
Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Dan ini saatnya bagi kang Roni memulai acara inti yaitu ceramah dari tiga mubaligh.
"Para ibu bapak saudara saudara semuanya,kini telah tiba mangsanya untuk kita mendengarkan tausiyah,siraman qolbu dari tiga mubaligh! Benahi duduknya buat senyaman mungkin,siapkan telinganya agar bisa mendengarkan apa yang di sampaikan dengan baik! Kemudian siapkan hatinya agar bisa menerima apa yang di dengar oleh telinga! Siapkan juga mata nya agar bisa menatap wajah para ahli ilmu! Karena orang yang hanya menatap wajah ilmu juga akan mendapat pahala!" kata kang Roni di atas panggung.
"Baiklah,kita langsung saja kita persilahkan untuk memberikan ilmunya kepada kita! Kepada guru kita,Ustadzah Mumpuni,dengan penuh kehormatan,waktu dan tempat kami persilahkan!" kata kang Roni dan lanjut melantunkan sholawat ma'as salam untuk menyambut Ustadzah Mumpuni.
"Kok Ustadzah duluan sih?" tanya kang Hatim.
"Ah maaf Ustadz mendahului! Saya masih ada undangan ceramah! Jadi malam ini saya ngisi dua acara!" kata Ustadzah Mumpuni dengan sopan pada kang Hatim.
"Ya Allah,ya sudah silahkan Ustadzah! Tadinya juga bukan saya ingin mendahului,tapi saya takut kehabisan tema!" kata kang Hatim dengan cengengesan.
"Ya sudah,Ustadz,saya duluan! Abah maaf!" kata Ustadzah Mumpuni.
"Silahkan silahkan!" kata kang Hatim.
"Silahkan!" kata Ustadz Asep Mubarok.
Ustadzah Mumpuni pun keluar rumah dan menuju panggung dan memulai ceramahnya.
"Ustadz Hatim!" kata Ustadz Asep Mubarok.
"Iya bah?" tanya kang Hatim.
"Abah dulu atuh ya,kalau terlalu malam abah teh sok malah tunduh!" jawab Ustadz Asep Mubarok.
"Aduh bah,bukan saya gak sopan atau gimana! Tapi saya kan masih belajar cermah! Malahan baru kali ini saya ceramah di panggung! Jadi kalau abah duluan,nanti saya akan kehabisan kata kata!" kata kang Hatim.
"Esh,gak boleh bicara gitu! Percaya sama kamu mah! Pasti bisa!" kata Ustadz Asep.
"Ini ujiannya!" kata Ustadz Asep Mubarok.
"Ya sudah abah,doanya saja! semoag saya bisa!" kata kang hatim.
"Iya! lain kali main ke Cikampek!" kata Ustadz Asep Mubarok.
"InsyaAllah bah,nanti saya silaturahmi ke sana! Kalau sempat,abah juga main ke Baitussalam!" kata kang Hatim.
"InsyaAllah!" kata Ustadz Asep.
"Oh iya bah,saya juga mau minta doanya! Istri saya lagi ngandung! Anak pertama kami!" kata kang hatim.
"Oh gitu,selamat atuh ya,Siapa namanya?" tanya Ustadz Asep.
"Nama?"
"Nama si nengna!"
"Ooh Farhana bah!" jawab kang Hatim.
"semoga Allang di panjaah masihan kasehatan kanggo neng Farhana! Kuat dina ngandungna! Atuh jabang bayina sing teras di paparinan kasehatan! kalawan lahir dina kaayaan anu sampurna! Besarnya jadi anak anu sholeh sholeheh! Bisa babakti ka rama na! Oge ibuna! Atuh ka agama katut nagarana!" doa Ustadz Asep.
Kang Hatim dan Hana juga yang ada di sana menengadahkan tangannya menganminkan doa yang di panjatkan Ustadz Asep Mubarok.
Ustadzah Mumpuni hanya mengahbiskan waktu empat puluh lima menit dan sudah kembali ke rumah untuk kembali berpamitan kepada sehihul hajat dan tidak lupa kepada para ustadz ustadzah yang ada di sana.
Kang Roni juga sudah mempersilahkan Ustadz Asep Mubarok untuk naik ke atas panggung dan memberikan tausiyyahnya. dan di sambut dengan sholawat ustadzi yang artinya guruku.