Ustadz Muda

Ustadz Muda
#122


"Ini teh nya kang!" Hana menyajikan teh hangat di depan kang Hatim yang seperti biasa sehabis sholat subuh muroja'ah atau membaca kitab.


"Makasih!" kata kang Hatim.


"Sama sama!" jawab Hana.


"Kang ayah sama ibu jadi datang hari ini?" tanya Hana.


"Sepertinya jadi!" jawab kang Hatim masih fokus membaca kitab.


"Emangnya gak ada kabar kang?" tanya Hana.


"Haduh!" kang Hatim membuang nafas panjangnya sambil menutupkan kitabnya.


"Ternyata godaan terbesar adalah seorang istri!" kata kang Hatim sambil meneguk teh hangat buatan istrinya.


"Heheh maaf,ganggu ya?" tanya Hana.


"Hmh? nggak kok!" jawab kang Hatim.


"Sebentar,godaan terbesar adalah istri? maksud akang aku syetan?" tanya Hana.


"Hahah,bukan! masa akang tampan mu ini menikahi syetan!" jawab kang Hatim.


"Terus,maksudnya apa?" tanya Hana.


"Tau kisah nabi Adam?" tanya balik kang Hatim.


"Kisah yang mana?" tanya Hana.


"Nabi Adam di hukum oleh Allah karena melanggar perintah Allah yaitu agar tidak memakan buah kholdi yang ada di surga! Iman Nabi Adam sama sekali tidak goyang saat di goda oleh syetan untuk mengambil buah kholdi itu,tapi ketika Siti Hawa yang tergoda oleh syetan dan Siti Hawa meminta ke Nabi Adam,iman Nabi Adam langsung goyang dan menuruti permintaan istrinya untuk mengambilkan buah kholdi itu dan melanggar larangan Allah!" jawab kang Hatim.


"Oooouh,gitu!" Hana mengangguk angguk mengerti.


"Saking cintanya Nabi Adam sama Siti Hawa,hingga mempertaruhkan apapun demi orang yang dia cinta!" kata kang Hatim.


"Apa akang juga begitu?" tanya Hana.


"Saya juga akan lakukan seperti itu!" jawab kang Hatim.


"Siapa perempuan yang akang cinta?" tanya Hana.


"Umi!" jawab kang Hatim sambil kembali meneguk teh hangat.


"Setelah umi?" tanya Hana.


"Umi!" jawab kang Hatim.


"Umi!" jawab kang Hatim.


"Dalam hadist riwayat Abu Hurairah Radiyallahu'annhu, Rasulullah menyuruh kita untuk berbuat baik tiga kali lebih besar kepada ibu dibanding bapak.Sebab,keutamaan mengandung, melahirkan, dan menyusui hanya dimiliki oleh ibu dan tak bisa digantikan oleh ayah! karena hadist itu,akang juga jadi tiga kali lebih besar mencintai umi!" kata kang Hatim.


"Setelah umi?" tanya Hana lagi.


"Kakak kakak!" jawab kang Hatim.


"Setelah kakak kakak?" tanya Hana.


"Farhana Sri Cempaka Indah!" jawab kang Hatim membuat Hana tersenyum bahagia karena dari itu yang dari tadi ingin di dengar Hana.


"Kenapa senyum senyum?" tanya kang Hatim.


"Gak,sok tahu!" kata Hana.


"Jika umi,ataupun kakak kakak akang apalagi kamu,meminta sesuatu dari akang dan akang bisa memberikan apa yang kalian minta,akang akan berusaha!" kata kang Hatim.


"Terima kasih!" kata Hana dan kang Hatim tersenyum menjawab kata terima kasih Hana.


"Eh bi,perasaan akang belum tanya soal ini!" kata kang Hatim.


"Soal apa?" tanya Hana.


"Kamu punya cita cita punya anak berapa?" tanya kang Hatim.


"Aku gak punya cita cita itu kang! Dan kalau boleh jujur,aku takut melahirkan!" jawab Hana.


"MasyaAllah!" kata kang Hatim.


"Kalau akang punya cita cita punya anak berapa?" tanya Hana.


"Baginda Nabi punya tujuh orang anak! seperti yang kamu tahu! saya selalu berusaha mengikuti jejak baginda Nabi!" jawab kang Hatim.


"Gak terlalu banyak kang?" tanya Hana.


"Rasulullah SAW menyukai umat Muslim yang banyak anak.Dalam hadist di katakan yang artinya,Ya Allah, limpahkanlah hartanya dan limpahkanlah jumlah anaknya. Dan berkahilah apa yang Engkau telah berikan kepadanya. Hadist ini diriwayatkan Imam Bukhari dan Imam Muslim Muttafaqun Alaih!" kata kang Hatim.


Bersambung....



Karya baru Author Syiba' 👆👆👆👆