Ustadz Muda

Ustadz Muda
Extra Chapter 1.2


"Akang!" panggil Hana saat dia dan suaminya kang Hatim sedang berduaan di kamar.Sedangkan kedua putranya ada di kamar lain.


"Apa sayang?" tanya kang Hatim yang masih fokus dengan kitab di tangannya.Seperti biasa,kang Hatim sedang mencari materi untuk ceramahnya malam nanti.


"Nanti malam akang jadwal di mana sih?" tanya Hana.


"Deket kok! Hanya di desa sebrang!" jawab kang Hatim menutupkan kitabnya dan dia simpan di meja yang ada di depannya.Kang Hatim alih posisi jadi di samping istrinya dan menyenderkan kepalanya di pundah Hana.


"Kenapa kamu tiba tiba nanya akang ceramah di mana? Biasanya juga gak pernah nanya nanya!"


"Aku mau ikut!" jawab Hana.


"Ikut? Kenapa mau ikut?"


"Ya gak kenapa napa! Ingin aja! Kan udah lama juga aku gak ikut akang ceramah! Kebetulan malam ini akang ceramahnya lumayan deket!" jawab Hana.


"Boleh sih,tapi Royyan sama Zhaffar gimana?" tanya kang Hatim.


"Bawa aja kang! Aku mau orang orang tau,kalau kamu itu udah punya anak! Apalagi istri! JAdi gak ada deh yang berharap lagi sama akang!" kata Hana.


"Ish,kamu ini apa apaan sih bii!"


"Bukan ash ish osh! Aku serius! Karena aku yakin! Walau akang gak ada niatan buat poligami,tapi perempuan perempuan di luar sana pasti banyak yang mau sama akang! Suka sama akang!" kata Hana.


"ya Allah bii,kalau benar begitu,kamu gak usah pikirkan orang lainnya! Kamu pikirkan akang nya aja! Gak peduli orang lain mau suka kek,mau berharap kek sama akang,yang penting kan akang nya ak suka sama mereka!" kata kang Hatim.


"Iya sih,,tapi akang mau berdosa gara gara nyakitin hati orang lain? Gara gara orang lain suka bahkan cinta sama akang karna gak tau kalau akang ini sudah punyaku dan sudah punya dua anak!"


"Yeh,kata siapa mereka gak tau kalau akang sudah punya kamu dan sudah punya istri?"


"Kan kataku barusan!"


"kenapa bisa berpikir seperti itu?"


"Yaaa,secara kan akang gak pernah bawa aku,apalagi bawa anak anak saat akang pergi kemana mana!" jawab Hana.


"Tapi bii,walaupun begitu,akang itu sesekali suka nyebut namamu,neybut nama anak anak juga saat ceramah!"


"Yeh,dibilangan malah gak percaya!"


"Ya nggak lah,pak polisi aja kalau ada yang laporan tenang sesuatu,tidak langsung percaya! Kecuali ada saksi dan bukti!" kata Hana.


"Ooooh,jadi mau bukti?"


"Iyalah!"


"Ambilkan laptop!" kata kang Hatim.Hana nurut mengambilkan laptop kang Hatim dan kembali duduk di sampingnya.


Kang Hatim menyalakan laptopnya dan membuka aplikasi youtube.


"Jangan kira suami mu ini gak terkenal!" kata kang Hatim sambil menulis namanya dalam kolom pencatian di aplikasi youtube itu.


"Akang punya channel youtube?" tanya Hana.


"Nggak! Kalaupun punya,pasti sudah ada pemasukan dong bii!" jawab kang Hatim.


"Terus,kenapa akang cari nama akang di youtube?"


"Tuh kan,kamu gak tahu kalau suamimu terkenal! Walau akang gak punya channel,tapi banyak channel akang yang mefosting video akang saat ceramah!" jawab kang Hatim dan ternyata benar.Dalam layar laptop itu,sudah banyak muncul cover dari video kang Hatim ceramah dengan covernya menggunakan foto kang Hatim.


"Waw,banyak yang like nya juga kang!" kata Hana.


"Marukankeun!" kata kang Hatim sombong.


"Ayo putar!" kata Hana.Kang hatimpun memutar satu videonya dan menyimpan laptop itu di pangkuan Hana.


"Akang mau ke mana?" tanya Hana yang melihat suaminya hendak pergi.


"Mau lihat anak anak dulu!"


"Lah,sini dulu aja!"


"Gak mau ah! malu nonton diri sendiri!" kata kang Hatim membuat Hana tertawa.