Ustadz Muda

Ustadz Muda
Extra Chapter 1.1


"Ummaaaaa!" teriak Royyan memanggil ibunya.


"Ada apa nak?" sahut Hana.


"Zhaffar bau!" kata Royyan.


"Bau kenapa?" tanya Hana.


"Royyan gak tahu Umma!" jawab Royyan masih teriak teriak.


"Ada apa Royyan,kenapa teriak teriak?" tanya kang Hatim tiba tiba datang menghampiri Royyan yang sedang mengasuh adik kesayangannya anak kedua kang Hatim dan Hana yang berjenis kelamin laki laki dan di beri nama Muhammad Muzhaffar Alfarizqi Hatim Abdurahman.Zhaffar memiliki wajah yang sangat jauh tidak mirip dengan Royyan.Zhaffar malah mirip dengan Zulfi saat masih bayi.


"Maaf ama!" kata Royyan dengan tiba tiba menunduk.


"Kenapa Zhaffar nya?" tanya kang Hatim.


"Gak tahu ama,dia bau!" jawab Royyan.


"Mungkin dia BAB!" kata kang Hatim sambil menggendong putranya.


"Ada apa nak?" tanya Hana juga tiba tiba datang.


"Ini Zhaffar kayanya BAB bii!" jawab kang Hatim.


"Pantesanj Royyan teriak teriak Zhaffar bau!' kata Hana sambil tertawa.


"Lain kali ngomongnya gini!" sambil menunduk agar sejajar dengan Royyan."Umma,Zhaffar buang air besar gitu!"


"Ooh iya umma!"


"Sini kang,aku ganti dulu popoknya!" kata Hana.


"Kamu lagi apa tadi?" tanya kang hatim.


"Bantuin bi Ina,biasa!"


""Ya sudah,lanjutin saja! Biar akang yang gantiin baju si kasyep!" kata kang Hatim.


"Emangnya sudah bisa?"


"Yaaah,udah punya dua anak masa belum bisa ganti popok!" jawab kang Hatim.


"Iya sih bisa,tapi suka gak bener! Jadi harus di pakaikan no drop!"


"Lah? Kenapa di pakaikan no drop?"


"Supaya gak bocor! Kan kalau akang yang ganti popoknya jadi suka bocor!" kata Hana.


"Gak lucu bii!" sambil menidurkan Zhaffar lagi.


"Yeh marah!" Hana tertawa melihat suaminya.


"Royyan,kamu udah belajar belum?" tanya kang Hatim.


"Belum ama! Nanti aja sama Umma!" jawab Royyan.


"Nanti aja sama umma!"


"Beneran?" tanya kang Hatim.


"Ya sudah,Royyan belajar bareng ama aja!" kata Royyan tiba tiba mau belajar sama kang Hatim.Entah ekspresi seperti apa yang di berikan kang Hatim hingga Royyan langsung nurut.


"Jangan galak galak ngajarin anaknya!" kata Hana yang masih mengganti popok Zhaffar.


"Ya nggak lah!" kata kang hatim.


"Kalau sampai Royyan nangis,anda berurusan dengan saya!" ancam Hana.


"Ayo Royyan,bahaya!" kang hatim menggendong Royyan.


Selesai mengganti popok Zhaffar,Hana menggendongnya membawanya menghampiri kang Hatim dan Royyan.Hana melihat wajah Royyan yang sudah tidak tegang lagi saat berduaan bersama kang Hatim.Malah sesekali mereka suka tertawa bersama.


"Kang,aku mau ke Maya boleh ya?" tanya Hana.


"Mau apa?"


"Main aja kang,kasian Maya sendiri di rumahnya,kan Zulfi lagi ada undangan!"


"Ya sudah boleh kalau Zulfi nya gak ada!" kata kang Hatim.


"Umma,Royyan mau ikut!"


"Kan kamu lagi belajar!" kata Hana.


"Bolehkan ama?" tanya Royyan.


"Emangnya gak mau ikut sama ama aja?"


"Ama mau ke mana?"


"Ama mau ngecek toko!"


"Bener ama?"


"Iyaa! Masa ama bohong!"


"Asiik,umma,Royyan mau ikut sama ama saja! Gak jadi ikut sama Umma!" kata Royyan.


"Ya sudah! Tapi jangan jajan es krim!" kata Hana.


"Yaaah,kenapa?"


"Nanti kamu sakit gigi,terus demam!" jawab Hana.


"Boleh kok,asal jangan banyak banyak aja!" kata kang Hatim.


"Horeee,boleh sama ama!"