Ustadz Muda

Ustadz Muda
#71


"Akhirnya beres juga!" kata Hana yang baru selesai membereskan baju bajunya dan menyusun rapih kitab kitabnya di lemari yang sudah di sediakan kang Hatim.


"Alhamdulillah!" kata kang Hatim.


"Kang,Zulfi sudah berangkat lagi?" tanya Hana.


"Zulfi? belum,dia akan berangkat setelah resepsi pernikahan kita!"


"Oooh,kalau Taufiq? kenapa dia gak pulang bersama kakaknya?"


"Gak tahu!"


"Kenapa mereka punya suara yang bagus ya?"


"Mungkin turunan!"


"ooh iya ya!"


"Sini duduk dulu!" kata kang Hatim menepuk tempat kosong di sampingnya di atas kursi.


Hana langsung nurut duduk di samping kang Hatim.


"Mau kopi?" tanya Hana.


"Emh,gak,saya mau air putih saja!"


"Ya sudah,aku ambilkan dulu ya!" kata Hana dan di jawab anggukan oleh kang Hatim sambil tersenyum.


"Ini airnya kang!" kata Hana menyimpan segelas air putih.


"Hana,kamu mau resepsi seperti apa?" tanya kang Hatim setelah meneguk air putih yang baru saja di bawakan Hana.


"Emh gak tahu,jangan terlalu mewah mewah kang,apalagi sampai sewa hiasan hiasan,mubazir!"


"Iya,tapi kamu mau seperti apa?"


"Aku ngikut akang saja!"


"Saya juga bingung,makanya saya nanya kamu!"


"Aku juga bingung,namun yang terpenting kita bisa memberi makan orang banyak!"


"Itu tujuan saya,saya ingin memberi makan orang orang yang mungkin susah untuk makan,anggap saja sebagai sedekah!"


"Iya kang!"


"Kalau tanya teh Alvi gimana? biasanya dia punya segala solusi!"


"Ya sudah,terserah akang saja!"


"Kalau gitu,sekarang kita ke rumah teh Alvi!"


"Nanggung kang,sebentar lagi ashar!"


"Terlalu malam,gak enak!"


"Iya juga ya,duh saya jadi gak bisa mikir!"


"Besok pagi aja kang,habis ngaji!"


"Gitu ya? ya sudah,saya panggil aja teh Alvi nya,agar dia yang ke sini!"


"Gak sopan!"


"Gak papa,teh Alvi kan suka ke sini!"


"Jangan lah,kita saja yang ke sana,aku belum pernah ke sana!"


"Masa?"


"Iya!"


"Ya sudah,besok kita ke sana!"


"Iya!"


"Oh iya,saya mau dengar kamu baca kitab Fathul mu'in!"


"Apa? ah gak bisa kang!"


"Kenapa?"


"Terlalu banyak ruju nya,dan ruju nya jauh jauh.Sedangkan saya kan bodoh,jadi susah nyarinya sedangkan akang mendikte nya cepat,jadi sering ketinggalan!"


"Wah kacau!"


"Heheh!"


"Apa kamu tahu gelar yang ngaji fathul mu'in seperti apa?"


"Gelar? ustadz kan?"


"Sebenarnya jika kita tamat mengkaji fathul mu'in dan paham semua yang di bahas dalam kitab Fathul mu'in bisa melebihi gelas s2,bahkan bisa sampai profesor.Dalam kitab itu membahas semua masalah beserta hukumnya,sunatnya,makhruhnya,haramnya,wajibnya,semuanya di bahas dengan detail di dalam kitab itu.Bahkan dalam kitab itu di bahas tentang mejadi hakim yang adil,tahu?"


"Tahu,tapi gak paham!"


"Dalam kitab itu juga di bahas berbagai hukuman hukuman bagi orang yang mencuri.Mulai dari mencuri hal kecil sampai hal besar.Pernah dengar?"


"Pernah!"


"Akhlak,akhlak juga di bahas di sana,sopan santun di bahas di sana.Bahkan saking detailnya,tatacara makan,minum,duduk saat makan,duduk saat minum, semuanya di bahas!"


"Cara perang juga di bahas dalam kitab itu,bagaimana cara kita menyiapkan pasukan dan lain lain di bahas di sana!"