Ustadz Muda

Ustadz Muda
#201


Setelah selesai menyelesaikan urusan urusan kang Hatim dan Hana di kantor ayah Bima dan juga tadi kang Hatim mengundang Arjuna agar datang ke rumah ayah Bima untuk diskusi lebih lanjut.


Sekarang kang Hatim dan Hana harus ke kantor polisi karena di undang untuk menyelesaikan masalah penyelidikan penyebab kecelakaan ayah Bima.


Tidak lama kemudian,kang Hatim dan Hana sudah sampai di kantor polisi.Mereka masuk dan kemudian mereka diwawancara ini itu ini itu namun karena mereka tidak tahu pasti kejadiannya,banyak pertanyaan yang tidak mereka jawab.


Tidak lupa,sekalian masuk kantor polisi,kang Hatim melaporkan tentang Erni.Mulai dari yang neror itu sampai pengakuan Erni yang memang sengaja kang Hatim rekam juga di laporkan.Dan ternyata rekaman kang Hatim itu juga membantu kepolisian untuk membantu menangkap dalang di balik kecelakaan ayah Bima dan bu Nuraeni.


Setelah selesai berurusan dengan kepolisian,Hana dan kang Hatim kembali masuk ke dalam mobil.


"Mau lanjut kemana lagi kang?" tanya Yogi.


"Ke rumah sakit!" jawab kang Hatim.


"Mau apa ke rumah sakit?" tanya Hana.


"Ada urusan!" jawab kang Hatim.


''Kirain udah selesai untuk hari ini!" ucap Hana.


"Setelah dari rumah sakit! Kita langsung pulang!" kata kang Hatim.


"Iya deh!" kata Hana.


"Kamu lapar?" tanya kang Hatim.


"Iya!" jawab Hana.


"Mau makan dulu?" tanya Hana.


"Nanti aja ah! Aku mau makan di rumah!" jawab Hana.


"Ya sudah!" kang Hatim.


"Tapi gak lama kan di rumah sakitnya?'' tanya Hana.


"Bukan gitu! Takut keburu ashar!" Hana karena jam sudah menunjukkan pukul empat belas tiga puluh atau setengan tiga.


"Kan dari sini ke rumah sakit gak lama bi! bentar lagi juga sampai!" kata kang Hatim.Dan memang beberapa menit kemudian,mereka sampai di rumah sakit medika di mana ayah Bima dan bu Nuraeni menghembuskan nafas terakhirnya.


''Ayo bi!" kata kang Hatim setelah pintu mobil sudah di bukakan oleh Yogi.


"Gak mau ah! Akang aja yang masuk!" kata Hana yang sepertinya enggan untuk masuk ke dalam rumah sakit itu.Jangankan masuk,meliriknya saja sepertinya Hana tidak mau.


"Ayo dong bi! Gak lama kok!" kata kang Hatim.


''Akang janji! Kalau sudah keluar dari rumah sakit kamu akan bahagia!" kata kang Hatim.


"Gak mau! Justru kalau aku masuk ke sana,aku akan sedih!" kata Hana kekeh.


"Nggak bi,akang janji kamu akan bahagia! Akang juga janji deh,apapun yang kamu mau! Akang kabulin! Asal jangan aneh aneh aja!'' bujuk kang Hatim.


"Ya sudah deh! Tapi janji gak lama ya?!" kata Hana.


"Iya ayo!" Akhirnya kang Hatim berhasil membujuk Hana dan membawa Hana ke dalam rumah sakit.


"Tunggu di sini sebentar!" kata kang Hatim setelah masuk ke rumah sakit dan menyuruh agar Hana duduk dan menunggunya.Sedangkan dia pergi ke meja resepsionis untuk menanyakan tentang memeriksa kandungan.


Tidak lama kemudian kang Hatim kembali dan langsung mengajak Hana agar mengikuti seorang suster.


Hana di bawa masuk ke sebuah ruangan di mana di sana sudah ada dokter perempuan.


"Mau periksa kandungan mba?'' tanya dokter itu hingga Hana melirik kang Hatim.


"Ah iya dok! Istri saya mau periksa kandungan!" jawab kang Hatim dan akhirnya Hana mengerti.


Hana di bawa berbaring di atas blankar dan dokter itupun mulai beraksi.