
Acara sudah mulai.Grup hadroh sudah melantunkan sholawat sholawat nabi dengan merdu.
Waktu menunjukkan pukul delapan.Sebagian tamu undangan sudah berdatangan.
Teman kang Hatim yang akan menjadi pembawa acara yaitu Nawawi yang dari saat di pondok dulu,dia ahli menjadi pembawa acara.
Nawawi sudah berada di atas podium untuk membuka dan memulai acara.
"Assalamu’alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh.
Innal hamdalilah wasolatu wasalamu ala rosulillah syaidina Muhammad ibni abdilah waala alihi wahbihi wamawalah amma ba’du.
Puja dan puji selamanya kita curah limpahkan kepada Allah yang maha suci dan sholawat serta salam selamanya tercurah limpah kepada baginda Nabi Muhammad SAW.Tidak lupa kepada keluarganya,pada sahabat dan kepada kita semua sebagai umat!" kata Nawawi selaku pembawa acara
"Yang saya hormati keluarga besar pondok pesantren Baitussalam,yang saya hormati para santri santriawan tamu undangan.Juga kepada yang terhormat Al-Mukarrom Al-Ustadz Kyai Haji Cahya yang merupakan kakek dari pengantin wanita yang juga turut hadir dalam acara ini!"
"Alhamdulillah dalam kesempatan pagi ini,kita bisa menghadiri resepsi pernikahan Ustadz Muda yaitu Ustadz Muhammad Hatim Husni Abdurahman putra bungsu dari Kyai Haji Yasa Abdurahman dan umi Nurul Al-Habsy.Yang akan menikah dengan seorang santri cantik yang bernama Farhana Sri Cempaka Indah putri dari bapak Bima dan ibu Nuraeni!" kata pembawa acara.
Kang Hatim belum berada di tengah tengah tamu undangan.Dia masih berada di rumahnya di temani teman temannya yang lain.Begitu juga Hana,dia masih di rumah umi.
"Baik,demi kelancaran acara ini,sebaiknya kita buka acara ini dengan membaca basmallah bersama sama!" kata pembawa acara.
Semua orang yang hadir pun ikut membaca basmallah sesuai ajakan sang pembawa acara.
"Alhamdulillah acara sudah di buka,semoga acara ini lancar mulai dari awal sampai selesai! kita lanjutkan ke acara berikutnya,yaitu pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh calon qori juara internasional yang merupakan keponakan dari Ustadz Husni atau Ustadz Hatim! oleh karena itu,kepada Ustadz Zulfi waktu dan tempat kami persilahkan!"
Zulfi melantunkan ayat suci Al-Qur'an surat Maryam ayat lima puluh satu sampai lima puluh tujuh dengan merdu dan nada nada yang indah.
Teh Dawa selaku ibu dari Zulfi sampai meneteskan air mata bahagia dan bangga mendengar suara indah Zulfi yang memang sangat indah.
Setelah selesai membacakan ayat suci Al-Qur'an surat Maryam,lanjut dia membaca surat Ar-Rum ayat dua puluh satu.
"Alhamdulillah,kita semua sudah mendengar lantunan ayat ayat suci Al-Qur'an yang di bacakan oleh Ustadz Zulfi dengan sangat merdunya.Kepada Ustadz Zulfi,kami ucapkan terima kasih mudah mudahan tambah berkah!" kata pembawa acara setelah Zulfi selesai membaca Al-Qur'an dan turun kembali dari podium.
"Kita lanjutkan ke sesi selanjutnya yaitu pembacaan tawasul untuk mendoakan leluhur kita yang sudah meninggal lebih dulu yang insyaAllah akan di pimpin oleh guru kita semua yaitu Ustadz Roni! waktu dan tempat kami persilahkan!" kata pembawa acara.
Setelah membaca Al-Qur'an Zulfi mendatangi orang tuanya sebagai bentuk bersyukur karena dia sudah berhasil membacakan ayat suci Al-Qur'an dengan merdu.
Saat bertemu dengan teh Dawa,Zulfi langsung di peluk oleh teh Dawa sambil menangis terharu dan bangga.
Setelah di peluk oleh teh Dawa,lanjut Zulfi juga di peluk oleh ayahanda tercinta yaitu kang Rahmat.
"Tak sia sia abi memasukkan mu ke pondok tilawah!" kata kang Rahmat sambil mengusap pundak Zulfi dengan bangga.
Terakhir Zulfi memeluk adiknya yaitu Taufiq.
"Gimana? bagus gak?" tanya Zulfi dengan nada bicara sombong kepada adiknya.
"Masih bagus aku kang!" jawab Taufiq tak kalah sombong.