
"Bi,akang sholat dulu ya?!" kata kang Hatim karena adzan dzuhur sudah terdengar.
"Iya!" jawab Hana belum bangkit dari ranjangnya.
"Jangan lupa mandi! Terus sholat!" kata kang Hatim.
"Iya!"
"Assalamualaikum!" kang Hatim pergi.Hana bangkit pergi ke kamar mandi namun tidak lama dia hanya berwudhu alias tidak mandi dan kemudian dia mengambil mukenanya dipake dan dia melaksanakan sholat dzuhur.
Setelah sholat,Hana menunggu kang Hatim sebentar,namun karena tidak datang datang,Hana membuka Al-Qur'an dan membaca surat yusuf.
Baru setengah surat Yusuf kang Hatim membuka pintu.
"Assalamualaikum!'' kata kang Hatim.Hana menutup Al-Qur'an,menyimpannya kemudian mencium tangan kang Hatim setelah menjawab salamnya.
"Sudah sholatnya?" tanya kang Hatim setelah mencium kening Hana dan Hana malah memeluk kang Hatim.
"Sudah!'' jawab Hana "Akang kok harum sih?" tanya Hana.
"Biasa aja ah! Minyaknya juga sama!" jawab kang Hatim.
"Minyak apa emang? Kok aku gak pernah tahu?" tanya Hana.
"Minyak misik bi! Kamu gak pernah tahu karena kamu kurang perhatian bi!" jawab kang Hatim.
"Masa sih?" tanya Hana.
"Iya!" jawab kang Hatim.
"Maklum aja lah ya?! Kan aku belum ada pengalaman!" kata Hana.
"Iya! Gak papa kok kamu gak perhatian juga! Tetep sayang kok!" kata kang Hatim.
"Lain kali jangan pakai minyak minyal lagi boleh?" tanya Hana.
"Eh? Kenapa?" tanya balik kang Hatim.
"Perempuan itu suka sama laki laki yang harum kang! Sudah harum,ganteng! Pasti banyak perempuan yang mau kang!" jawab Hana.
"Lah,kenapa baru sekarang?" tanya kang Hatim.
"Apanya?"
"Ngelarangnya!" jawab kang Hatim.
"Gak tahu! Aku takut aja kalau begini terus!" kata Hana.
"Ya sudah deh,terserah akang aja! Asal akang tetep setia aja sama aku! Walau banyak perempuan yang mau sama akang! Yang suka sama akang! Akang harus tetep setia sama aku!" kata kang Hatim.
"Iya sayang! Tenang aja! Kan dari awal juga akang emang akan setia sama kamu!" kata kang Hatim.
"Buktinya apa?" tanya Hana.
"MasyaAllah,masih perlu bukti? Bukannya sudah cukup terbukti ya? Walau tidak secara langsung?"
"Emangnya apa?"
"Kamu hamil! Itu salah satu bukti rasa cinta sama kamu!'' kata kang Hatim.
"Bukam karena nafsu?"
"Bukan! Walau ada sih! Namanya juga manusia! Namun nafsu itu dijadikan nniat buat ibadah! Buat amal sholeh! Buat kewajiban suami istri!" jawab kang Hatim.
"Terima kasih ya,akang mau mencin taiku! Menyayangiku! Aku juga sadar diri,aku gak cantik! Gak pinter juga!"
"Ana uhibbuki fillah! Aku mencintaimu karena Allah!" kata kang Hatim.
"Duduk yu? Aku pegel!" kata Hana karena memang dari tadi mereka ngobrol,mereka tidak melepaskan pelukan mereka sambil berdiri.
"Keluar yu? Main sama anak anak!" ajak kang Hatim.
"Anak anak siapa?" tanya Hana.
"Ada Alvin,ada Liza,ada Cahya juga!" jawab kang Hatim.
"Ya sudah,aku ganti baju dulu!" Hana melepaskan tangannya dari memeluk kang Hatim.Mmembuka mukenanya.
"Kamu belum mandi bi?" tanya kang Hatim.
"Belum!" sambil tersenyum malu.
"Kenapa?"
"Dingin,nanti aja ya?!" kata Hana.
"Ya sudah terserah kamu aja lah!"
"Tapi akang tetep sayang kan,walau aku gak mandi?"
"Iya! Apalagi kalau mandi! Lebih!" kata kang Hatim.