Ustadz Muda

Ustadz Muda
#137


"Coba duduknya berhadap hadapan dulu!" kata penghulu.Kang Hatim dan Hana langsung berhadap hadapan dengan kang Hatim masih memegang kotak mahar itu.


"Sekarang,pengantin perempuan ikut pegang!" kata penghulu.


Hana juga ikut memegang kotak yang di pegang kang Hatim dengan kepala masih menunduk.


"Ikuti kata kata saya ya Ustadz?!" kata penghulu dan di jawab anggukan oleh kang Hatim.


"Hubbi!" kata penghulu.


"Hubbi!" kata kang Hatim mengikuti kata penghulu.


"Ini mas kawin dari akang!" kata penghulu.


"Ini mas kawin dari akang!" kata kang Hatim dan entah kenapa orang orang ada yang bersorak.


"Mohon di terima!" kata penghulu.


"Mohon di terima!" kata kang Hatim.


"Mbak Farhana ikuti saya ya?" kata penghulu dan Hana mengangguk.


"Iya akang!" kata penghulu.


"Iya a-akang!" kata Hana dan orang orang kembali bersorak.


"Hubbi terima mas kawin dari akang!" kata penghulu namun bukannya di tiru oleh Hana,Hana malah menunduk dan tersenyum malu di balik cadarnya.


Orang orang bersorak ria lagi.


"Aku terima mas kawin dari akang!" kata Hana dan lagi lagi orang orang bersorak.


"Semoga bermanfaat untuk istri cantik mu ini!" kata penghulu sambil menggoda pengantin baru itu.


"Semoga bermanfaat!" kata Hana dengan masih malu malu.


"Ya sudah,mas kawinnya!" kata penghulu.


"Mas kawinnya!" kata Hana.


"Aku bayar nanti malam!" kata penghulu dan semua orang kembali bersorak.Hana juga tidak mengikuti kalimat penghulu itu.


"Baarakallahu laka wa baarakaa alaika wa jamaa bainakumaa fii khoir!" kata penghulu dan di aminkan oleh semua orang.


"Hatim,pinta doa orang tua mu!" kata kang Ahmad dan di jawab anggukan oleh kang Hatim.


Pertama dan yang paling utama kang Hatim meminta doa kepada umi Nurul selaku ibu kandungnya.Dia sujud di pangkuan umi Nurul.


"Umi doakan kamu nak,anak umi yang paling tampan! semoga kamu bisa menjadi lebih baik setelah menikah,menjadi lebih dewasa,banyak rezeki,bisa mencontoh abah mu.Dan yang paling penting semoga kamu dan istri kamu panjang umur serta sehat!" kata umi Nurul dengan diiringi tetesan air mata.


"Aamiin umi,terima kasih ya,baru kali ini Hatim berterima kasih atas doa umi,padahal sudah pasti dalam setiap doa umi,umi menyebutku dalam doa umi!" kata kang Hatim.


"Bangun nak!" kata umi Nurul sambil memegang pundak dan mencium kepala kang Hatim yang tertutup peci putih dan imamah putih.


Hana juga sedang berpelukan dengan ayah nya,ayah Bima setelah ayah Bima juga mendoakan Hana dan kang Hatim.


Lanjut,sekarang kang Hatim sujud di pangkuan ayah Bima dan Hana di pangkuan bu Nuraeni ibunya.


"Ayah titip Hana ya,semoga kamu bisa menjaga hatinya,bisa mendidiknya,bisa membahagiakannya!" kata ayah Bima.


"Aamiin yah,terima kasih!" kata kang Hatim dan berpelukan dengan ayah Bima.


"Hana,kamu sudah menikah nak,kamu harus sudah bisa dewasa! semoga kamu dan suami kamu bahagia dalam ikatan janji suci pernikahan! semoga tidak ada gangguan apa apa dan cobaan yang berat dalam rumah tangga kalian!" kata bu Nur dengan air mata suci karena cinta dan kasih sayang yang bercucuran.


"Terima kasih atas semua doa doa ibu,terima kasih juga sudah menjadi ibu yang baik buat Hana,terima kasih sudah menjadi ibu yang paling sempurna buat Hana!" kata Hana.


Bu Nur membangunkan Hana dari sujudnya dan seperti yang di lakukan umi Nurul pada kang Hatim anaknya,bu Nur juga melakukan hal yang sama pada Hana anaknya,yaitu mencium kening.


Setelah itu Hana sujud di pangkuan umi Nurul dan meminta doanya.Seperti yang umi katakan pada kang Hatim,umi Nurul juga mengatakannya pada Hana.Dan setelah itu umi Nurul juga mencium kening Hana.