Ustadz Muda

Ustadz Muda
Pembawa Acara


Akhirnya, Royyan berangkat ke lokasi ceramah bareng bersama Zulfi walau rasa gugup dalam dirinya belum bisa hilang.


Ketika namanya di sebut oleh pembawa acara, detak jantungnya bertambah kencang,padahal si pembawa acara belum mempersilahkan Royyan menaiki podium, pembawa acara hanya memperkenalkan siapa nama mubaligh yang akan mengisi ceramah, memberikan ilmu pada jama'ah.


Namun ya bagaimana lagi, hal yang tidak di nanti, tidak Royyan inginkan akhirnya terjadi. Namanya di sebut dan dipersilahkan untuk menaki podium dan memulai ceramah.


Royyan naik ke atas panggung dengan gagahnya, diikuti atau lebih tepatnya di damping oleh sang adik, dengan diiringi sholawat.


Seetelah duduk dengan nyaman di atas kursi yang ada di atas panggung, Royyan melihat sekaliling,melihat keadaan,melihat jama'ah yang lumayan cukup banyak itu.


"Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarokaatuh!" kata Royyan. Dengan antusias yang luar biasa, para jama'ah menjawab salah Royyan sehingga meningkatkan rasa semangat dalam dirinya.


Setelahnya, Royyan mulai cramahnya dengan memuji dan memuja paduka alam, Allah subhanhu wata'alaa.Kemudian membaca sholawat dan salam kepada baginda Nabi Muhammad sholallahu 'alaihi wasallam katut kepada keluarga, shohabat dan umat.


Baru lah setelah itu, Royyyan mulai cermah dengan inti pembahasan bahagia dalam rumah tangga.


"Seetelah saya analisis, dari berbagai tempat dan adat istiadat, dalam pengajian itu kebanyak ibu ibu! Bahkan mungkin dalam setiap kegiatan ibu ibu selalu terdepan! Contoh yang sudah saya sebutkan tadi, dalam pengajian mayoritas yang paling antusias ibu ibu, dalam pekerjaan rumah, pasti ibu ibu,padahal tugas suami! Di pasar,kebanyakan ibu ibu! Bahkan di neraka juga banyaknya ibu ibu! Karena apa? Karena saat pengajian, banyak yang bukannya fokus ngaji,mendengarkan apa yang ustadz, atau ustadzahnya sampaikan, itu si ibu malah lihat lihat penampilan orang lian, menyelidik keadaan orang lain, bahkan melihat apa kepunyaan orang lain, saat pulang ke rumah langsung ngomong sama suaminya, mas mas mas, tadi bu Susi emasnya banyak, emasnya gede, emasnya kecil, bajunya itu, bajunya ini,macam macam! Terus dalam pengajian,suka ada juga yang malah ngomongin orang lain! Ngegosip! Lebih parah ngomongin ustadz atau ustadzah nya! Kemudian kalau ke pasar, yang suka lama pulang dari pasar itu biasanya ibu ibu! Yang banyak nawar tapi gak jadi beli ibu ibu, sama aja seperti menyakiti hati si pedagangnya! Di rumah, memang ibu ibu yang mengerjakan pekerjaan rumah,mulai dari nyapu,ngepel,cuci baju,cuci wadah, dan lain lain! Tapi ada loh, yang emang dia itu bergerak gak berhenti beres beres,tapi lisannya juga gak berhenti ngomong! Memaki maki suaminya lah yang gak peka gak bantuin, maki maki anaknya lah yang selalu salah dalam pikiran ibunya! Terus yang sering buka buka aurat itu juga ibu ibu, yang dianggap spele, padahal faedahnya sangat berguna! contohnya dalam berkerudung, sekarang aja para ibu rapih karena sedang pengajian, tapi pas nanti pulang ke rumah, pasti si kerudung ibu tarik, lalu di lepamparkan ke kasur, gerah lah, lengket lah,gatel lah dan lain lagi banyak alasannya,padahal kan ibu tau, wajib hukumnya bagi wanita menutup seluruh aurat, dan haram aurat perempuan terlihat oleh laki laki yang bukan mahrom!"