Ustadz Muda

Ustadz Muda
#189


Dokter sudah melepaskan alat alat medis yang di tempelkan di badan seperti oksigen dan yang lain lain.Dokter sudah menawarkan agar ayah Bima di mandikan di rumah sakit.Tapi kang Hatim menolaknya dan memilih untuk memandikan mertuanya di ruma saja.


Hana sedang menunggu di depan ruangan ibunya dengan air mata terus mengalir.Sedangkan kang Hatim masih sibuk mengurus ini itu ini itu agar bisa secepatnya membawa ayah Bima ke rumah.


Kang Hatim juga sudah menelepon keluarga pesantren memberitahukan kabar menyedihkan ini.


"Ya Allah hiks,kenapa ayahku engkau panggil duluan? Kenapa gak aku dulu ya Allah? hiks,Ayah! Aku tahu ayah sangat sangat sayang padaku! Tapi ternyata Allah lebih sayang sama Ayah! Aku janji,Aku akan selalu mendoakan Ayah! hiks,'' kata Hana.


"Aku harus kuat! Aku harus bersyukur! Aku masih punya ibu! ya Allah! Aku sayang sama ibu! hiks,Aku juga tahu Allah sayang sama ibu! Tapi ya Allah hiks,aku mohon jangan dulu jemput ibuku! Engkau baru saja mengambil ayahku! jangan dulu ambil ibuku! hiks,kalau bisa ambil,jemput aku dulu ya Allah!" Hana terus berdoa dalam tangisnya.


"Bi!'' kang Hatim menghampiri Hana dan langsung duduk di samping Hana.


"Kang!" Hana langsung nyender ke kang Hatim.


"Ngantuk?" tanya kang Hatim mengusap usap kepala Hana.


"Nggak,hiks!'' Hana menanhis lagi di pelukan kang Hatim.


"Udah dong! jangan nangis lagi!'' kata kang Hatim.


"Sudah selesai kang?" tanya Hana.


"Apanya?" tanya balik kang Hatim.


"Syarat syarat yang buat bisa ayah di bawa pulang!" jawab Hana.


"Oouh! Alhamdulillah sudah! Mungkiin sebentar lagi akan bisa di bawa pulang1 kalau ibu gimana? apa belum ada dokter yang keluar?"


"Hiks,belum!'' Hana kembali nangis lagi.


"Sabar aja ya! semoga bisa di lancarkan segalanya!" kata kang Hatim.Tiba tiba lampu di atas pintu ruang operasi berubah warna.Yang tadinya berwarna merah menjadi warna hijau dengan suara menyertai berubahnya lampu itu.


''Alhamdulillah! Sepertinya operasi telah beres bi!" kata kang Hatim.


"Alhamdulillah1 Semoga operasinya lancar!' kata Hana.Kemudian keluar seorang dokter yang tadi memeriksa Hana yaitu dokter Lesha keluar dari ruang operasi itu.


"Alhamdulillah operasi nya lancar!" jawab dokter itu.


"Alhamdulillah! terima kasih dok! Apa saya bisa menemui ibu saya?" tanya Hana.


"Silahkan! Namun ada yang harus saya sampaikan!" jawab dokter itu.


"Apa dok?" tanya Hana.


"Alhamdulillah,memang operasinya memang lancar! Tapi mungkin ini sudah waktunya! Ibu Nuraeni selamat tidak ada halangan apapun! tiada kata lain yang pantas di ucapkan selain innalillahi wa innailaihi rooji'uun!'' kata Dokter itu.


"A-a-apa dok? hiks,apa maksud kamu dok! hiks,aku gak mau kehilangan ibuku dok1 hiks,aku sudah kehilangan ayahku!" kata Hana.


"Mohon maaf mba! kami para dokter sudah berusaha semaksimal mungkin! Tapi Allah berkehendak lain!" kata dokter.


"Gimana ini kang?"


"Sa-sabar bi!" kang Hatim berusaha menahan matanya.


Hana memeluk kang Hatim dan menangis sejadi jadinya.Dia sudah tidak kuat lagi.Dia tidak menyangka bahwa malam ini dia akan kehilangan kedua orang tuanya sekaligus.


"Sabar bi sabar!" kata kang Hatim semakin tidak bisa menahan air matanya.


''Saya permisi!" kata dokter Lesha.


"I-iya dok! Te-terima kasih!" kata kang Hatim.


......Kami sudah berjanji saat kami masih pacaran dulu! Bahwa kami akan saling mencintai satu sama yang lainnya sehidup semati! Seperti yang kamu tahu,kami tidak pernah berantem! Ibu dan ayah tenang dan senang bisa melihatmu menikah dengan laki laki yang agama nya bagus,akhlaqnya bagus,sempurna! Semoga kamu bisa membahagiakan suami kamu!......


...Ayah Bima & Ibu Nuraeni...



mampir atuh yah,menarik carita na oge....