Ustadz Muda

Ustadz Muda
#116


"Assalamualaikum,teh!"


"Waalaikumusalam,ada apa?"


"Bisa minta tolong gak?"


"Minta tolong apa? kalau bisa pasti di bantu!"


"Tolong suruh Asep,Suki,mang Rudi,mang Alon,dan mang Giri ke sini,bisa?"


"Mau apa?"


"Ada pekerjaan buat mereka!"


"Pekerjaan apa?"


"Membagikan undangan!"


"Undangan apa?"


"Undangan resepsi!"


"Wih,buat undangan ternyata!"


"Teh Alvi yang nyuruh,katanya kalau gak ada tamu undangan buat apa ngadain resepsi!"


"Iya juga,ya sudah,nanti teteh suruh mereka ke sana!!"


"Habis dzuhur ada teh,nanggung kalau sekarang!"


"Iyaa!"


"Ya sudah teh,terima kasih,Assalamualaikum!"


"Waalaikumussalam!"


Kang Hatim mematikan teleponnya.Dia meminta tolong teh Putri agar menyuruh santri Baitussalam awal untuk ke rumahnya.


"Emangnya gak apa apa,nyuruh santri membagikan undangan ini?" tanya Hana yang masih memberi nama di kertas undangan itu agar mudah untuk di bagikan.


"Gak papa,lagian nanti aku kasih upah kok ke mereka!" jawab kang Hatim.


"Tapi ini kan jauh jauh kang,ada yang harus di antar ke ciwidey,ciamis,tasik,garut,bandung,cianjur,jauh jauh kang!" kata Hana.


"Deket,yang jauh itu yang ke jawab tengah,jawa timur,kalimantan dan masih banyak lagi!" kata kang Hatim.


"Nah itu mau gimana?" tanya Hana.


"Aku undang lewat WhatsApp aja! gampang!" jawab kang Hatim.


"Kenapa gak semua aja pakai WhatsApp?" tanya Hana.


"Ini itu untuk para Ustadz Ustadzah,kalau lewat WhatsApp takut gak sopan!" jawab kang Hatim.


"Oooh,akang punya teman habib juga?" tanya Hana.


"Enak ngobrolnya kalau gini!" kata Hana.


"Gini gimana?" tanya kang Hatim.


"Bahasanya gak formal! akang gak pakai saya saya! jadi enak gitu,serasa sama suami beneran!" jawab Hana.


"Lah,emangnya dari kemarin kamu tidur kamu hidup sama suami bohongan?" tanya kang Hatim.


"Nggak,tapi kalau kemarin kemarin serasa sama guru! bukan sama suami!" jawab Hana.


"Kamu seneng?" tanya kang Hatim.


"Iya,aku seneng banget!" jawab Hana.


"Apapun akan akang lakukan agar kamu seneng dan bahagia!" kata kang Hatim.


Allahuakbar Allahuakbar


"Alhamdulillah!" kata kang Hatim dan Hana karena adzan dzuhur sudah berkumandang menandakan sudah waktu dzuhur.


"Saya ke mesjid dulu ya!" kata kang Hatim.


"Iya kang!" jawab Hana.


"Assalamualaikum!" kata kang Hatim setelah tangannya di cium hana.


"Waalaikumusalam!" jawab Hana sambil tersenyum.


Tidak lama kemudian,kang Hatim sudah kembali ke rumah di sambut oleh Hana yang juga baru selesai sholat.Hana sudah memakai cadar karena dia tahu akan ada santri baitussalam awal datang ke rumahnya.


"Sudah sholat?" tanya kang Hatim sudah duduk di kursi di ruang keluarga yang mejanya sangat berantakan karena surat undangan di mana mana.


"Sudah!" jawab Hana.


Tok tok tok


"Assalamualaikum!" kata seseorang di luar rumah.


"Waalaikumussalam!" jawab kang Hatim dan Hana.


"Aku buka dulu ya?!" tanya Hana.


"Akang saja,sepertinya itu laki laki!" kata kang Hatim.


"Ah ya sudah!" kata Hana.


"Tunggu sebentar ya!" kata kang Hatim sambil menuju ke pintu setelah mengusap kepala istrinya dengan lembut.


"Kang!" sapa tamu tamu itu.Yang datang adalah santri Baitussalam awal yang tadi kang Hatim minta untuk datang.


Para santri itu ingin mencium kang Hatim.Namun,seperti biasa kang Hatim menarik tangannya agar tidak di cium para santri.