
Kini Hana istirahat di dapur duduk di kursi meja makan setelah selesai ngepel seluruh lantai rumahnya.
Tidak lama kemudian,adzan subuh berkumandang.Hana langsung menghampiri kang Hatim dan berusaha membangunkan kang Hatim yang memang tidurnya sangat nyenyak.
"Kang!" Hana menggoyangkan pundak kang Hatim,namun kang Hatim tidak bereaksi.
Hana menepuk pipi kang Hatim beberapa kali dan baru kang Hatim bisa membuka matanya.
"Kecapean ya,sampai susah di bangunin!" kata Hana.Kang Hatim malah tersenyum manis.
"Sudah selesai bi?" tanya kang Hatim.
"Apanya?"
"Ngajinya!"
"Oouh,sudah kang!" jawab Hana.
"Ya sudah,akang juga mau tahajud!" kata kang Hatim sambil menyingkirkan selimut di badannya.
"Ke mesjid kang,berjamaah!" kata Hana.
"Gak mau,di sini aja!"
"Sholat subuh kang,lihat ini jam berapa!"
"Emangnya sudah adzan bi?" tanya kang Hatim.
"Sudah komat kang!" jawab Hana.
"Aduh,kenapa gak bangunin dari tadi sih?" dengan buru buru kang Hatim bangkit berjalan menuju tangga dan menaiki tangga menuju kamar.
Hana geleng geleng kepala sambil tersenyum.Lanjut Hana ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan bersiap siap untuk sholat subuh di mushola sambil menunggu kang Hatim.
Tidak lama kemudian,kang Hatim datang dengan menggunakan baju gamis hitam,peci hitam dengan wangi khas nya.
"Kaya mau ke kuburan Mas?" canda Hana.
"Mau ke kuburan masa lalu dan mendatangi masa depan!" jawab kang Hatim.
"Emangnya kapan meninggal?"
"Saat ini,saat akang mengatakan saat yang pertama sampai saat ini pun sudah menjadi masa lalu yang sudah di kuburkan! tidak bisa di ulang lagi!" jawab kang Hatim.
"Tapi kang,seharusnya masa lalu itu jangan di hilangkan!" kata Hana.
"Masa lalu yang gimana?" tanya kang Hatim.
"Mau yang baik,mau yang buruk,tidak boleh di lupakan!" jawab Hana.
"Karena apa? karena jika kita punya masa lalu yang baik,pasti suatu saat,ketika kita mengenang,mengingat hal baik itu kita akan kembali bahagia! Dan,jika kita mempunyai masa lalu buruk,jangan di lupakan karena itu akan menjadi motifasi dan menjadi pelajaran! karena,guru yang paling baik adalah pengalaman!" kata kang Hatim.
"Gak salah emang,ayah menjadikan Ustadz Hatim ini menjadi menantunya dan di jadikannya Ustadz tampan ini suamiku!" kata Hana.
"Dah ah,ayo sholat! keburu pagi nanti!" kata kang Hatim.Hana pun berdiri dari duduknya dan komat sebelum melaksanakan sholat subuh berjamaah berdua dengan sang suami.
Kang Hatim memulai sholat nya,rakaat pertama kang Hatim membaca Al-Fatihah dan Al-Fajr dengan suara yang merdu dengan nada djiharkah.Rakaat ke dua membaca Al-Fatihah dan Al-Qodr masih menggunakan nada djiharkah di tambah qunut setelah i'tidal karena kang Hatim bermadzhabkan imam Syafi'i yang menghukumi bahwa membaca qunut di rakaat ke dua pada sholat fardu subuh adalah sunah ab'ad,dimana jika sunah ab'ad di tinggalkan maka di sunahkan untuk sujud syahwi.
Setelah selesai sholat,kang Hatim juga memimpin membaca doa.Hampir sama seperti doa Hana,namun kang Hatim menggunakan bahasa arab dan di tambah doa doa yang lain yang mungkin di ambil dari kitab kitab.