Ustadz Muda

Ustadz Muda
#51


Kang Hatim dan Hana sudah sampai di pesantren.


"Kamu tunggu di sini,jangan keluar mobil,saya akan menurunkan barang barang itu dulu!" kata kang Hatim.


"Tapi..."


"Kalau kamu turun,nanti ada yang lihat!"


"Ah ya sudah,terserah akang saja!"


"Nah bagus!"


Kang Hatim langsung turun dan membuka bagasi.Dia menurunkan bahan bahan makanan yang dia bawa dari mertuanya b


dan di masukan ke dapur.Sengaja kang Hatim memarkirkan mobil di halaman dapur umum pesantren.


Setelah selesai menurunkan semua barang dan menyimpannya di dapur,kang Hatim langsung masuk lagi ke dalam mobil.


"Sudah?" tanya Hana.


"Sudah!"


"Di bantu bu Tia dan bu Ani?"


"Tidak,mereka hanya saya suruh tunggu di dalam agar membereskan barang barang itu di dalam!"


"Oooh!"


"Langsung jalan?"


"Terserah!"


"Ya sudah!"


"Kita akan sampai pas adzan maghrib!"


"Emangnya kita mau ke mana?"


"Nanti juga kamu akan tahu!"


Mereka sudah keluar dari gerbang pesantren.Kang Hatim membunyikan musik yang di bluetooth ke speaker mobilnya.Arrobbu Sholla lagu yang di putar kang Hatim yang di cover oleh Ai Khodijah.


Kang Hatim sudah memberhentikan mobilnya di halaman mesjid karena adzan maghrib sudah selesai berkumandang.


"Hana,kamu tunggu di sini ya,saya mau sholat dulu!" kata kang Hatim sambil melepaskan sabuk pengamannya.


"Ikut,aku mau ke toilet!" kata Hana juga ikut melepaskan sabuk pengamannya.


"Ya sudah ayo!"


"Gak mau bukakan pintu?"


"Hah,iya iya,tunggu!" kang Hatim langsung turun dan mengelilingi mobil untuk membukakan pintu Hana.


"Terima kasih!" kata Hana yang sudah memakai cadarnya.


"Hm!"


"Iya! ayo ikuti saya!"


"Kang,kita ini sudah syah tahu!"


"Iya,saya tahu!"


"Bagaimana kalau saya hilang?"


"Saya akan mencarinya!"


"Ih si akang!"


Kang Hatim meraih tangan Hana dan menggenggamnya.Sebenarnya saya mau ini dari tadi,bahkan saya mau di mobil juga berpegangan seperti ini,tapi saya tidak berani! kata Hati kang Hatim.


Jujur aku merasa nyaman jika tanganku di genggam seperti ini kang! kata hati Hana.


"Di sana toilet wanita,saya hanya bisa ngantar kamu sampai sini,saya akan menunggu kamu di sini! cepat!" kata kang Hatim.


"Ah iya kang!" jawab Hana tapi tidak langsung pergi.


"Ayo cepat!" kata kang Hatim.


"Lepasin dulu kang,nanti pegang lagi!" kata Hana dengan nada bicara menggoda sambil menggoyang goyangkan tangannya yang di genggam erat kang Hatim.


"Oh iya maaf!" kang Hatim langsung melepaskan gengggamannya.


"Tunggu ya!"


"Iya!"


Hana langsung pergi menuju toilet.Sedangkan kang Hatim mengambil air wudhu.


Setelah selsai berwudhu,kang Hatim kembali stand by menunggu istrinya keluar dari toilet.Dan tidak menunggu lama,Hana keluar dari toilet.


"Ayo kang!" Hana langsung menyambar tangan kang Hatim.


"Ke mana? saya belum sholat!"


"Antarkan aku dulu ke mobil kang!"


"Ah baiklah,ayo!"


Ayah Bima memang benar,dia sangat manja! tapi,kenapa anak manja seperti dia tahan di pesantren ya?


"Masuklah,tunggu saya sholat dulu!" kata kang Hatim membukakan pintu mobil untuk Hana.


"Okey,terima kasih!" kata Hana dan masuk ke dalam mobil.


"Saya sholat dulu!" kata kang Hatim sambil menutup pintu mobil dan di jawab anggukan oleh Hana.


Bersambung...


Like,komen,vote,beri hadiah....


Follow ig/fb :AuthorSyiba