
"Kapan kang Royyan nikah?" tanya Zhafffar setelah mendengar jawaban Ulfah yang menyatakan bahwa orang yang dia kira Athiifah adalah istri dari kakaknya.
"Tadi siang!" jawab Ulfah.
"Ko aku gak di beri tau sih kang! Kan kalau diberi tau aku bisa pulang lebih awal!"
"Yang mau nikah tuh saya,bukan anda! Lalu apa kepentingan anda?" ujar Royyan.
"Gak seru ah!" kata Zhaffar."Aku juga mau nikah kang ah!" kata Zhaffar.
"Lah? apaan kamu ini?!"
"Ih seriua kang!"
"Kalau kamu udah lancar baca i'anah tholibin, udah faham alfiyyah! baru nanti sama ama di suruh nikah!"
"Yaaah kang! Aku tuh lancar baca kitab gundul aja baru baru ini!"
"Makanya,yang rajin! Jadi santri malah pacaran!"
"Iih,kan biar ada penyemangat!"
"Emangnya ama sama umma gak cukup jadi penyemangat?"
"Hheh, cukup sih! kalau gak ada mereka mana mungkin aku bisa mondok!"
"Awas aja kalau kamu ketauan pacaran!"
"Gak kang! Kalau kagum sama putri kyai mah ya maklum lah! Cantik,pinter,sholehah!"
"Lih, mau sama anak kyai, malu lah! Nanti bukannya kamu yang ngajarin istri kamu ngaji,malah kamu yang di ajarin ngaji sama istri kamu!"
"Iya sih,insecure duluan!"
"Eh, Nadhiirah!"
"Yaaah gak romantis!" Zahffar memotong kalimat Royyan yang hendak bicara sama Nadhiirah.
"Apaan gak romantis?"
"Masa sama istri panggil nama! Pakai panggilan sayang dong! Kaya ama! Kan manggil ke umma hubbii! Cintaku!"
"Sekarang aku panggil kamu Najma ya?" tanya Royyan pada Nadhiirah.
"Masa di panggil bintang?!" tanya Zhaffar.
"Gak papa dong! Kan sama sama indah! Sama sama jadi penerang dalam gelapku!" jawab Royyan.
Pipi Nadhiirah memerah di balik cadarnya sehingga membuat dia menunduk.
"Kirain gak bucin gitu!" kata Zhaffar meledek.
"Udah sah bucin juga!"
"Sombong!"
Dengan buru buru,Zhaffar menurunkan Ulfah dari pangkuannya dan menghampiri umma Hana dan langsung mencium tangannya lalu berpelukan dengannya.
"Zhaffar baru sampai umma!" kata Zhaffar dan kemudian mencium tangan kang Hatim.
"Kenapa kamu pulang?" tanya kang Hatim dengan wajah serem.
"Zhaffar kehabisan bekal ama,hheh!" jawab Zhaffar.
"Kenapa gak nelepon?"
"Zhaffar, ingen bertemu dengan umma dan ama!" kata Zhaffar sambil menunduk.
"Kamu hanya boleh tinggal semalam saja disini! Besok harus berangkat lagi!"
"Baik ama!"
"Sudah makan nak?" tanya umma Hana.
"Belum umma!"
"Ya sudah,makan dulu sanah! Minta sama mba!"
"Baik umma!" jawab Zhaffar dan langsung pergi ke dapur.
"Umma dari mana?" tanya Ulfah.
"Umma dari rumah uwa!" jawab Umma Hana sambil duduk di samping Ulfah dan kang Hatim di samping umma Hana.
"Royyan,mau kapan pindah ke Jakarta?" tanya kang Hatim.
"Belum tau, Royyan ikut kata ama aja!" jawab Royyan.
"Yaa kalau bisa sih secepatnya! Disana kamu bisa bebas bulan madu juga! Jadi ama bisa cepet juga gendong cucu pertama!" kata kang Hatim.
"Ah ama! Nikahnya juga baru tadi!"
"Makanya,langsung gaskeun!"
"Ama ih!" kata umma Hana.
"Tapi nanti sebelum berangkat ke sana, kalian pamitan dulu sama orang tua Nadhiirah! Pinta doa mereka!"
"Iya ama!"
"Perasaan,Ulfah juga belum makan ya?" umma Hana.
"Belum umma!" jawab Ulfah.
"Ya sudah,kamu tunggu disini ya,umma ambilkan dulu kamu makan!"
"Baik umma!"