"
"Emangnya mas siapa? kok mau meluk saya?"
"Astaghfirullah,Hana sayang,saya ini suami kamu!"
"Oooh,ini suami Hana? kapan Hana menikah?"
"Hana,jangan so polos!"
"Kalau memang mas suami Hana,kenapa mas mau meluk Hana?"
"Emangnya gak boleh? kan ada hak! bahkan lebih dari meluk juga boleh!"
"Kalau tahu kenapa nanya?"
"Jadi?"
"Jadi saya akan tidur di kamar tamu!"
"Lah,kenapa?"
"Yang so polos ini Hana apa mas sih?"
Kang Hatim menghampiri Hana yang masih duduk di kursi yang ada di kamarnya.Kang Hatim duduk di samping Hana sambil menyenderkan kepalanya di pundak kekasih halalnya.
"Kamu mau menjadi pacar saya Hana?" tanya kang Hatim.
"Kenapa harus pacaran? kan sudah nikah!"
"Tapi saya ingin melakukan seperti yang di katakan orang orang!"
"Apa?"
"Pacaran setelah nikah!"
Hana tersenyum mendengar ucapan suaminya.Jujur hatinya juga baper mendengar kata kata kang Hatim.
"Hana?"
"Iya?"
"Jawab!"
"Jawab apa?"
"Ish,kamu mau gak jadi pacar saya?"
"Iya saya mau!"
"Alhamdulillah,terima kasih ya!" kang Hatim meraih tangan Hana dan menggenggamnya.Dia mencium lembut tangan Hana sambil menatap wajah cantik Hana.Hana hanya bengong menanggapi aksi kang Hatim.
"Ana uhibbuka fillah!" bisik kang Hatim.
"ana uhibuka aydhon!"
"Benarkah?"
Hana hanya tersenyum menjawab pertanyaan kang Hatim.
Hana juga menyandarkan kepalanya di atas kepala kang Hatim.Mereka hanyut dalam kenyamanan mereka.
"Hana?!" panggil kang Hatim.
"Iya?"
"Tidur sana,ini sudah malam!"
"Iya!"
"Saya boleh pinjam bantal?" tanya kang Hatim.
"Buat apa?"
"Buat di makan!"
"Masa bantal di makan,kalau lapar ada banyak makanan di dapur!"
"Buat tidur Hana,masa bantal di makan!"
"Kan ini sudah ada!"
"Emangnya saya boleh tidur di situ?"
Bukannya menjawab,Hana malah tersenyum malu mendengar pertanyaan kang Hatim.
"Hey,jawab dong!"
"Tidur aja di sini!"
"Boleh?"
"Iya!"
"Kalau ekhem boleh?"
"Apa?"
"Boleh tidak?"
"Apa?"
"Ah ya sudah,nanti saja lah!"
Kang Hatim duduk di ranjang seperti Hana.
Ku aku gugup ya? kata Hati Hana.
Kenapa aku gugup? kata hati kang Hatim.
"Ayo tidur,ini sudah malam!"
"I-i-iya!"
Hana membaringkan tubuhnya dan menarik selimut menutupi tubuhnya.
Kang Hatim juga ikut masuk ke dalam selimut.
Mereka berbaring sambil saling menatap mengagumi satu sama lain.
Tidak salah aku menjadikannya istriku.Dia mempunyai hati yang baik dan wajah yang cantik.
Kang Hatim tidak hanya pintar tapi dia juga tampan luar dalam.Tapi,walaupun dia pintar,dia tidak pernah bersikap sombong.Apa aku pantas jadi istrinya?
Dia cantik.Pasti banyak laki laki yang mengaguminya juga.Apa aku pantas yang berwajah pas pasan ini menjadi suaminya?
Hampir semua para santri di pondok mengagumi kang Hatim.Bahkan ada yang bercita cita ingin menjadi istri kang Hatim tak peduli jadi yang keberapapun.Aku sekarang sudah menjadi istri syah nya kang Hatim.Bagaimana jika nanti ada wanita lain yang ingin menjadi istri kang Hatim dan kang Hatim mau menikahinya? ah itu akan menjadi surga yang tak dirindukan.
Bersambung....
Jangan lupa,like,komen,vote,rate,beri hadiah dan follow akun instagram dan akun facebook Author
Ig/Fb \=AuthorSyiba