Ustadz Muda

Ustadz Muda
#207


"A-aku yakin! hiks,pasti kalian juga bahagia!" kata Hana sambil menangis.


"Dan semoga kalian selalu bahagia ya!" kata Hana sambil mengusap kelopak matanya yang basah dan dia berhenti menangis.


"Ayah,ibu,aku pamit dulu ya! Aku juga besok mau pulang dulu ke pondok!" kata Hana.


"Assalamualaikum!" kata Hana setelah mencium dua kayu bertuliskan nama Ayahnya dan ibunya.


Hana pergi dari pemakaman dia menghampiri kang Hatim yang menunggunya di gapura TPU.


"Sudah selesai?'' tanya kang Hatim melihat istrinya yang menghampirinya.Hana hanya emnganggap pertanyaan Kang Hatim dengan anggukan.


"Kamu nangis?" tanya kang Hatim sambil mengusap kelopak mata Hana dengan jempolnya.


"Pulang?" tanya kang Hatim.


"Iya!" jawab Hana.


"Ya sudah! Ayo!" kata kang Hatim.Namun baru juga mau jalan menuju mobil,adzan dzuhur berkumandang.


"Sholat dulu ya?!" kata kang Hatim.


"Iya!" jawab Hana.Merekapun pergi menuju mushola yang ada di dekat sana untuk melaksanakan sholat dzuhur.Namun sebelumnya tetap ke mobil untuk membawa mukena Hana.


Setelah selesai sholat,kang Hatim dan Hana segera kembali ke mobil.Yogi juga ikut sholat karena di ajak kang Hatim.


"Langsung pulang kan?" tanya Yogi.


"Langsung pulang aja!" jawab kang Hatim setelah masuk ke dalam mobil.


"Kang!" kata Hana.


"Iya?" tanya kang Hatim.


"Aku mau kelapa muda!" jawab Hana.


"Kelapa muda? Emang yang hamil muda boleh minum kelapa muda?" tanya kang Hatim.


"Mungkin boleh! Kan sama sama muda! Kelapa muda hamil muda!" jawab Hana.


"Tapi aku mau banget kang!" kata Hana.


"Ya sudah! Cari kelapa muda!" kata kang Hatim.


"Siap kang!" jawan Yogi.Kemudian kang Hatim membuka hand phonenya mencari tahu di internet boleh atau tidaknya hamil muda meminum kelapa muda.


"Ternyata boleh bi! Malah bagus!" kata kang Hatim setelah membaca artikel.


"Tuh kan! bisa tambah kecepatan mobilnya pak Yogi? Aku sudah tidak sabar!" kata Hana.


"Baik non!" jawab Yogi.


"Kamu ngidam mungkin ya bi?" tanya kang Hatim.


"Mungkin gitu! Tapi kok aku gak seperti kata orang ya? kan biasanya kata orang yang hamil suka mual mual gitu!" ucap Hana.


"Mungkin semua orang beda beda bi! Kan Allah emang menciptakan manusia itu berbeda agar menjadi keberagaman! Coba aja kamu pikir kalau semua orag di ciptakan sama semua? Wajahnya,badannya,sifatnya,suaranya,namanya juga sama! Terus kalau mau nikah gimana mau cari pasangan? Toh semuanya sama! Gak perlu cari yang cantik! Terus kalau sudah nikah salah meluk iatri yang ternyata itu tetangganya! Kan berabe bi!" kata kang Hatim.


"Tapi lucu tahu kang! Ketika semua orang namanya sama semua! Misal namanya semua Bagus! aku mau cerita! Suatu hari,bagus pergi untuk menemui Bagus di rumahnya Bagus,karena Bagus mengadakan syukuran khitanan anaknya si Bagus!'' kata Hana.


"Hahah,kamu elor bi!" kata kang Hatim.


"Sudah sampai kang!" kata Yogi.


"Ouh iya! Kamu tunggu di sini aja ya! Akang yang beli ke sana!" kata kang Hatim.


"Ya sudah aku tunggu di sini! Belinya dua! Buat di rumah satu! Kalau akang mau,beli tiga!" kata kang Hatim.


"Biar saya aja yang ke sana kang!" kata Yogi.


''Oh gitu,ya sudah! Ini uangnya!" memberikan uang seratus ribu.


"Beli tiga aja! Kalau kamu mau beli empat! dan yang satu tolong di kupaskan ya!'' kata kang Hatim.


"Baik kang!" kata Yogi dan lanjut turun dari mobil.