
Tiga butir telur dengan tiga sendok makan garam.Pasti rasa telur itu lebih dari asin,melainkan akan menjadi agak pait.
Karena,Hana dan merasa lapar,pasti kang Hatim juga sudah merasa lapar,Hana menyimpan dulu telur yang sudah pait dengan garam itu.Sekarang dia membuat adonan telur yang baru.
Tidak lama dari itu,karena Hana masak tidak sambil melamun seperti tadi,akhirnya masaknya jadi tidak lama.
Hana pergi ke ruang keluarga tempat biasa kang Hatim membaca kitab atau main hand phone atau mengerjakan pekerjaan lain dengan di temani secangkir kopi hitamnya.
"Kang!" panggil Hana.
"Hm!" sahut kang Hatim dengan singkat.
"Akang marah?" tanya Hana.
"Iya!" jawab kang Hatim.
"Kenapa?" tanya Hana.
"Masih nanya,harusnya kamu tau bi,kenapa suamimu bisa marah!" kata kang Hatim dengan nada bicara datar dengan mata tidak sama sekali melirik Hana malah fokus ke telepon genggam miliknya.
"Aku janji gak akan mengulanginya lagi!" kata Hana.
"Mengulangi apa?" tanya kang Hatim.
"Gak akan mengulangi kesalahan seperti tadi lagi!" jawab Hana.
"Kesalahan apa yang kamu buat?" tanya kang Hatim.
"Gak menuruti keinginan akang!" jawab Hana.
"Emangnya akang mau apa?" tanya kang Hatim.
"Emh,akang mau di cium!" jawab Hana.
"Terus,kenapa kamu gak mau?"
"Malu!"
"Emangnya suami kamu ini kurang ganteng ya,sehingga kamu gak mau cium suamimu?" tanya kang Hatim.
"Nggak,akang ganteng kok!"
"Bersih...Bersih banget!"
"Bau?"
"Wangi,wangi parfume akang lebih wangi dari parfume ku!" kata Hana.
"Bukannya kamu sudah tamat ngaji uqudullijain?" tanya kang Hatim baru melirik Hana.
"Iya udah!" jawab Hana.
"Rasulullah bersabda, seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pelacur! Hadist yang di riwayat kan oleh imam An-Nasa'i, Abu Daud, imam Tirmidzi, dan imam Ahmad!"
"Kamu juga harus tahu,saat kamu memakai wewangian,lalu di cium oleh laki laki yang bukan muhrim,maka kamu terikat dosa! bukan hanya kamu,laki laki yang mencium wewangian yang kamu pakai juga ikut dosa! jadi kamu membuat banyak orang dosa!" tegas kang Hatim.
"Kalau aku gak pakai minyak wangi,nanti aku bau! dan akang bakal jijik! lebih takutnya nanti akang nyari istri lain yang lebih cantik lebih wangi!" kata Hana.
"Astaghfirullah,hubbi,apa kamu belum percaya sebesar apa cintaku padamu hubbi?"
"Aku kan hanya takut!" kata Hana.
"Kalau sudah cinta bi,gak pandang bau,gak pandang wangi,gak pandang ganteng,gak pandang cantik,gak pandang miskin gak pandang kaya!"
"Tapi masa iya aku bau sih kang!" kata Hana.
"Ya sudah,boleh pake,tapi secukupnya,jangan sampe kecium ke mana mana,asal ke cium pas kamu deket sama suami kamu aja!" kata kang Hatim.
"Kan dari kemarin kemarin juga gitu kang!" kata Hana.
"Iya sih,akang yang sensitif ya?" kang Hatim menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Udah ah,ayo makan,nanti nasinya keburu dingin!" kata Hana.
"Ya sudah ayo,maafkan aku!" kata kang Hatim.
"Iya sama sama,aku juga minta maaf!" kata Hana.
Hanya masalah kecil sih,tapi bagi mereka itu masalah besar.Sehingga setelah saling memaafkan,mereka berpelukan seperti yang sudah bermusuhan lama.
Setelah itu,kang Hatim mencium kening Hana dan Hana melaksanakan keinginan kang Hatim,dia mencium pipi kiri dan kanan kang Hatim dengan malu malu.