Ustadz Muda

Ustadz Muda
#58


Setelah perjalanan lumayan lama,akhirnya kang Hatim juga Hana sampai di kawasan pesantren.Namun aneh,gerbang pesantren sudah di hiasi dengan bunga bunga warna warni.


"Kang,kenapa gerbang ini di hias? akan ada acara ya? tapi seumur saya mondok di sini gak pernah ada acara sampai menghias gerbang seperti ini!" kata Hana dengan heran.


"Saya juga gak tahu,mana gak ada mang Entis lagi,buat bukain gerbang!" kata kang Hatim.


"Ya sudah,biar aku saja yang bukain!" sambil melepaskan sabuk pengaman.


"Jangan jangan,biar saya saja!"


Kang Hatim sudah siap turun,namun tiba tiba para santri datang dan langsung berbaris rapih menggunakan seragam warna putih di depan gerbang.


Dua orang santri membukakan gerbang tralis.Teh Zahra,Teh Dawa,Teh Putri,Teh Alvi juga para suami suami mereka dan anak anak mereka juga menyambut mobil yang baru datang itu.


Kang Hatim dan Hana semakin di buat heran karena penyambutan yang sangat luar biasa ini.


"Kamu tunggu di sini,saya akan turun duluan!" kata kang Hatim dan di jawab anggukan oleh Hana yang gugup.


"Ada apa ini teh?" tanya kang Hatim setelah turun dari mobil dan langsung mencium tangan kakak kakaknya satu persatu.


"Selamat ya!" kata teh Alvi.


"Selamat apa?"


"Mana istrimu?"


"Istri apa?"


"Kamu tenang saja,kami semua juga santri santri sudah tahu tentang statusmu juga Hana.


"Apa? jadi?"


FlashBack On


Ting,hand phone teh Alvi berdering,tandanya ada balasan dari kang Hatim karena dia sedang chattan dengan kang Hatim.


Aku akan pulang sebentar lagi dan akan sampai di sana sebelum maghrib! balas kang Hatim. isi pesan kang Hatim.


Teh Alvi langsung bahagia.Teh Alvi langsung masuk ke kamarnya di mana ada kang Roni yang sedang wiridan.


"Mas,kita ke baitussalam sani yu?!" ajak teh Alvi.


"Mau apa?" tanya kang Roni yang heran melihat istrinya sangat bersemangat ingin ke pesantren yang satunya lagi.


"Ah ayo saja ke sana,nanti sekalian aku cerita sekalian di sana!"


"Ah ya sudah ayo!"


"Iya!"


Teh Alvi langsung ke rumah teh Putri yang terletak di sebelah rumahnya.


Tok tok tok


"Assalamualaikum,teh!" teriak teh Alvi.


"Waalaikumusalam!" jawab teh Putri dari dalam rumah dan buru buru untuk membukakan pintu.


"Ada apa Vi?" tanya teh Putri setelah ke luar rumah.


"Ke baitussalam sani yu? sekarang,ajak kang Asep juga Abdu!" Abdu adalah anak kedua teh Putri.


"Mau apa?"


"Yeh,nanti aku ceritain di sana sekalian!"


"Ya sudah iya iya,kamu duluan saja sana!"


"Gak mau bareng? aku mau bawa mobil!"


"Aku naik motor saja!"


"Ah ya sudah,cepatlah menyusul!"


"Iya!"


"Aku duluan,Assalamualaikum!" kata teh Alvi.


"Waalaikumusalam!"


Teh Alvi langsung naik ke mobilnya karena kang Roni dan Alvin anaknya sudah ada di dalam mobil menunggunya.


"Teh Putri mana?" tanya kang Roni.


"Dia mau nyusul nanti!"


"Ooh ya sudah!"


Merekapun berangkat ke pesantren satunya lagi.Memang tidak terlalu jauh dari pesantren yang khusus laki laki dan yang khusus perempuan.Namun karena kalau jalan kaki lumayan agak membuat capek,jadi naik mobil.


Setelah sampai di pesantren baitussalam sani,(sani berarti dua ya,dan satu di sebut awal.Di bangunnya memang duluan yang sani,namun di sebut yang ke dua karena tidak pantas jika laki laki di sebut nomor dua.Jadi di putuskan pesantren yang khusus laki laki di sebut Baitussalam awal dan yang khusus perempuan Baitussalam sani).