
"Assalamualaikum!'' kang Hatim membuka pintu rumah dan langsung masuk diikuti Hana.
"Waalaikumussalam!" jawab kakak kakak kang Hatim yang sedang berada di ruang tamu dengan sudah di jamu air minum dan makanan oleh bi Mar salah satu maid di rumah ayah Bima.
Kang Hatim dan Hana mencium tangan kakak kakaknya.
"Terima kasih sudah mau datang ke sini dan membantu segala sesuatunya! Aku juga mau minta maaf jika ayah maupun ibu ada salah!" kata Hana setelah duduk.
"Eh,itu sudah kewajiban kami! Orang tua kamu berarti orang tua Hatim,sedangkan orang tua Hatim berarti orang tua kami!" kata teh Dawa.
"Iya teh,terima kasih!" kata Hana.
"Ini sudah siang,sebentar lagi dzuhur! Mungkin setelah dzuhur nanti kami mau pulang!" ucap ucap teh Dawa.
"Nginep aja dulu teh! Mungkin aku gak pulang ke pesantren dulu!" kata Hana.
"Iya Hana kami ngerti kok! Tapi kami tetep harus pulang!" kata teh Alvi.
"Iya teh!" kata Hana.
Allahuakbar Allahuakbar,adzan dzuhurpun terdengar kang Hatim dan yang lainnya pun mengucapkan hamdallah dan setelah adzan selesai mereka berdoa masing masing.
Merekapun sholat berjamaah di mushola yang ada di rumah itu karena memang mushola di rumah itu cukup besar untuk diisi lima belas orang.
"Ya sudah Hana,kami pulang dulu ya!" kata teh Dawa memeluk Hana.
"Iya teh! Sekali lagi terima kasih!" kata Hana.
Setelah itu teh Alvi juga memeluk Hana dan setelah itu teh Putri juga ikut ikutan memeluk Hana membuat Hana meneteskan air matanya lagi.
"Jangan menangis lagi dong!" Kata teh Alvi yang melihat Hana mengusap matanya yang basah.
"Nggak kok teh!" kata Hana.
"Ya sudah,,kami pergi dulu ya!" kata teh Alvi memeluk Hana lagi.
"Hatim,kami pulang dulu!'' kata kang Rahmat.
"Nggak bi,akang nanti pulang nya! kita selesaikan dulu semuanya sama sama!" kata kang Hatim.
"Harus dong! kamu harus jadi laki laki yang bertanggung jawab!" kata teh Alvi.
"Emangnya kata siapa aku gak bertanggung jawab? so tahu mulu!" kata kang Hatim.
"Bukan so tahu! Aku takut kamu gitu!" kata teh Alvi.
"Ya gak mungkin lah! Sifat abah itu dah nempel semua padaku! Abah orangnya tanggung jawab banget!" ucap kang Hatim dengan percaya diri.
"Masih jauh kali! Sifat abah jauh lebih baik di bandingmu!" kata teh Alvi.
"Sudah ah! kebiasaan!" kata teh Dawa.Hana geleng geleng kepala melihat suaminya yang selalu beradu argumen sama teh Alvi.
"Hana! Kami pamit ya!" kata teh Dawa.
"Iya teh! hati hati di jalan!" kata Hana.Akhirnya kakak kakak itu masuk ke dalam mobil mereka.Terakhir,kang Roni membunyikan klakson sebelum pergi karena kang Roni yang nyetir.
"Kang lapar gak?" tanya Hana setelah mobil itu pergi.
"Lapar sih! Dikit!" jawab kang Hatim.
"Ayo makan! Aku juga lapar!" kata Hana.
"Emangnya kamu sudah masak? kita makan di luar aja gimana?" tanya kang Hatim.
"Aku gak masak! Tapi bi Mar dan yang lainnya pasti masak!" jawab Hana.
"Ooh iya ya,kan di sini ada ART!" kata kang Hatim sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Aku juga harus cepat cepat menemukan ART buat di rumah! Apalagi kan dia sedang hamil! kasian kalau harus ngurus rumah sendirian! kata hati kang Hatim.
''Ayo ah!" kata Hana.