Ustadz Muda

Ustadz Muda
#199


Tidak lama kemudian,Kang Hatim dan Hana telah sampai di halaman kantor ayah Bima yang cukup luas dengan bangunan yang cukup tinggi karena memang terdiri dari tujuh lantai.


Dengan sigap,Yogi membukakan pintu untuk kang Hatim dan Hana keluar.


"Terima kasih pak!" kata kang Hatim.


"Sebaiknya jangan panggil pak kang ustadz! panggil nama saja!" kata pak Yogi.


"Ah gak enak!" kata kang Hatim.


"Tidak apa kang! Biar lebih akrab aja!" kata pak Yogi.


"Emang usia pak Yogi berapa?" tanya kang Hatim.


"Baru dua puluh tiga!" jawab pak Yogi.


"Wah ternyata sama!" kata kang Hatim.


"Oh gitu kang! ya sudah panggil nama saja kang! Yogi!" kata Yogi.


"Iyadeh inysaAllah! kamu juga panggil Hatim aja! jangan kang kang kang!" kata kang Hatim.


"Iya kang,mari masuk!" kata Yogi dan berjalan duluan menuju pintu gedung itu.


Kang Hatim dan Hana mengikuti Yogi dengan Hana masih mengaitkan tangannya di tangan kang Hatim.


Yogi membawa kang Hatim dan Hana ke meja resepsionis yang ada di lobi itu.


"Apa kamu mengenal dua orang ini?" tanya Yogi pada resepsionis perempuan yang ada di sana.


"Tidak! Emangnya mereka siapa?" jawab dan tanya balik resepsionis.


"Mereka anak dan menantu tuan Bima!" jawab Yogi.


"Apa? ah iya iya!" kata resepsionis.


"Apa pak Arjuna sudah datang?" tanya Yogi.


"Sudah sudah!" jawab resepsionis.


"Boleh aku minta tolong?" tanya Hana.


"Boleh! boleh banget non!" jawab resepsionis.


"Maaf,apa sebelumnya aku boleh tahu nama mba?" tanya Hana.


"Iya boleh non! namaku Risna!" jawab resepsionis.


"Oh iya mba Risna! Tolong agar semua karyawan kumpul di ruang meeting!" kata Hana.


"Ah iya non! akan saya beritahu semua karyawan!" kata Risna.


"Pak Yogi,bisa antar kami ke ruang meetingnya?" tanya Hana.


"Iya siap non! mari saya antar!" kata Yogi dengan sopan dan berjalan duluan.


Mereka pun berjalan dan naik ke lantai empat di mana di sana ada ruang meeting.Pastinya mereka naik ke lantai empat menggunakan lift.


Sesampainya di lantai empat,mereka langsung ke tujuan utama yaitu ke ruang meeting.


Memang jarang bahkan mungkin tidak ada,ada orang masuk ke kantor besar menggunakan sarung walau rapih.


"Pak Yogi jangan dulu pergi! di sini aja!" kata Hana.


"Iya non!" jawab Yogi.


Tidak lama kemudian,karyawan karyawan mjlai berdatangan satu persatu.Mereka bertingkah laku dengan penuh sopan santun karena mereka tahu bahwa mereka di panggil oleh anak dari seorang Bima.


Setelah cukup banyak karyawan yang datang kemudian seseorang yang berpakaian rapih dengan menggunakan pakaian khas kantor datang dengan penuh wibawa.


"Permisi!" kata orang itu.


"Iya?" Hana bingung karena di antara cukup banyaknya karyawan,hanya orang ini yang menyapa nya dan di antara karyawan yang lain,dia yang paling keren dan paling berwibawa.


"Apa nona putri dari pak Bima?" tanya orang itu.


"Iya,anda siapa ya?" jawab dan tanya balik Hana.


"Kenalkan! saya Arjuna Djayadinata! Sekretaris pribadi pak Bima!" kata Arjuna menyodorkan tangannya membuat Hana melirik ke kang Hatim dan yang di lirik malah mengalihkan pandangan.


"Maaf!" Hana mengatupkan tangannya setelah melirik ke arah kang Hatim.


"Oh iya maaf non!" kata Arjuna.


"Mungkin anda sudah tahu nama saya?" tanya Hana.


"Menurut informasi,nama nona adalah Farhana Sri Cempaka Indah! anak tunggal dari pak Bima dan bu Nuraeni!" Jawab Arjuna.


"Nah itu nama saya! Kenalkan juga,ini suami saya!" kata Hana.


"Menurut informasi,suami nona bernama Muhammad Hatim Husni Abdurahman Al-Habsy,seorang Ustadz Muda anak bungsu dari pimpinan salah satu pesantren besar bernama Baitussalam! Anak dari Ustadzah Nurul Al-Habsy dan Almarhum Kyai Haji Yasa Abdurahman!" kata Arjuna.


"Semua informasi itu benar!" kata kang Hatim dengan ramah dan menyodorkan tangannya.


"Salam kenal!" kata kang Hatim.


"Salam kenal juga pak!" kata Arjuna.



Arjuna Djayadinata