Ustadz Muda

Ustadz Muda
Brownies


Nadhiirah keluar dari kamarnya dan langsung turun ke lantai bawah menuju dapur.Memang,jam segitu daour masih sepi belum ada siapa siapa.


"Nak, kamu sedang apa?" tanya umma Hana yang tiba tiba datang.Dia melihat menantunya yang seperti sedang kebingungan.


"Eh umma, ini umma, Nadhiirah mau bikin makanan buat kang Royyan!" jawab Nadhiirah sambil berbalik badan menghadap umma nya.


"oooh, mau buat makanan apa emangnya?"


"Tadi nya sih mau bikin brownies!"


"Wah,enak tuh pasti!"


"Hheh!"


"Tapi umma lihat, kok kamu seperti kebingungan gitu?"


"Umma punya bahan bahannya gak? Soalnya ngedadak, jadi Nadhiirah gak persiapan bahan bahannya dulu!"


"Ah gak papa, umma cariin dulu ya! Pasti ada kok!" kata Hana sambil mulai membuka buka lemari lemari dapur hingga kulkas dia buka.


"Segini cukup nak? Apa ada yang kurang?" tanya Umma Hana setelah semua bahan terkumpul.Mulai dari terigu,cokelat bubuk, telur beberapa butir, gula pasir, SP, garam, Vanili bubuk, coklak batang, minyak sayur, margarin.


"Emmm, apa ada susu cair uht?"


"Ada ada!" dengan sigap, Hana mengambilkan apa yang diminta Nadhiirah dari dalam kulkas.


"Susu kental manis nya ada gak umma?"


"ada juga kok!" Umma Hana kembali mengambilkan apa yang ditanyakan oleh Nadhiirah.


"Sudah cukup?" tanya Hana.


"Sudah umma, maaf jadi ngerepotin!" kata Nadhiirah dengan perasaan yang tidak enak pada mertuanya.


"Nggak kok gak ngerepotin! Kamu jangan segan ya, anggap umma ini ibumu sendiri! Yang akan selalu membantumu,mendukungmu, dan selalu ada buat kamu disaat kamu membutuhkan umma!"


"Terima kasih umma!" jawab Nadhiirah.


"Iya umma!" jawab Nadhiirah.


Untung punya mertua baik, kalau tidak, mana mungkin aku betah betah disini! Alhamdulillah! Udah dapet suami baik, ganteng, sholeh, mertuanya juga sama, baik baik, berilmu! kata hati Nadhiirah.


Setekah bersyukur atas apa yang terjadi dan di dapatkan oleh dirinya sendiri dan setelah mengagumi kebaikkan mertuanya dan keluarga suaminya, Nadhiiah mulai berkutat dengan alat alat masak atau alat alat pembuatan kue.


Sekitar satu jam setengah Nadhiirah bermain main dengan alat masak itu. Sehingga menghasilkan tiga loyang brownies.


Saat Nadhiirah sedang mengolah makanan tadi, sempat di datangi Zhaffar yang mau hendak memasak, namun tidak jadi, dia memberikan kesempatan buat kakak iparnya terlbih dahulu.


Nadhiirah juga mempersilahkan kalau Zhaffar mau masak duluan, namun Zhaffar tidak mau, dia ngalah sama kakak iparnya.


Nadhiirah membawa satu loyang Brownies lumer itu ke ruang keluarga di mana di sana ada umma Hana, kang Hatim dan Athiifah.


"Sudah jadi nak?" tanya Umma Hana basa basi.


"Alahamdulillah umma, Silahkan di coba umma!"


"Waah, kak Nadhiirah buat apa tuh?" tanya Athiifah.


"Brownies lumer! Cobain!" Nadhiirah menyimpan piringnya di meja dan memtongkan brownies itu,dia simpan di piring kecil dia berikan pada Umma Hana, Kang Hatim dan Athiifah,masing masing satu piring.


"Makasih kakak!" kata Athiifah.


"Emmm, enak!" kata kang Hatim setelah memakan mencoba brownies buatan Nadhiirah itu.


"Wah iya nih, enak banget! Hebat kamu!" puji umma Hana.


"Lain kali aku mau belajar ah sama kakak!"


"Boleh, nanti belajar sama sama ya!"


"Okey okey!"


"emm, umma, apa kang Royyan sudah pulang?" tanya Nadhiirah yang belum melihat suaminya sejak tadi.