Ustadz Muda

Ustadz Muda
#83


"Hana,ayo bangun!" kata kang Hatim sambil menggoyang goyangkan pundak Hana pelan dengan penuh kasih sayang.


"Hey,ayo bangun,sholat subuh!" kata kangHatim dan Hana langsung terbangun.


"Alhamdullillahilladzi ahyaanaa bada maa amaatanaa wa ilaihin nushur!" kata kang Hatim dan langsung di tiru oleh Hana.


"Cepat ke kamar mandi,kita sholat subuh berjamaah!" kata kang Hatim dan dengan perlahan dia bangkit dari ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


"Kang,ini sudah subuh?" tanya Hana.


"Iya!" sambil menggelar sajadah untuk mereka sholat.


"Sudah adzan?"


"Sudah,ayo cepat sholat!"


"Lah,berarti aku gak tahajud!"


"Iya!"


"Kenapa gak di bangunin?"


"Saya sudah berusaha,tapi susah!"


"Masa?"


"Iya,ayo cepat sholat.Jangan banyak tanya!"


"Iyaaa!" Hana langsung memakai mukena nya dan merekapun mulai melaksanakan sholat.


Selesai sholat mereka wiridan,membaca al-qur'an dan setelahnya berdoa.


"Kang!" panggil Hana.


"Apa? mau lagi?" tanya kang Hatim.


"Mau lagi apa?"


"Apa? kamu mau apa?" sambil tersenyum senang.


"Aku boleh tidur lagi gak? aku capek kang,kalau di hitung mungkin aku hanya tidur tiga jam!" kata Hana.


"Ya sudah,kamu tidur saja lagi!" jawab kang Hatim setelah tertawa mendengar kata Hana.


"Ya sudah,aku tidur lagi ya!"


"Mau saya temenin?"


"Gak usah kang!" Hana kembali ke atas ranjang dan kembali menutupi seluruh badannya dengan selimut setelah melepas mukena.


"Maafkan saya ya!" kata kang Hatim yang sudah duduk di samping Hana dengan tatapannya yang sejuk.


"Maaf? maaf apa?"


"Maaf sudah melukaimu!"


"Apa maksudnya?"


"Sudah,jangan di pikirkan ya,kamu tidur saja!" kata kang Hatim sambil mengusap usap kepala Hana dengan lembut.


"Kang,coba nyanyi sholawat ya imamarus!" kata Hana.


Tanpa menjawab kang Hatim langsung melantunkan sholawat yang istrinya inginkan dengan merdu.


Ya imamarrusli ya sanadi


Fabidunyaya wa akhiroti


Ya Rasulallah Khudzbiyadi


Qosaman binnajmi hina hawa


Mal mu-afa wassaqimu sawa


Fakhla'il kaunaini 'anka siwa


Hubbi maulal 'urbi wal'ajmi


Hana pun tertidur dengan damai.Entah apa yang terjadi,rumah tangga mereka menjadi semakin bahagia.


Di awal sering ada kesalahpahaman,maklum pengantin baru yang tadinya tidak saling mengenal.Tidak saling memahami dan ujug ujug menikah.


Jangankan yang menikah dengan tidak di dasari cinta di salah satunya,terkadang jika seseorang yang lama pacaran,terus menikah selalu ada saja masalah di antara pengantin baru.Mungkin itu cobaan dalam rumah tangga.


Nikah,nikah adalah ibadah yang paling besar dan yang paling nikmat.Yang akan menikah harus lebih dari punya ekonomi.Tapi,harus menyiapkan mental yang kuat,Fisik yang kuat,teori yang cukup.Mungkin itu pondasi utama rumah tangga.


Jam menunjukkan pukul sembilan,dan Hana masih belum bangun juga.Kang Hatim sudah memasakkan sarapan untuk istrinya.Yaitu nasi goreng dengan telur ceplok plus kerupuk.


"Hana,bangun!" kang Hatim mengusap usap wajah mulus,dan putih istrinya.


Hana menggeliat karena merasa geli.


"Ayo bangun!" kang Hatim mencubit hidung mancung Hana hingga Hana terbangun.


"Baca doa!" kata kang Hatim dan Hana langsung membaca doa bangun tidur.


"Apa kang? aku masih ngantuk!" kata Hana sambil mengucek matanya.


"Bangun,ini sudah siang,kamu belum makan!" kata kang Hatim.


"Aku gak lapar kang,aku masih mau tidur!"


"Dasar kebo!" kata kang Hatim.


"Siapa kebo?"


"Kebon,maksud saya kebon!"


"Serius!" kata kang Hatim meyakinkan Hana karena Hana menatapnya penuh selidik.


"Sudah,jangan menatap saya seperti itu,cepat ke kamar mandi,setelah itu makan!" kata kang Hatim.


"Iya!" Hana langsung pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka.


"Ayo makan!" kata kang Hatim saat Hana sedang bercermin membenarkan kerudungnya yang sedikit kusut karena tidur.


"Iya!" jawab Hana.


"Mau saya suapi?" tanya kang Hatim.


"Mau!" jawab Hana dengan semangat.


"Ya sudah,duduk sini!" kata kang Hatim.Dan Hana menurut duduk di kursi yang ada di kamar itu berdampingan dengan kang Hatim.


Bersambung...


*hanya orang orang tertentu yang bisa mengerti inti pembahasan bab ke 83 ini....😆