Ustadz Muda

Ustadz Muda
#93


"Assalamualaikum ukhti ukhti!" sapa Hana kepada teman temannya.


"Waalaikumussalam!" jawab semua santri yang mendengar salam Hana.


"Dari mana teh?" tanya Maya yang sedang nyapu.


"Dari ...... !" jawab Hana.


"Enak ya kalau sudah nikah,bisa jalan jalan bareng suami!" kata Indri.


"Kamu mau nikah ya?" tanya Ros.


"Hahah,mau sih,tapi gimana,belum ada jodohnya,tadinya ngarep di nikahin sama kang Hatim,eh nikahnya sama teh Hana!" kata Indri.


Teman teman Hana yang lain saling melirik satu sama lain mendengar perkataan Indri.


Hana juga bingung mau bicara apa.Dalam hatinya merasa tidak enak karena menikah dengan kang Hatim yang sangat di idolakan sama teman temannya.


"Eh maaf ya teh,saya jadi gak enak ngomong seperti itu!" kata Indri.


"Iya!" jawab Hana dengan senyuman ramahnya.


"Teh,bantuin aku bersihin daun daun kering yang di sana yu!" ajak Maya pada Hana.


"Ayo!" kata Hana.


"Aku tinggal dulu ya!" kata Hana.


"Iya teh!" jawab Indri.


"Teh,Sebenarnya,kalau kang Hatim lagi di ruangannya sendirian,Indri suka cari cari alasan agar bisa masuk ke ruangan kang Hatim dan mengobrol berdua kang Hatim!" kata Indri.


"Hush,jangan suudzon!" kata Hana.


"Bukan suudzon teh,aku dan teman temanku yang lain sudah mengetahuinya! kami tinggal mencari buktinya!" kata Maya.


"Iiih,dah lah biarin saja!" kata Hana yang sebenarnya dia penasaran.


Sepertinya aku harus selalu nemenin kang Hatim,jangan terlalu suka diam di rumah dan tidak boleh membiarkan kang Hatim sendirian! kata hati Hana.


"Eeh,jangan di biarin aja teh,bahaya! bisa bisa eh maaf ya,semoga tidak terjadi amiin,takut kang Hatim malah berpaling dari teh Hana!" kata Maya dengan perasaan yang sebenarnya tidak enak harus menyampaikan ini.Namun,harus bagaimana lagi karena ini harus di sampaikan.


"Ya sudah lah,tidak papa,mau kang Hatim berpaling juga! kalau memang kang Hatim berpaling juga ada hak laki laki itu sampai empat!" kata Hana yang sebenarnya yang di ucapkan oleh lisannya tak sesuai dengan apa yang di rasakan oleh hatinya.


"Iya gak papa!" jawab Hana.


"Teh,ini biar aku saja yang beresin! teteh pulang aja!" kata Maya yang sepertinya mengerti dengan perasaan Hana.


"Ah gak papa kok!" kata Hana.


"Teh,aku mengerti kok!" kata Maya.


"Ya sudah,aku pergi ya,Assalamualaikum!"


"Iya teh,Waalaikumussalam!" jawab Maya dan kembali melanjutkan pekerjaannya setelah Hana pergi.


Hana berjalan menuju rumah kang Hatim sambil menundukkan kepala memikirkan perkataan Maya.


"Hana!" panggil teh Dawa namun Hana tidak menyaut.Dia terus saja berjalan sambil menunduk.


"Hana!" panggil teh Dawa lagi berharap agar Hana berbalik namun tidak sama sekali.


"Lah,dia kenapa? apa dia ada masalah sama Hatim? awas saja kamu Hatim kalau sampai Hana sedih gara gara kamu!" kata teh Dawa bicara sendirian.


Sampai rumah,tanpa mengetuk pintu,Hana langsung masuk sambil mengucapkan salam.


"Assalamualaikum!" kata Hana.


"Waalaikumussalam!" jawab kang Hatim,Zulfi dan Liza.


"Kok gak lama?" tanya kang Hatim.


"Udah hampir beres!" jawab Hana setelah mencium tangan suaminya dengan tidak semangat.


"Oouh,!" kang Hatim sambil mengangguk angguk.


"Bibi,kita main sama sama yu?!" kata Liza.


"Boleh!" jawab Hana dan duduk di kursi menemani Liza main boneka bersama Zulfi dan kang Hatim.


"Hana,saya mau ke toilet dulu ya,Fi!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab Zulfi.