Ustadz Muda

Ustadz Muda
#158


Kang Hatim bersama Aang yang bernama lengkap Aang Akbar Kafi pimpinan pondok pesantren Miftahurrahmah.Merka sedang berkeliling melihat sekitar lingkungan pesantren.


Kang Hatim dan Aang Kafi pernah satu pesantren.Aang Kafi adalah senior kang Hatim.


"Ang,mohon maaf sebelumnya!" kata kang Hatim.


"Ada apa Tim?" tanya Aang Kafi.


"Zulfi izinnya gimana saat mau pulang?" tanya kang Hatim.


"Iya begitu,Ang Zulfi mau pulang dulu,di kampung ada kegiatan!"


"Kalau waktu dia masuk gimana?" tanya kang Hatim.


"Ya seperti biasa,dia masuk, langsung menemui saya di rumah!" jawab Aang Kafi.


"Oooh,gitu ya!"


"Emangnya kenapa?" tanya aang Kafi.


"Gak kenapa napa,cuman ingin tahu aja,gimana dia masuk pesantren kalau gak di antar!" jawab kang Hatim.


"ooouh"


"Eh,ini tempat apa ang?" tanya kang Hatim yang melihat tempat seperti gubuk.Lantainya menggunakan bambu,dindingnya hanya tinggi lutut menggunakan bilik bambu dan atapnya menggunakan ijuk.


"Ah ini tempat anak anak nongkrong!" jawab aang Kafi.


"Oouh,tapi kok sepi?" tanya kang Hatim.


"Anak anak lagi di kobong masing masing kalau jam segini!"


"Tidur?" tanya kang Hatim.


"Mungkin ada juga yang tidur,tapi di perintahkan untuk ngapal sih!"


"Ke sana yu,boleh gak?" tanya kang Hatim yang tertarik dengan saung yang sederhana namun terlihat nyaman.


"Boleh boleh!"


"Tunggu di sini sebentar ya,saya mau ke sana sebentar!" kata Aang Kafi.


"Iya ang!" jawab kang Hatim.


Aang Kafi pergi dengan buru buru.Dia pergi ke arah kobong putra.


Kang Hatim sibuk melihat lihat sekeliling saung itu.Di belakang saung itu adalah pesawahan yang cukup luas.Sedangkan di samping kanan ada empang kecil dengan ikan ikan kecil juga di sana.Sedangkan di samping kirinya tanah lapang namun memakai atap.


Tidak lama kemudian,saat kang Hatim masih menikmati keindahan itu,datang Aang Kafi diikuti santriawan dan santriawati di belakangnya.


"Simpan di sana!" kata aang Kafi pada salah satu santrinya yang membawa kursi kayu dan dia simpan di samping kang Hatim.


"Sok duduk,santriawati di bawah aja!" kata aang Kafi.


Para santriawati duduk di atas tanah di samping saung dengan tertib sedangkan para santriawan duduk dengan rapih di saung.


"Nah anak anak,sekarang kita manfaatkan ustadz muda ini agar memberikan sedikit ilmunya pada kita! kalian simak ya!" kata aang Kafi.


"Ada apa ini ang?" tanya kang Hatim yang bingung.


"Duduknya di atas Tim!" kata Aang Kafi menyuruh agar kang Hatim duduk di atas kursi.


"Gak mau ah,di sini aja!" kata kang Hatim.


"Eh,ayo di atas!" kata Aang Kafi.


"Gak enak lah!"


"Yeh,cepat!"


Dengan tidak enak hati kang Hatim duduk di atas kursi yang di sediakan.


"Nah,kalian bebas bertanya pada Ustadz Hatim ini,ilmu dia lebih tinggi di banding ilmu aang,jadi qori dia siap,cuman dia tidak memamerkan kemampuannya dengan cara mengikuti lomba lomba seperti Aang!" kata Aang Kafi.


"Mana ada,saya gak bisa apa apa! lagian bagus Aang ikut lomba lomba sampai juara qori internasional! jadi memotivasi orang banyak!" kata kang Hatim.


"Nah kan dia rendah hati,karena apa? karena ilmu tasawuf Ustadz Hatim ini sangat dalam,sehingga ya begini Ustadz Hatim ini rendah hati,ada yang mau di tanyakan?" tanya aang Kafi.