Ustadz Muda

Ustadz Muda
Dompet Digital


Selesai sholat dzuhur mereka beristirahat di halaman mesjid yang cukup nyaman untuk istirahat. Dihiasi dengan tanaman tanaman hijau, kolam ikan yang bersih, dan di halamannya pun tidak ada sampah berserakan bahkan tidak ada satupun.


Royyan dan Nadhiirah memutuskan untuk berjalan jalan di sekitaran halaman mesjid itu. Dengan romantis, mereka sambil mengobrol mengenai ini dan itu, di selangi dengan canda tawa di antara mereka yang berjalan sambil berpegangan tangan sehingga dapat menimbulkan perhatian semua orang yang melihatnya.


"Kang!" Kata Nadhiirah.


"Apa?" tanya Royyan.


"Hmmm aku boleh ngomong gak?" Nadhiirah ingin mengatakan sesuatu tapi dia merasa tidak enak untuk mengatakan sesuatu itu.


"Lah? Emangnya ada yang larang? Gak ada kan? Dari tadi juga kamu nyorocos ngomong!" Jawab Royyan.


"Ini beda kang!" kata Nadhiirah.


"Iya apa? ngomong aja gak papa! Pengen ke toilet? ayo di anter!" so tau nya Royyan.


"Bukan ih!"


"Iya apa Nadh?" tanya Royyan.


"Aku emmm akuuu itu euh aku...."


"Apaan Nadh? Penasaran tahu!" kata Royyan.


"Aku lapar! Hheh!" ucap Nadhiirah.


"Apa? Lapar?"


"Iya!" jawab Nadhiirah dengan cengengesan malu.


"Mau bilang lapar aja lama banget sih!" kata Royyan.


"Hheh, malu ih!" kata Nadhiirah.


"Sama suami sendiri juga!"


"Hheh!"


"Ya udah, yu!" ajak Royyan.


"Kemana?" tanya Nadhiirah.


"Ya Allah, Nadh, kamu lapar kan?" tanya Royyan.


"Iya!"


"Kalau lapar berarti harus ma?"


"Kan!"


"Nah itu tau!"


"Jajan?" tanya Nadhiirah dengan nada bicara semangat.


"Mau ndak?"


"Mau mau mau mau mau!"


"Ya udah ayo!" kata Royyan.


Ditengah perjalanan menuju pedagang makanan, Royyan ngerem mendadak, berhenti tiba tiba.


"Saya gak punya uang Nadh!" jawab Royyan.


"Tuh kan! Ini nih yang buat Nadhiirah gak berani mau minta jajan!" kata Nadhiirah dengan kembali lesu setelah tadi semangatnya membara.


"Hheh, maafin ya! Kamu dapat suami kere begini!" kata Royyan.


"Iiih kang Royyan ini bukan kere, tapi belum kaya! Gak papa kang, aku akan setia pada kang Royyan!" Ujar Nadhiirah.


"Makasih ya!"


"Iyaa! Ya udah, ayo kita ke umma aja! Lagian sekarang udah gak laper kok!" kata Nadhiirah yang entah itu beneran atau bohongan hanya untuk menghibur suaminya.


"Bentar bentar!" Royyan melepas peci hitam beludru nya, dia buka di lipatan leci itu, dan al hasil ada uang berwarna biru satu lembar nyempil di sana.


"Nah ada nih!" Royyan memamerkan uangnya itu pada istrinya sambil memakai lagi pecinya.


Nadhiirah tertawa melihat tingkah laku suaminya yang memang lucu menurutnya.


"Kok bisa sih, nyimpen uang di situ?" tanya Nadhiirah.


"Kamu gak tau? Ini tuh dompet digitalnya para santri! Tidak mudah hilang, mudah di jangkau, tidak akan tertinggal!" jawab Royyan.


"Hhahahah iya deh dompet digital kang santri!" kata Nadhiirah.


"Santri itu biasanya,kalau gak di peci begini, biasanya di lipatan sarung!" kata Nadhiirah.


"Iya gitu?"


"Iya!"


"Pengalaman ya?"


"Iya lah! Umma juga sering nemu uang saat mau nyuci sarung ama! Tapi bukan lima puluh ribu, seratus ribu ke atas itumah!" kata Royyan.


"Hhah ya udah, jadi gak jajannya?" tanya Nadhiirah.


"Lah? katanya udah gak laper?!"


"Kaaaaaaang!"


"Hhahah, ya udah ayo ayo!" kata Royyan.


Mungkin kejadian ini adalah salah satu definisi dari bahwa setiap permasalahan ada jalannya dan membenarkan bahwa rizki itu tidak akan kemana......


Gays, temen author ada buat novel yang judulnya Dua dari Tiga Tahun


Menceritakan tentang seangkatan siswa yang mana,Angkatan ini menghabiskan tahun terakhir SMP nya secara online, ujian online bahkan kelulusan pun di lakukan via online. Kemudian melanjutkan tahun pertama SMA nya secara online pula, memang keren Angkatan corona ini.


Tidak ada perkenalan berarti di awal awal masuk. Asing, perasaan yang Anin rasakan ketika kegiatan belajar mengajar mulai di lakukan secara normal, tatap muka.


Pada akhirnya angkatan ini hanya memiliki dua tahun untuk membangun kisah mereka, menciptakan kenangan manis pahit nya selama duduk di bangku SMA.


Ini tentang Anindira Giannina dengan dua dari tiga masa SMA nya.



Baca yaaaaaaa.... Thanks....