Ustadz Muda

Ustadz Muda
#175


"Assalamualaikum!" kata kang Hatim sambil membuka pintu rumah setelah pulang ngajar santriawati di madrasyah.


"Waalaikumussalam!" jawab Hana tanpa melihat ke orang yang mengucapkan salam itu.Hana fokus menyelidik sebuah kotak misterius.


"Sedang apa bi?" tanya kang Hatim sambil duduk di sebelah Hana di atas kursi ruang keluarga.


"Ini kang,ada yang ngirim ini!" kata Hana setelah mencium tangan kang Hatim.


"Emangnya apa isinya?" tanya kang Hatim.


"Gak tahu kang,kan belum di buka!" jawab Hana.


"Dari siapa?" tanya kang Hatim.


"Gak tahu juga,tidak ada nama pengirimnya,cuman ada nama aku dan alamat pesantren ini!" jawab Hana.


"Gak kamu tanya sama kurir yang ngirimnya?" tanya kang Hatim.


"Sudah,tapi dia juga gak tahu! katanya dia cuma nganterin!" jawab Hana.


"Ya sudah,sini akang buka!" kata kang Hatim.


"Ambil pisau,atau gunting aja!"


Hana pergi mengambil gunting untuk memudahkan kang Hatim membuka kotak dari kardus itu.


Setelah itu,Hana menyerahkan gunting kepada kang Hatim.


"Kang!" kata Hana.


"Apa?" di sela sela berusaha membuka kotak itu yang penuh dengan lakban kuning.


"Bagaimana kalau isinya bom,pas di buka bom nya meledak!" kata Hana.


"Ya udah,kamu aja yang buka bi!" kata kang Hatim menyerahkan kotak itu pada Hana.


Hana mencoba membuka kotak itu.


"Bi!" kata kang Hatim.


"Apa?"


"Gimana kalau isi kotak itu king kobra? pas di buka langsung matuk!" kata kang Hatim.


"Ish kang,akang aja deh yang buka!" kata Hana.


"Ya udah sini,biar akang aja yang buka!" kata kang Hatim mengambil kembali kotak itu.


"Tapi kalau itu bom gimana? atau king kobra gimana?" tanya Hana.


"Gak papa bi,dari pada kamu yang kena bom atau king kobra! lebih baik akang aja yang kena! akang rela berkorban demi kamu bi,asal kamu selamat!" jawab kang Hatim.


"Lapar gak?" tanya Hana.


"Sedikit!" jawab kang Hatim.


"Ya udah,aku ke dapur dulu!"


"Jangan bi,nanti aja!" kata kang Hatim.


"Kenapa?"


"Kita lihat dulu sama sama,apa isi kotak ini!" kata kang Hatim.


"Lama kang!"


"Ini udah bi!" setelah berhasil membuka lakban tebal.


"Kok bau kang!" kata Hana.


"Iya ya,kok bau!" kata kang Hatim.


"Kita buka aja ya!" kata kang Hatim dan Hana langsung mengangguk.


kang Hatim membuka kota itu dan aromanya semakin menyengat,semakin bau.


"Astaghfirullah bi,lihat ini!" kang Hatim kaget setelah kotak itu terbuka sempurna.


"Apa itu kang?" tanya Hana.


"Bangkai tikus bi!" kata kang Hatim.


"Ih,itu ada kertas kang!" kata Hana.


Kang Hatim mengambil kertas kotor yang betumpuk dengan bangkai itu.


"Buka kang!" kata Hana.


Kang Hatim membuka kertas itu.Di dalamnya bertuliskan Tinggalkan Hatim,atau kau akan meninggal dalam waktu dekat seperti tikus tikus ini!.Tulisan itu menggunakan tinta merah darah.Di sudut kertas itu ada huruf sin arab.


"Ya Allah!" kata kang Hatim kembali melipat kertas itu.


Hana menangis setelah tahu isi dari kertas itu.Hati kang Hatim marah melihat ini semua,namun dia menahannya.


Kang Hatim memeluk Hana berusaha menenangkan istrinya.Kang Hatim tahu pasti Hana gak akan tenang.


"Tenang bi,ini cuma teror!" kata kang Hatim.


"Aku takut!" kata Hana.


Ya Allah,cobaan apa lagi ini ya Allah,semoga aku bisa menjalaninya ya Allah! Tolong kuatkan istriku dalam menghadapi cobaan ini ya Allah! doa kang Hatim dalam hatinya sambil memelul erat Hana yang masih menangis.