Ustadz Muda

Ustadz Muda
Skincare


Tok tok tok


"Kang!" Athiifah manggil kakaknya dari luar kamar setelah mengetuk pintu.


"Sepertinya Athiifah kang!" kata Nadhiirah.


"Iya kayanya, ada apa tu anak manggil manggil!"


"Kang!" panggil Athiifah dengan suara lebih keras.


"Ih si bawel! Bentar ya!" kata Royyan. Nadhiirah tersenyum menanggapi suaminya.


"Ada apa?" tanya Royyan setelah membuka pintu,namun dia hanya memperlihatkan kepalanya saja yang muncul dari balik pintu.


"Eh? Kenapa kamu kang?"


"Jangan banyak tanya! Ada apa panggil panggil?"


"Kak Nadhiirah mana?"


"Jangan banyak tanya!"


"Ih nyebelin! Di panggil sama ama! Di suruh ke ruang kerjanya!" ujar Athiifah.


"Dari tadi kek ngomong gitu! Malah ngaler ngidul!"


"Ya udah, cepetan temuin ama!"


"Iya! Masuk sinih, temenin kakak mu!" kata Royyan baru membuka pintu.


"Kakak!" kata Nadhiirah melambaikan tangannya pada Nadhiirah saat masuk ke dalam kamar.


"Nadh, saya ke bawah dulu ya! Di panggil ama!" kata Royyan.


"Iya kang!" jawab Nadhiirah.Setelah mendapat balasan dari Nadhiirah, Royyan tersenyum dan kemudian pergi sambil menutup pintu.


"Kak Nadhiirah cantik banget sih?!" kata Athiifah.


"Kamu juga cantik!" kata Nadhiirah.


"Pasti kakak pakai skincare mahal ya?"


"Tidak kok! Justru kakak gak pakai kosmetik sama sekali! Pakai bedak pun gak pernah! Dari kecil!"


"Oooh pantesan kalau gitu! Jadi kulit kakak gak tersentuh obat obatan kimia kimia gituh!"


"Mungkin seperti itu!"


"Air wudhu kan ya, skincare terdasyat!"


"Assalaamu'alaikum!" Royyan membuka pintu ruang kerja kang Hatim.


"Wa'alaikumussalam! Masuk!" jawab kang Hatim.


"Ada apa ama?" tanya Royyan setelah duduk walau tanpa di persilahkan.


"Kamu kenapa ngasih hukuman yang seperti itu pada Zhaffar!"


"Emm, Royyan juga mau tanya dulu sama ama!"


"Apa?"


"Zhaffar mau di nikahin?"


"Ya gimana lagi? Itu hukuman dia! Tapi ama mau tanyakan dulu ke kyai di pesantrennya!"


"Kapan ama mau ke sana?"


"Gak tau! Ama juga sudah telepon,tapi gak ada yang jawab! Nanti lah ama coba lagi!"


"Ooh iya!"


"Eh,jadi kenapa?"


"Apanya?"


"Kenapa hukumannya begitu?"


"Oooh, Royyan bingung ama mau kasih hukuman apa! Kalau di suruh ngehafal kitab mah gampang!"


"Yaa hukuman itu bisa melatih kesabaran! Melatih emosi supaya bisa lebih terkendali! Ditambah bisa membuat mandiri! Dan dia jadi bisa belajar!"


Kang Hatim tersenyum mendengar jawaban dari putranya.


"Oh iya ama, barusan Royyan sama Nadhiirah memutuskan untuk gak jadi berangkat hari ini!"


"Kenapa?"


"Hmm, Nadhiirah masih mau disini katanya!"


"Baguslah kalau gitu! Umma mu juga tadi sempat nyuruh ama agar kamu gak berangkat hari ini!"


"Kenapa?"


"Gak tau! Tanya aja sama umma mu sendiri!"


"Ah ya sudah, Royyan pergi dulu!"


"Mau ke mana?"


"Ke kamar sih,hheh!"


"MasyaAllah, ya sudah pergi sanah! Harus rajin! Takut nanti keduluan punya anak sama Zhaffar!"


"Rajin apanya?"


"Minum vitamin!"


"Buat apa?"


"Biar sehat!"


"Oooh! Kiran nyuruh rajin apanya!"


"Apa hayoh?"


"Aku gak berani ama!"


"Lah? Masa gak berani?"


"Malu!"


"Kenapa?"


"Malu ngomongnya!"


"Hahahahahahah, langsung bertindak aja, jangan banyak omong!"


"Ih ama,masa langsung! Gak etis!"


"Terserah kamu aja ah!"


"Bukannya ama sama umma juga gak pacaran ya?"


"Iya!"


"Terus gimana?"


"Gak tau! Lupa lagi!"


"Ah bohong!"


"Ama mau ke Baitussalam awal! Mau ikut?"


"Nanti sore Royyan mau ke sana! Ngajak Nadhiirah!"


Untung bisa di alihkan ke bahasan yang lain kata hati kang Hatim.


"Ya sudah, ama pergi dulu!"


"Okey!"


"Nanti kalau umma kamu nyariin, kasih tau! Assalaamu'alaikum!"


"Wa'alaikumussalaam!"