
"Terus umma,Royan mau nanya lagi!" kata Sulthaan.
"Nanya apa lagi? Kenapa kamu sering nanya ke umma,jarang nanya ke ama?" tanya Hana.
"Heheh,pertama kan ama jarang ada rumah! Terus Royan gak berani!"
"Lah,kenapa gak berani?"
"Soalnya kalau ama pulang,sepertinya ama capek! Jadi kalau Royan tanya tanya takut mengganggu!"
"Oooh iya,bagus kalau gitu,kamu mengerti bahwa ama cape!" kata Hana.
"Boleh kan Royan nanya?" tanya Sulthaan.
"Iya boleh!" jawab Hana.
"Kan aku dengar Allah itu menurunkan seratus kitab! Sepuluh kitab,diturunkan ke nabi Adam! Terus lima puluh ke nabi Sis,Tiga puluh ke nabi Indris,kemudian sepuluh ke nabi Ibrohim,jadi seratus! Terus yang empatnya adalah Qur'an,Injil,Tauret,dan Jabur! Nah yang aku mau tanyakan,apa yang seratus kitab itu,selain yang empat itu adalah kitab yang santri santri kaji? Seperti safinah,jurumiyyah dan yang lainnya? Nah yang bingung juga,semua kitab ama saja yang ada di sini lebih dari seratus kitab bahkan sampai mencapai lima ratus berapa gitu! Royan lupa!"
"Sulthaan,kitab itu berasal dari bahasa arab! Yang terdiri dari huruf Kaf,Ta dan Ba! Dibaca kitab! Artinya buku! kitab suci,berarti buku suci! Kitab Safinah,artinya buku perahu! Perahu yang berlayar mengarungi ilmu fikih!" kata Hana.
"Ooh gitu ya? Berarti yang seratus itu bukan kitab yang di kaji santri ya?"
"Iyaa!"
Tok tok tok
"Ama bukan umma?" tanya Sulthaan dengan semangat.
"Sepertinya iya,coba kamu buka pintu nya!" kata Hana.
"Okey!" dengan semangat Sulthaan berlari menghampiri pintu dan dia buka dan memang yang ada di balik pintu adalah kang Hatim yang baru pulang siang ini.Berangkat malam pulang pagi.
"Assalamualaikum!" kata kang Hatim.
"Yeay ama pulang!" kata Sulthaan.
"Jawab dulu salamnya! kan jawab salam itu?"
"Wajib!" jawab Sulthaan dengan kemudian dia di gendong oleh ayahnya.
Sulthaan mencium tangan ayahnya.Kang Hatim mencium pipi kiri dan kanan Sulthaan dengan gemas.
"Mana jawaban salamnya?"
"Waalaikumussalam!" jawab Sulthaan.Kang Hatim membawa anaknya masuk ke dalam rumah.Hana mencium tangan suaminya kemudian kang Hatim duduk di sampingnya.
"Aman bi?" tanya kang Hatim.
"Aman!"
"Gak ada kontraksi?" tanya kang Hatim.
"Belum!" jawab Hana.
"Alhamdulillah kalau gitu!"
"Royan sudah gak sabar mau ketemu sama dede!"
"Sudah makan?" tanya Hana.
"Belum!" jawab kang Hatim.
"Ya sudah,ayo makan dulu! Aku dan Sulthaan juga belum makan!"
"Ayo!" kata kang Hatim "Kamu sama umma duluan ke dapur,ama mau ganti baju dulu!"
"Okey!" jawab Sulthaan.
"Ayo umma!" kata Sulthaan.
"Ayoo!" Hana di tuntun oleh Sulthaan menuju dapur.
Tidak lama kang Hatim gaanti baju,dia sudah ada di meja makan siap untuk makan bersama anak dan istrinya.
Mereka makan menikmati hidangan yang ada.Tanpa ada yang bicara satu sama lain hingga selesai makan.
Malam ini,kang hatim tidak ada jadwal ceramah kemanapun.Karena Hana sudah hamil besar jadi agak khwatir jika di tinggalkan sama seperti saat pertama kali Hana hamil.
Sehabis sholat isya,kang Hatim menyempatkan untuk ngaji bersama anak dan istrinya.Mereka membaca al qur'an bersama sama.Setelah itu,Hana mengetes hafalan anaknya.Sedangkan kang Hatim juga ikut mendengarkan namun dia sambil baca kitab.
'Ternyata dia sudah bisa membedakan tsa,sya,sin,dan shod' gumam kang Hatim dalam hatinya.
Hati kang Hatim merasa tenang melihat istri dan anaknya sama sama mempunyai cita cita agung.Tidak khawatir tidak risau anak dan istrinya jauh dari didikan agama.Maklum berada di lingkungan pesantren jadi terbawa suasana terbawa berkah.
Begitu banyak kejutan dan cobaan yang terjadi dalam kisah cinta kang Hatim dan Hana.Namun,itulah yang membuat keduanya semakin erat semakin dekat.
Allah punya cara terbaik untuk membuat hambanya menuju kebahagiaan,jangan sampai kita mengejar kebahagiaan dengan cara yang tidak di perbolehkan.
Kebahagiaan memang tidak terduga,b aik itu dari hal yang kita sukai atapun tidak.Semoga kitab bisa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan....
...~Selesai....~...
Tarik nafas dalam dalam,buang kemudian....
...Pertama dan yang paling utama,Author haturkan Alhamdulillah terima kasih kepada Allah yang telah memberikan kepada kita semua khususnya kepada Author kesehatan,kejembaran rizki dan banyak lagi.......
......Author juga ucapkan terima kasih yang sebanyak banyaknya kepada kalian semua kakak kakak author,pendukung author,penyemangat author juga teman author yang telah menamani author selama ini.Dari mulai author menulis novel ini sampai sekarang........
...Terima kasih atas dukungannya dan segalanya......
...Author juga menghaturkan ribuan maaf kepada semuanya,sering buat kalian menunggu lama novel ini update... Maaf juga jika tulisannya masih acak acakkan masih ambigu membingungkan... Dan juga maaf masih banyak tidak terhitung tulisan yang typo......
...Dan Author juga mau minta doanya agar novel kita tercinta ini bisa ada dalam dunia nyata,maksudnya bisa di cetak di jadikan buku......
^^^ingat angka ini :^^^
^^^24/07/2021^^^
^^^13/07/2022^^^
^^^29/08/2022^^^
Sekali lagi,maaf dan terima kasih atas segalanya...