
"Al-Fatihah!" kata kang Hatim seperti biasa sudah duduk di kursi pengajar dengan penuh wibawa.
"Qolalmushonif rohimallahu ta'ala wanafa'a bi'uluumihi fiddariin aamiin,Bismillaahir-rahmaanir-rohiim
Rasululloh S.A.W bersabda,
Artinya :“ Hak istri atas suami adalah memberi makan kepadanya jika ia (suami) makan, memberi pakaian kepadanya apabila ia (suami) berpakaian, dan jangan menampar wajah, jangan menjelek-jelekkan dan jangan membiarkan (memisahkannya) kecuali dalam hal tempat tidur. (riwayat Thamrani dari Muawiyah bin Haidah).
Rosulloh S.A.W bersabda:
“AYYUMAA ROJULIN TAZAWWAJA IMROATAN ‘ALAA MAAQOLLA MINALMAHRI AU KATSURO LAISYA FII NAFSIHI ANYUADDIYA HAQQOHAA KHODDA’AHAA FAMAATA WALAM YUADDI ILAIHAA HAQQOHAA LAQIYALLOHA YAUMAL QIYAMATA WAHUWA ZAARIN”
Artinya:“Siapapun orang laki-laki yang menikahi seorang wanita dengan maskawin yang hanya sedikit atau banyak, tetapi drinya berniat untuk tidak memenuhi hak-hak istri (yakni bermaksud menipunya) lalu lelaki itu mati hingga belum pernah memenuhi hak-hak istrinya, maka dihari kiamat kelak ia akan menghadap Alloh S.W.T dengan menyandang predikat sebagai pezina.”Rosulloh S.A.W bersabda :
“INNA MIN AKMALIL MU’MINIINA IIMAANAN AHSANUHUM KHULUQON WAALTHOFUHUM BIAHLIHII. ”
Artinya:
”Sesunguhnya diantara kesempurnaan keimanan orang mukmin adalah mereka yang lebih bersikap kasih sayang (berlaku lemah lembut) terhadap istrinya. ” (riwayat Turmudzi dan Hakim dari Aisyah).!" kata kang Hatim.
"Bisa menyimpulkan?" tanya kang Hatim.
"InsyaAllah bisa kang!" jawab para santri.
"Ada yang mau di tanyakan?" tanya kang Hatim.
"Ada kang!" kata Indri sambil mengacungkan tangannya setinggi yang dia bisa tanpa rasa malu.
"Silahkan!" kata kang Hatim.
"Tapi melenceng dari pembahasan kang,tapi masih tentang suami istri!" kata Indri.
"Tuh kan teh,dia itu memang tidak tahu malu!" Maya berbisik kepada Hana.
"Sudah,biarkan saja!" kata Hana.
"Iya boleh" kata kang Hatim.
"Nabi Muhammad punya berapa istri kang?" tanya Indri.
"Baginda Nabi menikahi tiga belas orang perempuan!" jawab kang Hatim.
Apa maksudnya coba,dia menanyakan hal seperti itu? tanya hati Hana.
"Tujuan Nabu Muhammad menikahi tiga belas perempuan itu apa kang?" tanya Indri lagi.
"Apa tujuan dia menanyakan hal itu teh?" tanya Maya.
"Aku juga gak tahu!" jawab Hana.
"Baginda Nabi menikahi tiga belas perempuan dengan alasan ingin menolong para perempuan itu.Baginda ingin mengangkat harkat derajat perempuan.Baginda Nabi ingin melindungi perempuan itu hingga beliau menikahinya.Dan perlu di ketahui,bahwa Baginda Nabi menikahi tiga belas orang perempuan tidak ada yang perawan.Semuanya janda kecuali Siti Aisyah!" jawab kang Hatim.
"Kalau laki laki umat Baginda punya hak menikahi berapa orang perempuan kang?" tanya Indri.
"Empat,dengan syarat yang bisa menikahi empat orang wanita itu adalah seorang raja,seorang jutawan atau miliarder atau orang yang sangat kaya raya dan seorang kyai,atau ustadz dan bisa adil!" jawab kang Hatim.
"Saya sebagai seorang perempuan juga butuh di lindungi kang,harkat dan derajat saya juga ingin di angkat kang! Saya juga ingin di tolong.Saya masih perawan kang!" kata Indri.
"Teh,kalau teteh ijinin aku akan pukul dia sekarang juga!" kata Maya yang tangannya sudah gatal ingin mengacak acak rambutnya dan kebetulan Indri duduk di depannya.
"Teh aku juga mau nendang dia teh kalau boleh!" kata Naya yang duduk di samping kiri Hana sedangkan Maya di samping kanan Hana.
"Ish,gak boleh gitu!" kata Hana dengan ucapan yang masih bisa terlihat sabar.
"Menikah saja!" kata kang Hatim.
"Ya sudah,akang nikahi saya agar saya ada yang lindungi dan ada yang ngangkat harkat derajat saya kang! gak papa saya jadi yang kedua! saya juga masih perawan kang!" kata Indri.